Aku Baik-baik Saja

Aku Baik-baik Saja
perpisahan sesungguhnya


__ADS_3

saat Anna tengah asih menikmati udara pagi hari di tepian pantai. karena lokasi rumah Tuan Edward itu ada pesisir pantai yang memang disediakan buat istri keduanya itu.


"Tuhan apa ini sungguh rencanamu?" tanya Anna sambil menikmati ombak yang berkejar kejaran ketepian.


"ahh... aku masih tidak percaya aku akan menikah." ucapnya lagi


"non...." panggil Merry


"bi... ada apa??? aku sedang melihat melihat pantai." Anna


"non... kata Tuan kalian akan segera berangkat. aku sudah membereskan barang barang non." Merry


"secepat ini bi" Anna terkejut mendengar


"benar non.. Tuan yang mengatakan nya" Merry


"baiklah bi... katakan pada paman aku akan kesana. biarkan aku sendiri dulu bi" Anna


"baik non.." Merry pun pergi.


Anna kembali merenungi nasipnya, lalu Anna melihat lautan itu rasanya Anna ingin pergi kedalam sana dan meninggalkan semuanya.


"nak..." panggil istri keduanya Tuan Edward


"bibi.... kenapa bibi disini.... disini anginnya sangat kencang. bibi bisa masuk angin" Anna


"bibi juga ingin menghirup udara segar disini dan melihat keindahan pantai ini."


"apa bibi ada masalah..." ucap Anna yang sepertinya tau jika dirinya tau istri keduanya Edward itu sedang ada masalah.


"aku hanya khawatir dengan kesehatan nya Tuan. dia menutupi dariku penyakitnya supaya aku tidak khawatir tapi dia tidak pintar menyembunyikan nya."


"bibi mengetahui nya." tanya Anna


"aku begitu menyayangi nya dengan tulus. jadi apapun yang dia rasakan aku bisa merasakan nya. aku sungguh bahagia menikah dengannya meski aku adalah istri simpanannya. dan kami bisa berkumpul hanya tiga hari dalam sebulan."


"aku ingin mengucapkan perpisahan padanya tapi aku tidak tau dengan cara apa" ucapnya sambil meneteskan air matanya.


"aku dan anak ku akan kehilangan dia selamanya..."


"semua orang menghinaku dan membenci ku akan aku terima tapi tidak dengan kehilangan nya." kini tangisnya semakin pecah


Anna pun yang mendengar nya ikut menangis.


"aku mohon... sesampai nya disana nanti tolong perhatikan Tuan dan kabari aku jika sesuatu terjadi padanya." ucap nya pada Anna


"pasti bi.... bibi tenang saja aku akan memperhatikan paman" Anna


"terimakasih... aku tau kamu anak yang baik. makanya Tuan ingin menikahkan kamu dengan putranya. ya sudah.... kamu naiklah Tuan pasti menunggumu."


"bibi masih ingin tinggal disini." Anna


"iya.... aku tidak ingin melihat kepergiannya. karna dia tidak akan pernah lagi datang kesini."

__ADS_1


"bibi.. jangan berkata seperti itu. paman pasti akan datang kok... paman pasti masih kuat." Anna


"pergilah... tinggalkan aku disini. kamu hati hati ya disana.... jaga dirimu baik baik..."


"baik bi... bibi juga jaga kesehatan ya..." ucap Anna sambil memeluk nya.


"terimakasih bi sudah menyayangi ku selama aku disini." Anna


"Tuan sudah menceritakan semua kisahmu... bagaimana aku tidak menyayangi mu... kamu sudah menderita sekian lama."


"bibi aku sangat bersyukur bertemu dengan kalian... aku harap aku bisa bertemu orang yang seperti kalian disana." ucap Anna dan sudah berbalik meninggalkan istri keduanya Tuan Edward.


saat Anna sudah melangkah dia memanggilnya lagi.


"Anna!"


Anna pun terhenti dan berbalik melihatnya


"jika kamu tidak di inginkan mereka jika kamu diusir saat Tuan sudah tiada. kamu datang lah kesini. kami akan sangat menyambutmu. tempat ini terbuka untukmu. kamu pahamkan maksud ku."


"iyaa bi... pasti.... jika aku diusir tempat ini akan menjadi tujuan utamaku." ucap Anna


"baiklah... kamu hati hati"


lalu Anna pun segera meninggalkan nya sendirian.


"non... bibi sudah menunggu dimobil." ucap Merry


"iya non... Merry juga... sudah non pergi temui Tuan... Tuan sudah menunggu dari tadi." Merry


"bi... tolong jaga kesehatannya dia akan sangat bersedih saat mendengar kabar paman nantinya." Anna


"iya non... merry mengerti... non juga hati hati disana..." ucap merry lalu memeluk Anna


"bi Merry tidak perlu menangis.. jika aku ada waktu aku akan berkunjung kesini. aku baik baik saja bi.." Anna


"bi Merry hanya merasa sedih... kita akan terpisah lagi." Merry


"bi... aku tidak pergi kemana mana.... aku hanya menikah dengan putra paman. itu berarti kita masih sangat dekat." Anna


"baiklah non... tolong jaga Tuan ya non..." Merry


Anna hanya memberikan senyuman yang sangat indah untuk Merry.


"maaf paman aku membuat paman menunggu." Anna


"tidak masalah nak... sudahh kita saatnya berangkat." ucap Edward


"paman..." panggil Anna


"hemm...' Edward


"bibi tau..." ucap Anna. dan Tuan Edward menoleh kearah Anna penasaran.

__ADS_1


"bibi tau masalah penyakit paman. bibi sengaja tidak mengantar kita. bibi tidak sanggup melihat paman pergi." Anna


"paman temuilah dia untuk yang terakhir nya... dia sangat mencintai paman. ucaplah sebuah perpisahan paman." Anna


mendengar itu pun Tuan Edward merinding dan tersentuh, apa yang Anna katakan sangat benar. Edward harus membuat sebuah perpisahan.


"berhenti..." ucap Edward.


"balik arah pulang lagi." perintahnya.


sang supir pun mengikuti perintah Tuan nya itu. saat Merry hendak membereskan ruangan tengah itu dan melihat mobil Tuanya kembali. lalu Merry pun keluar dan melihat apa yang terjadi.


"Tuan... kenapa kalian kembali lagi." tanya Merry


"dimana dia???" tanya Edward


"Nyonya ada di pantai Tuan, katanya melihat keindahan pantai itu." ucap Merry


setelah mendengar ucapan Merry Tuan Edward pun langsung pergi menghampiri istri keduanya itu.


"sangat indah..." ucap Edward


istrinya itu pun terkejut dan melihat sumber suara itu.


"Tuan???" ucapnya


"kamu menangis....(menghampiri) astaga istriku tercantik kenapa menangis... lihatlah alam pun ikut menangis melihatmu." Edward


"Tuan belum berangkat juga...."


"bagaimana aku berangkat jika istriku tidak terlihat seperti tidak bahagia dengan kepergianku...." Edward


"bahkan tidak mengantar ku seperti biasanya." ucap Edward lalu memeluk istrinya.


"katakan ada apa sayang..." tanya Edward


"tidak ada apa apa Tuan.... lagian Tuan juga masih akan kesini. aku hanya"


"sstt.... jangan mengelak.... aku minta maaf jika umurku terlalu pendek. sehingga aku tidak bisa menemani mu lebih lama lagi." Edward


mendengar itu pun istrinya menangis.


"aku juga tidak sanggup meninggalkan kalian begitu saja. tapi aku tidak bisa berbuat apa apa." Edward


"aku minta maaf..." Edward


"Tuan... ini bukan salah Tuan.... ini memang sudah jadi takdir kita. aku... aku akan merelakan kepergian mu Tuan. jadi pergilah dengan tenang."


"jangan pernah menangis jika aku sudah pergi sayang... aku akan tetap selalu menyayangi mu dan juga anak kita meski aku sudah tiada." Edward


setelah lama mereka mengungkapkan semua isi hatinya, dan istrinya itupun sudah merelakan dan mengikhlaskan suaminya itu. mereka pun berhasil membuat sebuah perpisahan yang sesungguhnya.


"bagaimana dengan aku... aku sama sekali tidak memberi nya perpisahan yang sesungguhnya." batin Anna

__ADS_1


__ADS_2