Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chaptsr 24


__ADS_3

"Ini..." Arga bisa melihat ada banyak sekali orang yang mengiriminya pesan tetapi tatapan matanya hanya tertuju pada satu nama.


Arga membuka pesan Lynn dari dikirim baru 1 minggu lalu, mulai membaca satu huruf demi satu huruf dan turun ke pesan yang selanjutnya.


...'Ga, Kamu hilang kemana sih? Bisa gak kasih kabar ajah? Aku cemas tau......


...Arga, kamu sibuk banget yah? Ini aku Lynn. Tolong balas kalau udah dibacaT_T....


...Arga, hari ini hujan deras banget. Kami jadi gak bisa turun kelapangan buat olahraga, jangan lupa jaga kesehatannya♡.'...


Arga meremas dadanya sesak, dia bisa melihat Lynn mencoba menceritakan kegiatan sehari-harinya, tapi pesan yang dikirim Lynn mulai berkurang dan semakin pendek.


Arga terus membaca satu persatu pesan yang dikirim, rasanya hatinya hancur begitu membaca pesan Lynn yang mengajaknya putus, Arga melihat tanggal terakhir pesan dikirim dan itu pesan 1 tahun lalu.


...'Arga, Kamu dimana sih? Sebenarnya kamu anggap aku apa? Kenapa kamu pergi tanpa pamit? Memang apa salahku sampai kamu harus begini, kasih tau aku😢!!. Arga, aku dijodohkan sama Mama Aila, kamu sayangkan sama aku😢? Tolong bantu aku buat membatalkannya😭😢... Arga !!'...


Arga mengusap wajah kasar, hanya tinggal satu pesan lagi yang tersisa. Dari tadi tangannya sudah sangat gatal untuk membanting laptobnya dan berlari menemui Lynn.


...'Arga, tanggal pernikahan aku udah ditetapkan, itu satu minggu lagi dari sekarang. Kalau kita ketemu dijalan aku harap kamu pura-pura gak kenal aku dan aku pun juga akan begitu. Semoga kamu menemukan seseorang lebih baik dan sempurna dari pada diriku ini. Dan tetap sehat...'...


Arga melototkan matanya tidak percaya, buru-buru mengambil kalender mejanya dan mencocokkan tanggal kalender dengan tanggal terakhir pesan dikirim.


"Itu... besok." Gumam Arga, menaruh kalender meja. Buru-buru bangun dari tempat duduknya mengambil kunci mobil dan ponselnya.


Arga berlari keluar dari kamarnya menuju garasi tidak memperdulikan tetesan hujan, Arga menyalakan mobil, melaju di jalan raya. Dia menyetir mobil sambil menelepon ke ponsel Lynn.


'Nomor yang anda tuju berada diluar jangkauan, mohon cobalah beberapa saat lagi.'

__ADS_1


Arga mengacak rambutnya frustasi, menambah kecepatan mobil. Mengertakkan giginya, dia terus mencoba menelepon beberapa kali tetapi tetap keluar suara yang sama.


"Sialan." Teriak Arga, kesal.


Baru beberapa menit Arga sudah sampai didepan dirumah Lynn, dia turun dengan cepat sama sekali tidak memperdulikan penampilannya lagi.


Tok... Tok...


Arga bergumam cemas, dia terus mondar-mandir didepan pintu. Tangan terangkat ingin mengetuk pintu, pintu lebih dulu terbuka memperlihat seorang ibu-ibu.


"Cari siapa Yah?"


"Apa Lynn ada?" Arga mengintip kedalam rumah.


"Nona Lynn tidak ada." Jawab Ibu itu dengan ramah.


"Lynn masih belum pulang? Apa dia akan lama? Aku bisa menunggu disini." Kata Arga mengepalkan tangannya.


"Sebenarnya, Nona Lynn pergi dari rumah. Dan ini sudah hampir 1 minggu dan Nona Lynn sama sekali belum pulang." Jelas Ibu itu.


"Kalau begitu apa ibu punya nomor teleponnya?" Arga mencoba untuk tidak putus asa, Ibu itu menggelengkan kepalanya pelan.


"Nona menganti nomor teleponnya." Arga tersenyum pahit, dimana sekarang dia harus mencari Lynn.


"Kalau begitu makasih yah, Bu. Saya permisi dulu." Kata Arga berbalik ke mobil setelah mendengar jawaban dari ibu itu.


Arga yang sudah berada didalam mobil memukul setir mobilnya, memijat keningnya yang pusing.

__ADS_1


"Sekarang aku harus bagaimana? Mina dan Yasmin tidak akan mungkin menjawab teleponku." Geram Arga, sebuah pikiran langsung terlintas.


Arga menyalakan mobilnya menuju ketempat yang seharusnya dia tuju dari tadi. Arga tertawa sedih membiarkan air hujan membasahi dirinya, dia sudah kerumah Yasmin dan pembantunya bilang kalau Yasmin sudah 1 minggu lebih tidak pulang kerumah.


Arga bergegas pergi kerumah Mina tapi sayangnya kata tetangga yang baru pulang dari kebun berkata kalau Mina sudah lama pindah dari rumahnya.


"Sekarang aku harus pergi mencari dimana lagi?" Gumam Arga, menundukkan kepalanya bingung harus bagaimana lagi.


***


Lynn berbaring diatas kasur, tadi Lynn bermain bersama Bastian dan Bastian bahkan tidak mau jauh dari Lynn sampai dia tidur siang.


"Sekarang apa yang dilakukan Mina dan Yasmin?" Gumam Lynn, berbaring menyamping memperhatikan jendela kaca yang memperlihat diluar masih turun hujan.


Lynn bangun, berjalan kearah jendela. Membuka jendela dan mengulurkan tangannya membiarkan air hujan mengenai telapak tangannya.


"Kakak..." Panggil Bastian, mengucek matanya.


Tangan kiri Bastian memegang boneka kelinci, Hana sudah mengajari Bastian untuk memanggil Lynn dengan sebutan Tante tapi Bastian dengan tegas langsung menolak.


Lynn mengalihkan tatapannya kearah Bastian, menarik tangannya, lalu menutup jendela agar udara dingin tidak lagi masuk kedalam kamar.


"Tian mau tidur bareng sama Kakak." Rengek Bastian, mengembangkan pipinya.


Lynn tertawa, menggendong Bastian. Membaringkan Bastian, Lynn berbaring disamping Bastian, Bastian memeluk Lynn erat.


"Selamt tidur Bastian, ingat jangan panggil Kakak tapi tante." Bisik Lynn ditelinga Bastian, tidak tau kalau Bastian mendengarkan.

__ADS_1


Lynn memberikan tepukan pelan dipunggung Bastian, Lynn yang lelah juga ikut terlelap. Alfred yang sudah mengawasi dari tadi masuk kedalam kamar, menyelimuti Lynn dan Bastian, Alfred bangun mau pergi, tangan mendadak ditahan Lynn.


"Jangan pergi." Gumam Lynn dalam tidurnya, Alfred melepaskan tangan Lynn berjalan pergi tanpa mengatakan apa pun seolah-olah dirinya tidak melakukandan mendengar apa pun.


__ADS_2