Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 82


__ADS_3

"Eve!"


"Sekertaris Lynn!"


Jerit Mina dan tim voli, Mina bergegas berlari mendekati Lynn. Otak Mina berputar dengan keras bagaimana harus menangani situasi ini dan Yasmin pasti bakal ngamuk mendengar berita ini.


Bola voli tepat sasaran mengenai wajah Lynn, bola terjatuh kebawah, Lynn menyentuh wajahnya, berjalan sempoyongan.


Rasa pedih dan nyeri menjalari wajah Lynn, Lynn bahkan merasa ada sesuatu dihidungnya, itu terasa hangat serta mengalir turun kebawah.


Lena menangkap tubuh Lynn yang ambruk, Lynn menyentuh ujung hidungnya. Ada noda merah di ujung jarinya.


Lynn menatap tangannya dengan serius, tiba-tiba angin bergerak melewati dirinya, Lynn merasakan tubuhnya tiba-tiba melambung diatas udara.


"Uaakh!"


Teriakan Lynn datang terlambat, padahal dia sudah digendong Alfred meninggalkan lapangan.


"Apa yang kamu lakukan? Cepat turunkan aku!"


Lynn memberontak mau turun, Alfred memperlambat langkah kakinya melirik Lynn dan menatap lurus kedepan lagi.


"Diamlah atau aku akan benar-benar menjatuhkanmu disini!" Ancam Alfred,


Lynn menundukkan kepalanya, menutup bibirnya rapat-rapat, itu lebih baik dari pada terjatuh kebawah dimana dirinya harus menanggung rasa sakit dan juga malu.


Alfred menurunkan Lynn dikursi, Lynn duduk tegak dan mencondongkan tubuh serta mengangkat kepala sedikit ke depan, agar darah tidak mengalir kedalam tenggorokan.


"Kompres hidungmu." Alfred menaruh handuk dingin dihidung Lynn.

__ADS_1


"Dari mana kamu mendapatkannya?" Gumam Lynn memegang handuk yang ditempatkan Alfred agar tidak terjatuh.


"Huhu... Apa yang harus aku katakan pada Yasmin? Dia akan membunuhku!" Rengek Mina, menaruh kepalanya dipangkuan Lynn.


Alfred berdecak kesal, mengacak rambutnya kesal. Melirik Lynn sebentar, mulut Alfred terbuka ingin mengatakan sesuatu bibirnya kembali tertutup rapat.


"Haa..." Alfred menghela napas, berbalik pergi memilih menelan kata-katanya kedalam.


Lynn menepuk kepala Mina pelan, padahal dirinya yang terluka kenapa harus Mina menangis terisak-isak dan menghiburnya.


"Sudah Min... Aku yang terluka kenapa kamu menangis? Malu tau gak sih." Lynn melirik kekiri dan kekanannya malu akan tatapan setiap pasang mata terarah kedirinya.


"Udah Min... Kamu nangis, aku yang malu."


"Hiks.. Hiks..." Mina mengangkat kepalanya menatap Lynn.


"Mina."


"Itu... " Lynn menunjukkan kearah hidungnya memberikan kode pada Mina.


Mina memiringkan kepalanya tidak mengerti kode Lynn.


"Itu ingus!" Bisik Lynn pelan.


Mina langsung panik , bergegas menundukkan kepalanya menyentuh hidungnya. Tidak ada rasa apa pun disana itu kering, Mina tertipu mengangkat kepalanya menatap Lynn tidak percaya.


Dirinya tengah serius tapi Lynn malah mengejeknya. Bahkan Lynn berusaha keras menyembunyikan suara tawa bocor dari bibirnya.


"Huhuhu... Aku akan memberikanmu pelajaran, bera-"

__ADS_1


Lynn dan Mina spontan melihat kearah pemilik suara.


"Uumm... Sekertaris Lynn aku minta maaf! Aku mau menyimpan bola itu tapi tanganku terpeleset jadi tidak sengaja mengenaimu!" Sinta membungkuk meminta maaf.


"Apa hidungmu masih berdarah? Tidak terluka parahkan?" Rawut wajah Sinta panik tetapi tatapan matanya sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah.


"Hei!!" Teriak Mina tidak terima, melototkan matanya pada Sinta.


Sinta terkekeh pelan, menutup bibirnya mengalihkan pandangannya seakan-akan tidak melihat Mina, mata Mina cukup sipit sehingga, matanya tidak terlihat melotot.


Mina bergumam kesal, baru pertama kali ini dia bertemu seseorang bermuka badak.


"Mina." Cicit Lynn meraih tangan Mina.


Merasakan genggaman tangan Lynn, Mina mengigit bibir bawahnya. Seandainya mata Mina bisa mengeluarkan laser, dia pastikan akan memotong tubuh Sinta menjadi dadu kecil.


"Eve, ayo pergi dari sini. Aku takut dengan badak." Mina memasang wajah takut, melirikkan mata kearah Sinta.


Wajah Sinta langsung memanas, mengepalkan tangannya erat-erat. Menatap punggung Lynn berjalan menjauh akan kebencian.


"Heng!!" Sinta berbalik berjalan kearah yang berlawanan.


Note :


Hallo! Para readers... Maafin author yang jarang up.. Hehehe padahal bukan jarang itu😆.


Ok jangan basa-basi lagi, Author mau kasih tau kalau cerita ini bakal lanjut terus sampai tamat cuma selama beberapa bulan ini sibuk aja_-


So... Sampai jumpa di chapter selanjutnya -> °3°

__ADS_1


__ADS_2