
"Lynn, ini adalah Bibi Anne dan Bibi Emma." Jelas Hana memperkenalkan dua orang wanita yang duduk berdampingan.
"Selamat malam Bibi Anne dan Bibi Emma." Sapa Lynn, Lynn tiba-tiba merasa canggung, tidak tau harus bagaimana bersikap.
"Astaga, Hana aku tidak tau kalau kamu bakal punya menantu secantik ini." Puji wanita dengan rambut disanggul tinggi, dia adalah Emma Kakak kandung Hana.
"Kakak ini bisa saja." Hana tertawa senang, Lynn ditahan Hana hanya bisa mengulas senyuman.
Anne memandang Lynn dari ujung kaki sampai ujung kepala, Lynn diperhatikan seperti itu merasa risih dan gugup takut melakukan kesalahan karena tatapan Anne menusuk dan seperti merendahkan Lynn.
"Lynn, bantu Mama panggilkan Alfred kemari, kita tidak bisa menunda acara ini lebih lama kan Kakak Anne?" Hana menatap Kakak iparnya penuh kelembutan tetapi sama sekali tidak mengurangi ketegasan nya dalam berbicara.
Anne mengambil napas dalam dan menanggukkan kepalanya setuju.
"Lynn, kamu hanya perlu menaiki tangga itu lalu berbelok ke kanan, disana ada pintu berwarna coklat dan itu adalah kamar Alfred. Mama tidak bisa menemanimu." Kata Hana bola matanya berputar ke arah tangga memberikan kode pada Lynn.
Lynn berjalan menaiki tangga, mengikuti petunjuk yang diberikan Hana padanya, Lynn menatap pintu coklat yang ada di depannya. Semua pintu yang Lynn lihat semuanya berwarna krim tidak ada warna coklat seperti pintu kamar Alfred.
Tok.. Tok...
"Tuan Alfred, Mama memanggil kamu untuk segera turun." Lynn mengetuk pintu kamar Alfred, tapi tidak ada jawaban sama sekali.
__ADS_1
"Ini orang apa susahnya sih keluar sebentar?" Tanya Lynn dalam hatinya, tangan terus mengetuk pintu kamar.
Ceklek
Alfred berdecak kesal, menatap Lynn tajam, Lynn yang ditatap tajam tidak menciut dia malah membalas Alfred dengan tatapan tajam juga.
"Mama ma-"
Alfred menarik Lynn masuk kedalam pelukkannya, Lynn yang tidak siap mengedipkan matanya berkali-kali. Tubuh Lynn mendadak menjadi kaku, wangi tubuh Alfred menusuk penciumnya, wajah Lynn berubah menjadi merah dalam kecepatan beberapa detik karena malu.
"Pertunangannya dipercepat karena Mama mau segera punya cucu, tetapi aku lebih tidak sabar menikah denganmu, Lynn." Kata Alfred penuh kelembutan, tangan kanannya mengelus kepala Lynn.
Lynn mengerutkan keningnya, dia tidak setuju akan perkataan Alfred. Pernikahan ini adalah pernikahan kontrak, tidak akan ada cinta dalam pernikahan. Lynn mendorong tubuh Alfred menjauh tapi bukannya menjauh Alfred malah menguatkan pelukkannya.
"Diamlah, ada Bibi Anne yang sedang menguping." Bisik Alfred ditelinga Lynn, menghentikan Lynn sebelum dirinya jatuh kedalam masalah.
"Kalau begitu ayo kita temui Mama." Alfred melepaskan pelukkannya dan mencium kening Lynn pelan, Alfred menggunakan tangannya sebagai penghalang agar bibirnya tidak mengenai kening Lynn.
Alfred Berjalan lebih dulu meninggalkan Lynn dibelakang, Lynn menatap Alfred, tangan kanannya menyentuh keningnya. Lynn malu langsung berjongkok menyembunyikan wajahnya.
"Diamlah, ada Bibi Anne yang sedang menguping."
__ADS_1
Bisikan Alfred kembali melintas dipikiran Lynn seolah-olah suara itu berbisik kembali, Lynn memukul pipinya pelan menyadarkan dirinya akan keberadaan dan posisi sebenarnya.
"Ingat Eve ini hanya pernikahan kontrak, semuanya akan berakhir dan kita ada di dunia yang berbeda." Lynn mengubur dan menancapkan perkataan itu dihatinya dalam-dalam.
"Jangan salah paham Eve, kamu bisa semangat, semangat!." Gumam Lynn pelan memberikan dirinya semangat, lalu berlari mengejar Alfred yang sudah berjalan jauh.
Alfred berdiri di anak tangga mengulurkan tangannya meminta tangan Lynn, Lynn menatap tangan Alfred lalu berpindah ke wajah Alfred yang dingin, Lynn memberikan tangannya tanpa ragu-ragu.
"Akhirnya pemeran utama kita ada disini." Kata Suami Emma yang duduk disamping Emma, namanya adalah Hendri.
Alfred tersenyum mengejek ternyata firasatnya benar kalau Tante Anne tengah menguping, tadi saat Alfred membuka pintu, mata gelapnya melihat ada sebuah ujung rok bermotif bunga yang keluar dari dinding. Dan sekarang Tante Anne tidak ada ditempatnya.
"Freddy, Maafkan Mama. Mama mau kalian melakukan pertunangan sederhana dengan keluarga kita sebagai saksi kalau kalian sudah bertunangan." Jelas Hana, menggenggam tangan Lynn dan melemparkan tatapannya pada Alfred.
"Tidak apa-apa kok Ma.." Jawab Alfred dan Lynn kompak, mereka semua menertawakan kekompakkan Alfred dan Lynn, hanya Wendy yang tidak tertawa, Wendy terus menatap Lynn dengan tatapan aneh.
Hana membawa cincin pasangan dengan satu berlian putih kecil ditengah masing-masing cincin dan memberikannya pada Lynn dan Alfred.
Lynn menatap Alfred yang memasang wajah senyuman tetapi tatapan matanya bosan, Lynn memasangkannya di tangan Alfred dan cincin itu sangat las ditangan Alfred.
Alfred mengeluarkan cincin dari tempatnya, mengangkat tangan kiri Lynn dan memasangkannya dijari manis Lynn. Lynn kagum, cincin itu pas di jari manisnya padahal dirinya tidak mengukur cincin.
__ADS_1
"Cium.. Cium.." Sorak Suami Anne, yang bernama Tio, mendengar sorakan Tio semua orang ikut bersorak memberikan dorongan.