Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 90


__ADS_3

Alfred tidak kunjung melepaskan pelukan, Lynn membatu didalam pelukkan Alfred. Lynn tidak berani membalas pelukkan Alfred, jantung Alfred berdetak cukup kencang dan itu membuat Lynn gugup tanpa alasan.


"Tu-tuan Alfred, Eemmm ... Apa kamu bisa melepaskan pelukkanmu?" Tanya Lynn.


"Tidak, biarkan aku seperti ini selama beberapa detik lagi," Ujar Alfred makin mempererat pelukkannya.


Lynn tidak tau harus berbuat apa, mengulurkan tangannya menepuk pundak Alfred dengan pelan-pelan.


"Kenapa kamu tidak bertanya apa pun?" Alfred mengangkat kepalanya menatap kedalam mata Lynn.


Lynn tersenyum tipis, mendorong kening Alfred menjauh dari wajahnya.


"Aku harus berkata apa?" Tanya Lynn memiringkan kepalanya.


"Aku mencari pergi sebentar, lalu di saat aku kembali seorang pria dengan kaki keseleo menghilang. Lantas aku mencarinya didalam hutan," Ujar Lynn.


Lynn memandangi Alfred dari bawah hingga keatas, pria yang selalu bermartabat dan penuh wibawa berubah menjadi berantakan dalam sekejap mata.


Alfred diam, matanya fokus menatap Lynn, Lynn yang ditatap dengan tatapan intens, mendadak salah tingkah.


Wuss...


Angin mengacaukan rambut Lynn, Lynn tersenyum cerah sambil memperbaiki anak rambutnya berterbangan mengikuti arah angin yang membawanya.

__ADS_1


Semua tindakan kecil Lynn tidak luput dari pandangan mata Alfred. Jantung yang sudah tenang kini berdetak tidak karuan lagi, Alfred menyentuh dadanya bergumam tidak jelas.


Lynn tidak tahu apa yang digumamkan Alfred, dia sibuk menikmati pemandangan alam.


Matahari tenggelam secara perlahan-lahan kedalam lautan luas, langit mengikuti matahari yang menghilang. Memomen singkat ini sangat sulit untuk dilihat, dimana setiap sudut dunia penuh akan kebisingan dan waktu berputar setiap saatnya. 


"Aaah... mataharinya sudah pergi, dan langit sudah malam," Lynn mengeluh tanpa sebab.


Lynn menatap kakinya, sekarang dia mengerti apa alasan dirinya selalu merasakan kekosongan padahal banyak sekali orang disekelilingnya.


Jawabannya adalah waktu, dia tidak menunggu atau memberikanmu kesempatan kedua, dia adalah kunci setiap pertanyaan yang tidak terjawab.


Sudut mata Lynn terasa panas, Lynn menggosok matanya tidak ingin Alfred sadar akan kehadiran kristal bening ini.


"Yah, kita harus beristirahat untuk besok." Jawab Alfred tersadar mendengar suara Lynn.


Alfred mematahkan beberapa dahan daun besar dan membentangkannya dibawah tanah, menaruh sekumpulan ranting dan mengosoknya dengan kayu yang lain.


"Tunggu, Tu-tuan Alfred!" Lynn memegang tangan Alfred menghentikan tangan Alfred mengesek kayu.


Alfred menatap Lynn meminta alasan kenapa Lynn menghentikan dirinya, Lynn mengira kalau Alfred menyuruhnya menjauhkan tangannya dari dirinya, buru-buru menarik tangannya.


"Haishh, Kita pergi ke gubuk saja," Ungkap Lynn.

__ADS_1


Lynn melipat tangannya, menghindari tatapan mata Alfred. Alfred berdiri memasukkan pisau lipatnya kedalam saku celana, Lynn memimpin jalan menuju kedalam hutan.


"Apa kamu yakin? Aku tidak mau bertemu serigala dan berakhir mati!" Ancam Alfred memasang kewaspadaan.


"Aku jamin! Jika tidak aku rela dipecat saat kita tiba di perusahaan nantinya," Jawab Lynn dengan kepercayaan


Ucapan Lynn spontan membuat Alfred berhenti melangkah sebentar, Alfred kembali berjalan mengikuti Lynn.


Srak ... Srak ...


Suara semak-semak, Lynn senang sekali melihat gubuk yang di temukannya saat mencari buah atau sesuatu untuk dimakan.


"Lihatlah, aku tidak berbohong sama sekali." Lynn tersenyum lebar memamerkan gigi ginsulnya.


Sinar rembulan menyinari tanah lapang, Lynn duduk bersantai dibawah tangga mengamati cahaya rembulan.


Tidak jauh dari sana ada Alfred tengah duduk bersandar pada tembok, matanya tertutup rapat tetapi dirinya sama sekali tidak tidur.


Mereka berada didalam ruangan tadinya, tapi Lynn ingin keluar mencari udara segar, otomatis Alfred mengikutinya dan berakhir disini.


"Kau masih ingat Tuan Alfred? Kita membuat persyaratan dan persyaratan itu berlaku selama 6 bulan." Lynn duduk meringkus menyangga wajahnya menggunakan kedua kakinya.


Alfred tidak menjawab, dia sudah lupa dan keberadaan kertas itu juga tidak tau ada dimana. Lynn menoleh kearah Alfred lalu membuang tatapan itu keatas langit.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah bekerja selama empat bulan, kamu akan menepati janjimu kan?"


__ADS_2