Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 104


__ADS_3

Hamparan bunga warna warni membentang lebar dimata Alfred, Alfred melirik sekeliling didepannya terdapat pohon besar yang sudah berumur ratusan tahun memancarkan hijau kesuburan.


Dibawah pohon yang rindang terdapat dua anak kecil yang sedang duduk manis berbagi camilan manis, Alfred mengenal salah satu anak kecil itu.


Dia tidak mungkin lupa bagaimana bentuk wajahnya waktu kecil, Alfred mengambil langkah mendekat. Dia hanya penasaran akan wajah gadis berkepang dua itu, bahkan sebelum Alfred mengambil langkah ketiga, matanya terbuka lebar menatap langit-langit.


"Apa kamu sudah bangun?" tanya Krisan, Alfred mendorong wajah Krisan menjauhi wajahnya.


"Kenapa kamu ada disini? dimana gadis itu?" Alfred bangun duduk bersandar pada sandaran.


"Maksudmu sekertaris Lynn, dia berada dikamar sebelah mandi," jelas Krisan meluruskan pinggangnya yang bungkuk.


Kening Alfred berkerut tidak suka, melirik Krisan tajam. Krisan tidak mengerti apa pun, dia hanya menjawab pertanyaan Alfred berdasarkan faktanya jadi kenapa bosnya ini tidak senang dengan dirinya.


"Semalam aku dan sekertaris Lynn bertukar kamar, jadi sangat wajar kalau dia ada dikamar sebelah," jelas Krisan membela dirinya.


Alfred berpikir sejenak, beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Krisan mengikuti Alfred dibelakang berdiri sejauh satu meter dari pintu kamar mandi.


"Saya sudah merapikan jadwal anda yang berantakan, anda akan sarapan bersama Tuan Akio di ruangannya," jelas Krisan, memberikan stelan jas Alfred.


"Yah, itu bukanlah hal sulit." Alfred berjalan keluar, sambil mengancingkan kemejanya.


"Maaf, aku telat." Lynn mendorong pintu masuk, berdiri ditengah pintu.


"Ma-maaf." Lynn memutar tubuhnya.


Alfred menurunkan pandangannya, kemeja putihnya hanya terbuka dua kancing, bahkan tidak memperlihatkan dadanya lalu kenapa Lynn mengalihkan tatapannya.


Alfred tertawa jenaka, dia ingin mengerjai Lynn sebelum dia pergi menemui Tuan Akio dimana nanti hanya ada kebosanan tentang bisnis.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat kemari dan bantu aku mengancingkan kemeja ini," goda Alfred, Lynn tersentak kaget menoleh secara perlahan-lahan.


Wajah Lynn memucat layaknya baru melihat hantu, Lynn tertawa canggung memamerkan gigi putihnya, tubuh bergerak kaku.


"Kamu, tidak, Anda bisa mengancingkannya sendiri bukan?" tanya Lynn memiringkan kepalanya berkedip beberapa kali.

__ADS_1


"Tidak, karena inilah tugas sekertaris pribadi."


Lynn mengerucutkan bibirnya kesal, dia tidak suka sikap Alfred, mendekati Alfred, langkah kaki Lynn terasa berat.


Lynn mengerucutkan bibirnya, menatap wajah Alfred, meraih kemeja Alfred dan menurunkan pandangannya, Lynn menutup kedua matanya mulai mengancingkan.


"Aku memintamu untuk mengancingkan kemeja, bukan meraba tubuhku," perintah Alfred menangkap kedua tangan Lynn.


"Pfttt." Alfred tertawa melihat bibir Lynn mengerucut dengan mata terpejam erat.


"Apa sekarang kamu berencana menciumku?" bisik Alfred ditelinga Lynn, Lynn membuka matanya cepat, melototi Alfred dengan wajah galak.


"Ehem ...," Krisan berdehem pelan menyadarkan dua pasangan yang berada didunia masing-masing.


"Ayo kita pergi," tutur Alfred mengambil jas dari tangan Krisan.


...🍒🍒🍒...


Lynn mengekori Krisan dan Alfred, mereka bertiga menuju lantai paling atas hotel dan berhenti diruangan bernuansa Jepang kuno.


(Kon'nichiwa, yōkoso Arufureddo-san, Akio-san ga ofisu de matteimasu),"


["Halo, selamat datang Tuan Alfred, Tuan Akio sedang menunggu di kantor," sambut dua pelayan wanita didepan pintu sambil membungkuk]


Kedua pelayan wanita membukakan pintu, Alfred melangkah masuk, sementara Krisan membungkukkan badannya sebentar lalu berjalan masuk. Lynn mencoba meniru Krisan, membungkuk dua kali, berjalan masuk.


Lynn memeremkan matanya, walaupun dia sudah menonton ditelevisi kalau membungkukkan badannya di Jepang merupakan budaya orang Jepang untuk memberikan penghormatan bagi orang lain, sikap membungkuk ini dilakukan pada saat pertemuan pertama dengan seseorang atau orang asing.


Lynn berhenti melangkah, disofa terdapat satu pria tampan dan dibelakangnya ada seorang pria dengan kacamata di wajahnya.


" こんにちは、アキオさん、どれくらい会っていないのでしょう。"


(Kon'nichiwa, Akio-san, dorekurai-kai tte inai nodeshou.)


["Hallo Tuan Akio, sudah berapa lama kita tidak bertemu?"]

__ADS_1


Alfred mengulurkan tangannya, berjabat tangan dengan Akio, Lynn menundukkan kepalanya dia tidak tau kalau Alfred bisa berbahasa Jepang.


"初めまして、アルフレッドさん、お座りください,"


(Hajimemashite, Arufureddo-san, o suwari kudasai)


["Senang berjumpa dengan Anda Tuan Alfred, silahkan duduk." Akio tersenyum, ada lesung pipit di pipi kanan.]


Lynn dan Krisan membungkuk sebentar, Krisan berdiri dibelakang Alfred. Lynn belum pernah melakukan negosiasi luar negeri, buru-buru mengikuti, berdiri disebelah Krisan.


"昭夫さんは私が提案した提案についてどう思いますか?"


(Akio-san wa watashi ga teian shita teian ni tsuite dōomoimasuka?)


["Bagaimana Tuan Akio, dengan proposal yang aku ajukan padamu?" Alfred melipat kakinya, menarik senyuman bisnis dibibirnya.]


"ハハハ ... 彼女はいつも要点を突いているし、それは興味深い提案だけど、まずは一緒に朝食を食べませんか?"


(Hahaha... Kanojo wa itsumo yōten o tsuite irushi, sore wa kyōmibukai teiandakedo, mazuwa issho ni chōshoku o tabemasen ka?)


["Hahaha ... anda selalu saja langsung pada point penting, itu adalah proposal yang menarik namun bagaimana kalau kita sarapan bersama terlebih dahulu." Akio menarik senyuman lembut di wajahnya yang tampan.]


#Note:


yang berbentuk : (...) \=> cara bacanya


yang bentuk : [...] \=> terjemahannya


Eemm menurut kalian bagusnya dikasih teks bahasa jepangnya atau engak yah? Atau cuma kasih gelarnya aja gitu;


misalnya : Akio-san, Lynn-chan.


Gimana?? Komentar segera dikolom komentar!!


(Jujur, Author cuma tau dikit bahasa jepang selebihnya murni bantuan mbah Google, jadi bantu koreksi kalau ada yang salah, oke?!)

__ADS_1


__ADS_2