Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 17


__ADS_3

Suara tirai yang ditarik memperlihatkan Lynn yang memakai mini dress yang berkilau, Mina langsung shock, mulutnya terbuka lebar menatap Lynn dengan tatapan kagum.


"Kamu sangat cantik Eve." Teriak Mina heboh, mengangkat kedua jempolnya.


"Benarkan, tadi aku sudah bilang pada Nona Lynn tapi dia tidak percaya padaku." Kata Manager yang berdiri tidak jauh dari sana.


"Aku juga merasa kalau sahabatku ini cocok nya jadi model." Puji Mina, Lynn tersenyum tipis.


Lynn sedikit malu karena Mina dan Manager itu terus memuji dirinya. Tirai kembali tertutup, Mina yang tadinya bosan kini menjadi sangat bersemangat, dia memperhatikan buku sampel dengan seksama.


"Kurasa ini sangat cocok dengan Eve, gaun ini pasti akan menonjolkan dirinya." Kata Mina bangga pada pilihannya.


Srak...


Tirai ditarik, saat ini Lynn memakai gaun berbentuk duyung dengan mahkota ungu dikepalanya. Mina yang melihat buku segera mengangkat kepala melihat Lynn.


"Cantik." Mina mengeluarkan ponselnya memotret foto Lynn yang melihat ketempat lain.


Mina tersenyum senang melihat hasil fotonya, dengan cepat dia mengirimkan foto itu pada Yasmin.


"Ah... Coba yang satu ini." Mina menunjukkan sampel yang dilihatnya tadi dan pelayan itu melihat sebentar lalu menutup tirai.


Mina mengigit bibirnya tidak sadar melihat hasil pilihannya, mata Mina melotot pada tirai yang menghalangi pemandangan matanya.

__ADS_1


Tirai kembali dibuka, kini Lynn dalam balutan gaun panjang sampai ujung kakinya, gaun itu memperlihatkan bahu Lynn dan dibelakang gaun memperlihatkan punggung Lynn walaupun tidak terlalu jelas karena sudah ada kain yang menghalangi.


Rambut Lynn terurai kesebelah kiri, dengan hiasan mutiara disepanjang uraian rambut dan ada mahkota putih dikepala Lynn sebagai tambahan.


"Terima kasih Mina ini sangat cantik." Puji Lynn, Mina menggosok hidungnya bangga dengan penglihatannya yang tajam.


"Sebentar." Mina berjalan ke meja mengambil ponselnya, "Aku harus memarkan ini pada Yasmin." Imbuh Mina, mengambil satu foto dirinya dan Lynn yang tersenyum bahagia.


Lynn sudah selesai mengganti pakaiannya, menghampiri manager yang sibuk mengatur.


"Aku akan memakai gaun yang terakhir dan tolong pilih satu set pakaian pria yang sesuai dengan gaun itu." Kata Lynn.


"Baiklah Nona, tapi kemana kami harus mengirimnya?" Tanya manager itu, Lynn mengeluarkan selembar kertas yang ada di tasnya, mulai menulis alamat.


"Eve, apa kamu benar gak mau kasih tau siapa penggantian prianya ?" Tanya Mina penasaran.


"Itu rahasia Mina, kamu juga bakal tau saat harinya." Jawab Lynn tersenyum penuh misterius. Mina mengerucutkan bibirnya, bibirnya bergerak mengatakan sesuatu tapi tidak ada suaranya hanya ada gerak bibir.


...****************...


Lynn yang baru keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati kursi empuk yang berada didekat jendela, menatap keluar jendela. Menikmati pemandangan alam, dimana langit mulai berwarna orange.


Lynn termenung menatap langit senja, memikirkan kejadian tadi siang di butik, Lynn mendapat telepon dari Krisan.

__ADS_1


"Nona Lynn, aku ingin memberitahukan kalau Tuan Alfred tidak bisa datang ke butik. Anda bisa memilih gaunnya lalu meminta butik tersebut menyiapkan satu set pakaian pria yang sama dengan gaun mu, tagihannya akan dibayar Tuan Alfred." ~ Jelas Krisan.


"Baiklah.." Jawab Lynn.


Lynn mengigit bibirnya, dirinya sangat kesal pada Alfred, apa susahnya untuk datang sebentar saja. Setidaknya perlihatkan wajahmu sebentar saja.


"Langit senja bahkan lebih indah dari pada hidupku yang terombang ambing." Lynn tertawa pahit , dadanya terasa sesak, Lynn mengambil napas dalam-dalam mengubur perasaan sesak ini jauh-jauh.


Mina menerobos masuk kedalam kamar Lynn tapi mengetuk sama sekali, Lynn yang tadinya terbawa suasana kaget. Mina tidak memberikan Lynn kesempatan untuk menormalkan ekspresinya langsung menarik Lynn ke ruang tamu.


"Eve, ada orang aneh yang berdiri didepan pintu." Kata Mina, bersembunyi dibalik punggung Lynn.


Kening Lynn berkerut bingung, mengintip dibalik kaca yang terletak ditengah-tengah pintu. Lynn membuka pintu, Mina yang melihatnya berlari secepat kilat menuju dapur mengambil panci.


"Yasmin, apa yang terjadi?" Mina yang mendengar nama Yasmin disebut menurunkan pancinya dengan cepat.


Yasmin masuk kedalam, duduk di kursi empuknya dengan kepala tertunduk. Lynn menutup pintu dan berjongkok didepan sahabatnya.


"Min, tolong ambilkan segelas air." Mina mengaruk kepalanya tidak paham, berjalan kedapur menaruh pancinya dan menuangkan air.


"Yas?" Lynn merapikan rambut Yasmin yang menutupi wajahnya, menyelipkan rambutnya ketelinga Yasmin.


"Hiks..."

__ADS_1


__ADS_2