Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 98


__ADS_3

Alfred mengambil botol dan melakukan putaran, dan berbotol itu berhenti didepan Arga. Arga tersenyum kecut menarik secangkir gelas mendekatkan gelas itu ke


bibirnya sebelum Alfred melontarkan pertanyaan.


Gelas itu belum sempat mencapai bibir Arga, Alfred memprovokasi Arga.


"Aku bahkan belum bertanya dan kamu sudah mau minum duluan? Kamu bukan pengecutkan?" kritik Alfred.


Tangan Arga berhenti di udara, Arga tersenyum sinis. Langsung meneguk semua alkohol yang ada digelasnya.


Tak


"Haah! Aku bukanlah pengecut, aku memilih dare."


"Habiskan dua kaleng ini sampai habis sekarang juga, aku akan menemanimu minum." Kata Alfred menaruh dua kaleng alkohol di depan Arga.


Arga tersenyum seolah itu bukanlah tantangan yang sulit, baru mau mengambil satu.


Plak


Arga melongo, tangannya dipukuli Mina. Mina menarik semua minuman kearahnya, melototkan matanya pada kedua pria itu.


"Jangan ambil minumanku! Pergi beli sendiri, jadi pria kok malas banget? Gak punya duit yah? Hehe..." Mina terkekeh lucu.


"E-Eve, ke-napa ba-rang dirumah ber-putar-putar?" gumam Mina memutar jari telunjuknya.


Kepala Mina bergoyang kesana kesini, seperti pohon yang diterpa angin kuat. Lynn tidak tega melihat Mina berbicara tidak jelas, menghentikan Mina untuk minum satu teguk lagi.


"Mina jangan minum lagi, kami udah mabuk," tutur Lynn khawatir.


"No, no! Aku belum mabuk!" Kekuh Mina, mendorong tangan Lynn menjauhi gelasnya.


Meminum dalam satu tegukkan, Mina tersenyum cerah. Lynn membereskan semua minuman kedalam plastiknya dan membawanya kedapur, meninggalkan Mina bersama dua pria yang menatapnya dengan tatapan aneh.


"Mana ada orang mabuk, ngaku kalau dia mabuk," Gumam Arga pelan.

__ADS_1


"Hei, hei! Kamu itu siapa? Beraninya bicara gitu!" bentak Mina menaikan suaranya lebih tinggi dari biasanya.


Mina mengacungkan jarinya kearah Alfred, Alfred menghela napas pelan dan mendorongnya jarinya mengarah menuju Arga.


Mata Mina menyipit kecil, melebar dalam sekejap, bola mata Mina seperti mau meninggalkan tempatnya.


Mina mengoyangkan Yasmin yang tertidur diatas meja, Yasmin masih dalam keadaan mabuk menatap Mina linglung, menganggukkan kepalanya.


"Yas! Ada dua Arga!" Raung Mina terus mengoyangkan bahu Yasmin.


"Mana, mana?" Yasmin menoleh kekiri dan kekanan dengan mata tertutup.


"Itu, itu! Ada dua lagi!" Jelas Mina menunjuk Arga.


Yasmin membuka matanya, mengikuti kearah dimana jari Mina menunjuk. Yasmin memukul tangan Mina dan tertawa.


"Kamu salah Min, itu ada tiga!" timpal Yasmin.


"Ya-ng ini ********." Kata Yasmin, menunjuk bangku kosong.


"I-ni sampah." Tambah Yasmin menunjuk kearah Alfred.


"Dan ini *******," timpal Mina.


Mina dan Yasmin tertawa terbahak-bahak, memukul tangan mereka satu sama lain. Yasmin menaruh kepalanya diatas meja, dan tertidur, sedangkan Mina duduk tertidur dengan kepala tertunduk.


Lynn keluar dari dapur menatap Alfred yang duduk tegak sementara ada tiga orang yang sedang tertidur.


Lynn menatap Alfred meminta penjelasan tetapi Alfred memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Lynn.


"Apa yang terjadi?" tanya Lynn bingung.


"Dua itu mabuk, dan ini pura mabuk."


"Pura mabuk?" beo Lynn.

__ADS_1


"Iya... pura-pura mabuk." Jelas Alfred mencondongkan tubuhnya kedepan, melipat kakinya yang panjang.


Lynn mengangguk lemah, Mina membuka sebelah matanya. Mengulurkan tangannya pada Lynn, layaknya anak kecil meminta gendong.


Lynn menutup wajahnya, dia tidak bisa menjaga harga diri Mina lagi kali ini, Lynn memapah Mina menuju kamarnya kemudian memindahkan Yasmin kekamar yang sama dengan kamar yang ditempati Mina.


Lynn duduk bersandar, menetralkan pernapasaannya yang kacau. Alfred memperhatikan Lynn dari samping, dimana wajah Lynn memerah sampai keujung telinganya karena ngos-ngosan.


"Mua minum?" Alfred menyodorkan gelas kearah Lynn.


Lynn mengambil dan meminumnya tanpa memeriksa minuman apa itu, kerutan langsung terbentuk diwajah Lynn.


"Uweekk... minuman apa ini?" Lynn menjulurkan lidahnya, tidak menyukai rasa pahit dan menyengat di lidahnya.


"Itu alkohol."


"Aku tau, tapi rasanya sangat tidak enak!" keluh Lynn, meminum jus jeruknya.


"Tunggu, gelas siapa tadi yang baru saja aku pakai?" tanya Lynn dalam hatinya.


Ceguk


Lynn mengalami cegukan, menatap Alfred yang tenang-tenang saja seolah itu bukanlah masalah besar. Arga mengangkat kepalanya, tidak berani menatap mata Lynn.


"Aku pulang dulu," lirih Arga dengan nada lelah.


Arga berjalan sempoyongan, jiwanya terkuras habis, tidak ada energi. Kepala Arga hampir saja membentur dinding, Lynn bangun tetapi Alfred menahannya meminta duduk kembali ketempatnya menggunakan matanya.


Lynn mau memprotes tapi, dia juga tidak mau melewati batasan yang sudah dibuatnya. Lynn duduk kembali, Arga menutup pintu dan pergi.


Sekarang hanya tinggal Lynn dan Alfred, masih duduk di meja makan. Lynn menurunkan pandangannya entah kenapa rasa jantungnya mau melompat keluar, kalau dia bertatapan dengan Alfred.


"Sekertaris Lynn," Panggil Alfred.


Lynn spontan mengangkat kepalanya menatap

__ADS_1


Alfred.


"Aku ingin bilang kalau...


__ADS_2