Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 54


__ADS_3

Kejadian sebelumnya...


Lynn yang baru mau duduk di kursinya, mendadak mendapatkan panggilan darurat dari Alfred. Lynn tersenyum kecut, berjalan memasuki ruangan Alfred menatap Alfred yang duduk nyaman di kursinya berhadapan dengan komputernya.


Lynn mencoba berwajah datar, tetapi tidak bisa. Matanya masih belum terbiasa dengan ruangan Alfred yang terbilang mewah dan luas ini selalu memikat matanya.


"Hei... Kau, aku ingin kau membawakan aku salinan data ini dari ruangan asisten tim perancangan kesini." Kata Alfred memperlihatkan tabloid miliknya yang memperlihatkan sketsa bangunan.


"Baiklah, Apa ada perintah yang lain juga?" Tanya Lynn tersenyum.


"Oh... Aku ingin dokumen itu ada di atas mejaku dalam waktu 10 menit atau kamu di pecat." Kata Alfred menyeringai jahat, melipat tangannya diatas dada menatap Lynn dengan tatapan meremehkan.


"Baiklah itu tidak sulit sama sekali." Jawab Lynn menerima tantangan Alfred dan berbalik keluar.


"Kamu pikir aku bakal kesulitan?" Gumam Lynn berjalan menuju ruangan tim perencanaan.


Didepan Lynn ada Sinta, Lita dan Ana yang saling melemparkan candaan dan tertawa menanggapi lelucon yang dilontarkan.


Sinta yang melihat Lynn ada didepannya sambil celinguk kiri dan kanan, senyuman licik mekar dibibir Sinta, Sinta menatap es teh yang berada di tangannya dan mengoyangkannya pelan.


"Aah..." Gumam Sinta pelan tersenyum licik mengangkat gelas plastiknya dan membiaskan pantulan bayangan Lynn yang berjalan mendekat.

__ADS_1


"Astaga... Aku lupa kalau ada berkas yang harus aku berikan ke sekertaris Krisan." Seru Sinta, berjalan tergopoh-gopoh menuju arah Lynn.


Ujung bibir Sinta naik keatas, sengaja menyenggol bahu Lynn. Gelas yang tidak dipegang dengan benar tumpah mengenai kemeja putih Lynn.


Brush...


Suara es teh tumpah mengenai baju Lynn, Sinta menjatuhkan tubuh ke lantai dan menutup bibirnya rapat-rapat seolah dirinya adalah korban.


"Ah... Maafkan aku sekertaris Lynn, aku tidak sengaja menumpahkannya, tanganku licin." Kata Sinta dengan wajah bersalah.


"Astaga! apa tanganmu terluka?" Teriak Lita yang ada disamping Ana penuh kehebohan mencoba menarik perhatian sebanyak mungkin.


Sinta mengelengkan kepalanya, berkata tidak apa-apa, Lynn yang kemeja putihnya basah karena air es menatap Lita dan Sinta secara bergantian.


Lynn memiringkan kepalanya, menatap drama pagi yang mengacaukan ketenangan harinya, menghela nafas. Lynn mengulurkan tangan pada Sinta yang masih duduk di lantai.


"Bangunlah, lantai itu dingin dan kotor." Kata Lynn menatap Sinta dari atas.


Sinta tersenyum, bangun sendiri tidak menerima uluran tangan Lynn, Lita memutari Sinta seperti induk ayam yang memeriksa keselamatan anak ayamnya.


Selesai memeriksa Sinta, Lita memberikan tatapan kilatan tajam pada Lynn. Mengambil dua langkah maju kedepan, menatap Lynn.

__ADS_1


"Hei... Kamu kira karena jabatanmu itu sekertaris jadi kamu bisa menindas kami?" Sinis Lita menggunakan jari telunjuknya mendorong bahu Lynn.


"Ana, kita harus menghentikan Lita." Cicit Sinta menarik tangan Ana, wajahnya penuh kecemasan tetapi Ana tidak sadar kalau ada senyuman iblis dibalik tangan Sinta yang menutupi bibirnya.


"Sekarang aku tau siapa orang yang berbisik di kamar mandi waktu itu." Kata Lynn dalam hatinya.


"Hei... Apa kamu sekarang berubah menjadi bisu dan tuli setelah tidak bisa melihat dengan baik?" Lita tersenyum jijik, mengibas-ngibaskan tangannya seolah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor.


"Astaga... Apa yang terjadi?"


"Bukankah itu Lita? Kenapa dia seperti itu?"


"Itu sekertaris Evelynn kan? Apa yang terjadi pada pakaiannya?"


Lynn melirik ke kiri dan ke kanan dimana semua karyawan mulai berkumpul dan berbisik satu sama lain. Lita tersenyum senang akhirnya dia berhasil menarik perhatian dengan begini dirinya akan mendapatkan efek positifnya bukan?


"Dasar tidak tau diri, kamu masih bisa tersenyum!?" Bentak Lita, mengertakkan giginya kesal.


Lita yang tidak mendapatkan jawaban dari Lynn, merasa malu karena dicuekkin. Lita mengepalkan tangannya.


"Kamu-"

__ADS_1


"Ada Apa ini kenapa semua orang berkumpul dikoridor?" Suara bariton datang dari belakang, memotong perkataan Lita.


Satu persatu orang mengalihkan tatapan mata mereka ke belakang, Lita tersenyum lebar melihat orang itu.


__ADS_2