
"Aku rasa kita tidak harus membahasnya ditengah jalan umum." Kata Lynn tidak nyaman dengan pandangan orang yang memperhatikan mereka berdua.
Arga mengeraskan rahang wajahnya, menarik tangan Lynn ke taman yang terletak tidak jauh dari sana. Lynn melepaskan tangannya begitu mereka sudah berada di taman.
Arga menatap tangannya yang kosong, merasa ada sesuatu yang menghilang dari sana. Mata Arga tertuju pada tangan Lynn, tidak ada apa pun di jari tangan Lynn.
"Eve, Cici bilang padaku kalau kamu melakukan perjodohan dan akan menikah, apa itu benar?" Arga mencoba meraih tangan Lynn tetapi terhenti dan kembali ketempatnya semula.
Tidak ada respon atau pun jawaban dari bibir Lynn, dia hanya menundukkan kepalanya bingung bagaimana harus mengatakannya.
"Kamu gak menjawab berarti itu benar." Arga tertawa pelan sambil memiringkan kepalanya.
Arga menggertakkan giginya, sama sekali tidak ada suara yang keluar bahkan bibir Lynn tertutup sangat rapat.
"Wah... Hebat Eve, hebat."
Arga bertepuk tangan, Lynn mengigit bibirnya. Wajah Arga berubah menjadi dingin dan datar, cara dia berbicara juga berubah menjadi dingin dan kasar.
"Kamu menghianati janji yang kita buat. Kita udah pacaran selama 4 tahun dan begini cara mu membalasnya?!" Bentak Arga, memegang bahu Lynn dan memberikan kekuatan pada tangannya.
"Selama ini aku selalu mengabaikan perkataan Cici yang berkata kamu itu gadis yang hanya tau mempermainkan perasaan orang." Arga melepaskan tangannya, menyisir rambutnya kebelakang, tertawa sinis.
"Emang sejak kapan kita pacaran selama 4 tahun?"
Arga yang melihat ketempat lain, mengalihkan tatapannya pada Lynn. Lynn yang tertunduk mengangkat kepalanya, matanya sudah berubah menjadi warna merah.
__ADS_1
"Kamu bilang aku menghianati janji kita?" Lynn tersenyum miris, berjalan mendekati Arga.
"Dimana kamu saat aku berharap kamu ada disamping aku, membantu aku membatalkan perjodohan? Kamu gak ada, Arga. "
Suara Lynn yang biasanya ramah kini, naik menjadi satu tingkat nada.
"Apa tadi kamu bilang? Kita pacaran selama 4 tahun? Ha Ha Ha.." Lynn tertawa, melahirkan matanya.
"Apanya yang pacaran 4 tahun, kita pacaran pada saat kita masih duduk di kelas 2 SMK. Saat kita mau naik kelas 3, kamu tiba-tiba menghilang, tidak ada kabar sama sekali."
Lynn mendorong bahu Arga mengunakan jarinya, menatap Arga dengan tatapan kecewa.
"Kamu bahkan tidak memberitahu kemana kamu pergi, kamu menghilang bagai ditelan bumi tidak meninggalkan jejak apa pun."
"A-aku."
"Aku mengirimkanmu E-mail tapi tidak ada balasan, aku terus mengirimkannya. Satu hari aku bisa mengirimkan beberapa kali E-mail tapi aku sadar 'Oh.. Apa aku terlalu cerewet?' Aku yang setiap hari mengirimkannya berubah menjadi satu minggu sekali dan satu bulan hanya dua kali surat."
Lynn menekankan pengucapan katanya, Arga mengerutkan keningnya bingung, dia tidak menerima pesan apa pun selama ini.
"Setelah itu 1 tahun berlalu begitu saja dan lulus tanpa ada balasan darimu, aku depresi memikirkan apa kesalahanku? Aku mengajakmu putus dan menganggap seorang pria yang bernama Arga itu sudah mati dalam hati terdalamku."
Lynn mengusap kasar cairan bening yang mengalir di pipi kirinya, memilih melihat ketempat lain saja.
"Aku sama sekali tidak menerima pesan, dan aku pergi ke Australia saat itu. Aku sudah menyuruh Cici untuk memberitahukan padamu." Jelas Arga.
__ADS_1
"Kamu tau Arga, bahkan di hari perjodohan itu aku mengirimkan kamu pesan, berharap kamu datang dan menyelamatkan aku.." Bentak Lynn.
"Tapi apa? Harapan itu hancur pecah berkeping-keping seperti vas bunga." Teriak Lynn, dia sudah tidak bisa menahan emosi yang sudah lama dirinya pendam.
"Sekarang hubungan kita udah selesai, jadi jangan pernah ganggu atau pun muncul didepanku lagi." Lynn memperingati Arga, berbalik mau pergi.
"Eve, tunggu biar aku jelaskan." Arga menggenggam tangan Lynn menahan Lynn untuk tidak pergi.
"Gak semuanya udah jelas kok, Ga. Semuanya udah selesai, semoga kamu bertemu gadis yang lebih baik dari pada diriku ini dan jangan kecewakan diri." Lynn menghentakkan tangan Arga berlari pergi.
Tubuh Arga menjadi kaku, dalam hatinya berkata untuk mengejar Lynn yang berlari menjauh tapi kakinya sama sekali tidak bisa digerakkan. Arga berjongkok mengusap wajahnya dengan kasar, Arga teringat perkataan Lynn bangkit dan berlari ke arah yang berlawanan dengan Lynn.
"Aku harus mencari tau semuanya." Gumam Arga mengepalkan tangannya erat-erat.
***
Lynn berhenti didepan sebuah pohon besar disampingnya terdapat danau yang berkilau cantik, Lynn berjongkok menutup bibirnya, menahan tangisnya agar tidak bocor.
"Apa sih salah aku sampai-sampai harus begini?" Gumam Lynn pelan, meremas dadanya yang sesak dan sakit.
Drass..
Tiba-tiba hujan dengan derasnya turun, seperti hati Lynn yang hancur. Lynn menangis semakin keras, air hujan yang turun menyatu dengan air mata Lynn yang mengalir turun.
"Hua... Hua..." Tangis Lynn, tangan ya mengusap wajahnya agar air matanya berhenti tetapi itu sulit karena air hujan terus membasahinya.
__ADS_1
Srak..
Tetesan air hujan tidak lagi membasahi tubuh dan wajah Lynn, Lynn mengangkat kepalanya melihat siapa orang yang berdiri dibelakangnya dan memayungi dirinya agar tidak kehujanan.