
setelah seminggu Anna setelah sadar itu, dan merasa sudah lebih baikan. Anna meminta untuk segera pulang karena sudah sangat bosan di kamar rumah sakit.
"tapi kondisi mu belum pulih sepenuhnya" Adryan
"tidak... aku sudah merasa jauh lebih baik..." Anna
"sebentar kita tanyakan dulu pada dokter..." Adryan lalu pergi memanggil dokter
"aku ingin segera tau bagaimana reaksinya begitu aku pulang... dengan begitu aku akan bisa tau kalau dialah pelaku nya atau tidak." batin Anna
"dok... apa dia sudah bisa pulang.." Adryan
"sebenarnya sudah.. kondisinya sudah membaik tidak ada juga yang perlu dikhawatirkan... hanya saja jangan terlalu banyak gerak dulu..." Dokter
"baiklah dok... kalau begitu aku akan membawa nya pulang... terimakasih banyak dok sudah melakukan yang terbaik menolong nya... saya permisi dulu dok" Adryan
"bagaimana... apa kata dokter nya" Anna
"emm... kita sudah boleh pulang... tapi kata dokter kamu tidak boleh terlalu banyak aktivitas dulu" Adryan
"baiklah... aku mengerti" Anna langsung bersiap siap membereskan barang barang.
"sudah... biarkan saja... aku sudah meminta pelayan datang untuk membereskan nya...' Adryan
"hah??? kenapa sampai memanggil pelayan... aku saja bisa melakukannya." Anna
"kamu tidak mendengar kata dokter.. jangan terlalu banyak aktifitas." Adryan menghentikan Anna.
"baiklah..." Anna
"astaga... dia begitu manis" batin Adryan
mereka pun kini sudah keluar dari rumah sakit dan sudah dalam perjalanan pulang.
"kita ke TPU dulu sebentar... boleh" Anna
"baiklah..." Adryan pun memutar balik mobilnya
setelah menempuh sekitar setengah jam mereka pun tiba di TPU, sudah beberapa kali Anna pergi mengunjungi makan anaknya itu selama masih dirumah sakit. Adryan pun merasa itu wajar saja karena kehilangan anak.
"seperti apa rupa wajahnya..." Anna
"siapa???" Adryan
"anak ini..." Anna
"ahh... dia sangat cantik... persis seperti mu... " Adryan
"cantik.." batin Anna sambil melihat kearah Adryan
"kenapa??? apa aku salah bicara" Adryan
"tidak... aku hanya iri denganmu... kamu masih bisa melihat seperti apa dirinya dan rupanya.." Anna
"ngomong ngomong... aku penasaran... bagaimana perasaan mu begitu mendengar nya sudah tidak ada lagi" Anna
"aku..." Adryan terdiam
__ADS_1
"aku tersiksa... merasa gagal menjadi ayahnya yang tidak bisa menjaganya" batin Adryan
"sudahlah... tidak perlu dijawab.. kita pulang saja... " Anna lalu bangkit dan berjalan meninggalkan Adryan yang masih jongkok dia hadapan makan anaknya
selama perjalanan pulang mereka hanya berdiam saja, hingga akhirnya sampai di mansion Adryan melihat ada sebuah mobil terparkir namun tidak mengenal mobil itu.
"siapa yang datang bertemu" tanya Adryan
Anna hanya ikut melihat kearah mobil itu.
"kak Jho" Anna
"pria itu lagi" Adryan.
"lagi???" Anna
"ya... Dia beberapa hari yang lalu datang kerumah sakit dan berusaha membuat keributan. dan lagi aku tidak suka ada orang sembarangan datang ke mansion... tanpa seijin ku" Adryan
Jho pun yang melihat ada mobil yang datang dan Jho yakini didalamnya pasti Anna, dan mendekati mobil itu dan membukakan pintu.
"Anna..." Jho
"kak Jho" Anna sedang keluar dari mobil itu
"kamu baik baik saja... katakan bagaimana bisa kamu kecelakaan... dan apa yang terluka..." Jho langsung memeluk Anna
"aku baik baik saja.. kak lepaskan semua orang melihatnya" Anna
"kamu tidak dengar... lepaskan dia" Adryan
"aku sudah melarang mu untuk datang... tapi kamu masih bersikeras" Adryan
"kak... aku baik baik saja seperti yang kakak lihat.... tolong berhenti mengkhawatirkan ku... dan" Anna
"kamu tidak dengar... " Adryan seperti ingin marah karena melihat seseorang memeluk Anna dihadapan nya.
"Selamat datang nyonya" kepala pelayanan'
"silahkan bawa dia masuk ke kamarnya... dia segera istirahat" Adryan
"sebentar... aku belum selesai bicara dengannya" Anna
"kak... berhenti mengikuti ku... aku baik baik saja... dan juga aku dijaga olehnya keluarga ini... jadi jangan buang buang waktumu lagi.. kamu fokus lah pada dirimu sendiri..." Anna
"kalau dijaga. kenapa bisa kamu mengalami kecelakaan... mana penjagaan yang kamu katakan" Jho
"kak... berhenti... dan pulanglah. aju butuh istirahat... dan kecelakaan itu siapa sangka akan terjadi tidak ada kan... aku sudah selesai berbicara pergilah" Anna
"tunggu na... aku belum selesai bicara." jho
"kamu tidak dengar... dia mau istirahat... pergilah" Adryan sambil menghadang Jho dengan tangannya
"lepaskan tanganmu" Jho
"pergilah... " Adryan
Jho pun akhirnya pergi setelah Anna sudah masuk cukup lama, Jho sedikit kecewa karena sikap Anna tampak berubah namun Jho merasa senang karena Anna tidak terjadi apa apa.
__ADS_1
"baiklah tidak apa... melihatnya baik baik saja itu sudah cukup." batin Jho
Ziva yang melihat kejadian barusan itu.
"Anna... kamu sudah pulang... kamu baik baik saja kan..." Ziva hendak memeluk Anna
"jangan mendekat... menjauh dariku." Anna
"aku ingin memelukmu.... aku merasa sedih mendengar kecelakaan itu... tapi syukurlah kamu tidak terluka" Ziva memasang wajah sedih
"emm.... aku baik baik saja... jadi kamu tidak perlu sedih lagi" Anna
"syukurlah... kamu bahkan tampak baik baik saja setelah kejadian itu.." Ziva kesal karena Anna malah menjawab dengan santainya seperti seolah tidak terjadi apa apa
"emmm... "Anna
sementara Adryan sibuk mengatur kamar yang akan Anna tempati lagi, Adryan merasa tidak adil Anna berada dikamar belakang. jadi Adryan menyuruh para pelayan membersihkan kamar itu dan mengaturnya se menarik mungkin.
"sedang apa kalian." Ziva melihat para pelayan sibuk
"ini... Tuan meminta kamu membersihkan kamar ini" pelayan
"ada tamu yang akan datang" Ziva
"tidak... Nyonya Anna akan pindah kesini" pelayan
"siapa yang menyuruh kalian" Ziva
"Tuan... Tuan yang meminta kami melakukan ini" jawab kepala pelayan
Ziva tampak kesal dan pergi ke kamarnya.
"apa apaan ini... kenapa Adryan malah semakin perhatian padanya." Ziva
"apa jangan jangan Adryan sudah menyukai nya" Ziva
"harusnya dia juga ikut mati..." Ziva
karena penasaran dan tidak tahan lagi Ziva pergi mencari Adryan, mencoba mencari ke kamarnya namun tidak ada Ziva kini pergi ke ruang kerja nya.
"ternyata kamu disini... " Ziva
"kamu mencariku.." Adryan
"emm... apa benar kamu yang meminta pelayan itu merapikan kamar untuk Anna" Ziva
"iya... kenapa??" Adryan
"kamu... sepertinya kamu tampak semakin peduli dan perhatian padanya... dan aku merasa kamu semakin menjauh dariku" Ziva
"ayolah ziv... bukan seperti itu... aku hanya kasihan padanya... dia baru mengalami kecelakaan... kita tidak mungkin langsung membiarkan nya seperti itu. kamu tau kan maksud aku" Adryan
"tapi kamu tidak menyukai nya kan... aku takut" Ziva
"heii... lihat aku... apa aku tampak seperti menyukai nya..." Adryan lalu berdiri dan memeluk Ziva
"aku tidak mungkin menghianati mu... " Adryan
__ADS_1
"baiklah... aku percaya padamu" Ziva lalu kembali tenang setelah mendengar jawaban dari Adryan