Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 11


__ADS_3

Lynn mengembungkan pipinya, bibirnya menggerutu kesal pada perkataan sarkastik


 Alfred. Alfred sedang menelepon tidak menyadari kalau Lynn berjalan mengikuti dirinya di belakang punggungnya.


"Malam ini aku tidak bisa,sayang." Jawab Alfred mengacak rambutnya.


Lynn tidak mendengar ucapan Alfred, Lynn sibuk mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar tidak terpeleset dam membuat dirinya sendiri malu.


Lynn berjalan keluar, menghampiri Krisan. Krisan memainkan game diponselnya berhenti sebentar, mengangkat kepalanya melihat siapa orang duduk di depannya.


"Nona Lynn?." Tanya Krisan bingung, Lynn memiringkan kepala tersenyum lebar menanggapi pertanyaan Krisan.


"Aku tau, tapi malam ini aku sangat sibuk. Kamu bisa memakai black card yang aku berikan padamu." Alfred memilih cendera mata untuk Mamanya.


Mata gelap Alfred melihat keluar, memperhatikan Krisan dan Lynn berbicara dan tertawa bersama. Mengambil cendera mata berupas bros bunga mawar dengan ruby merah ditengah bros.


"Kalau begitu aku akan menghabiskannya." Suara lembut seorang wanita datang dari telepon Alfred.


"Iya.. Tidak ada limitnya, kamu bisa memakainya sepuasmu." Kata Alfred berjalan ke kasir dan memberikan kartunya.


"Aku mencintaimu, sampai jumpa hari minggu sayang, muach." Jawab wanita itu memberikan kecupan singkat, wanita itu tidak lain adalah Lidya. Teleponan itu terputus tanpa ada jawaban dari Alfred.


Alfred memasukan ponselnya kedalam saku celana dan mengambil paper bag memilikinya, berjalan pergi menghampiri Krisan dan Lynn asik mengobrol.

__ADS_1


Lynn kaget karena Krisan tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya, Lynn tau siapa orang yang berdiri dibelakangnya  hingga membuat Krisan bertindak seperti itu.


"Apa percakapan kalian menyenangkan?." Alfred tersenyum dingin, Krisan tidak mengerti sama sekali apa penyebab perubahan suasana hati Alfred.


"Krisan, Aku rasa kamu harus pulang sekarang."


Mendengar ucapan Alfred, Krisan mengeluarkan kunci mobil dan memberikan pada Alfred lalu kabur secepat kilat. Lynn yang ditinggalkan mengigit bibirnya, berjalan ke pintu belakang mobil, dan duduk disana.


"Apa kamu pikir aku supir taksi, Nona Lynn?" Cibir Alfred tersenyum sinis, menatap Lynn tajam.


Lynn keluar dari mobil, duduk disamping Alfred. Lynn menutup pintu mobil keras-keras, dia tidak ada niat sama sekali untuk berbicara dengan Alfred.


Mobil melaju pergi, Lynn menyandarkan tangannya, membuka jendela kaca mobil. Membiarkan angin masuk menerpa wajahnya, tidak ada percakapan apa pun antara Lynn dan Alfred sampai mereka tiba di tempat tujuan.


Alfred keluar lebih dulu dari Lynn, memutari mobil dan membukakan pintu utnuk Lynn. Kening Lynn berkerut bingung, Alfred mengulurkan tangannya. Lynn tidak paham menatap Alfred dan tangan Alfred secara bergantian, Alfred berdecak kesal mengapai tangan Lynn dan menggenggam.


Begitu pintu dibuka semua tatapan mata tertuju pada Alfred dan Lynn yang masuk secara berdampingan bahkan saling menggandeng tangan.


"Astaga, Apa benar kamu menantuku Lynn?." Goda Hana, tersenyum hangat menyambut ke datang mereka.


"Selamat Malam." Sapa Lynn, tersenyum kaku tidak tau harus melakukan apa, sementara itu dia sama sekali tidak mengenal siapa pun yang tengah duduk diruang tamu.


"Mama, bukannya tadi Mama bilang kalau hanya akan makan bersama?. Kenapa Bibi dan Paman bisa ada disini?" Protes Alfred gusar, tangan Alfred menggandeng tangan Lynn langsung lepas seolah-olah dia tidak pernah melakukannya.

__ADS_1


"Tentu saja untuk memperkenalkan Lynn dan meresmikan pertunangan kalian." Jawab Hana, Alfred menutup wajah tampannya dengan satu tangannya dan mengambil napas dalam.


"Ma.. Ke-"


"Apa yang kalian bahas tanpa diriku?"


Perkataan Alfred terpotong, Wendy berlari menuruni anak tangga tiba-tiba berhenti berlari. Matanya menangkap penampilan Lynn yang  berbeda, penampilan ini belum pernah dirinya lihat, Wendy tersenyum ramah, menuruni tangga pelan-pelan dan menghampiri mereka.


Alfred berdecak kesal, adiknya ini suka sekali memotong pembicaraan orang. Alfred berjalan melewati Wendy, kakinya terus melangkah menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya. Sementara itu, Lynn hanya bisa menatap punggung Alfred perlahan-lahan menjauh pergi, Hana memegang tangan Lynn.


"Maaf Lynn.. Begitulah sifat Alfred." Lirih Hana, nada bicaranya terdengar sedih.


"Aku gak apa-apa kok, Ma.." Jawab Lynn memegang balik tangan Hana yang kasar.


Hana membawa Lynn ketempat kesukaannya, tempat itu berada di taman. Lynn bisa melihat taburan bintang berserakan dilangit malam, sangatlah indah. Ada taman mawar merah, dan ada cahaya lilin  bersusun di tepi memberikan jalan.


Hana mendampingi Lynn ketempat ayunan, mereka berdua duduk disana sambil memandangi langit.


" Kau tau Lynn, sebenarnya aku bukanlah ibu kandung Alfred." Kata Hana terus memandang keatas langit, Lynn  mengalihkan tatapan matanya ke wajah Hana.


"Aku hanyalah seorang dokter hewan. Aku juga sangat menyukai anak-anak.Aku tidak mengira kalau aku bakal menikah dengan ayahnya Alfred." Hana tertawa kecil, mengingat kembali kejadian dulu dimana dia bertemu Robert


"Sayang." Panggil Robert yang entah datang dari mana, Hana berjalan menghampiri Robert.

__ADS_1


"Mereka sangat serasi dan mesra." Gumam Lynn pela, menatap kedua pasangan ini, Robert  membawakan mantel hangat untuk Hana.


"Seandainya aku juga bisa." Cicit Lynn pelan, melihat ketempat lain, Lynn bangun mau pergi dari sana tapi mata bulat Lynn tidak sengaja melihat Alfred berdiri diteras sambil merokok memandangi bintang-bintang.


__ADS_2