
"Pftt... Kamu ngomong apa si Yas? Gak ada larangan kok, aku cuma gak mau minum alkohol, sekarang alkohol adalah musuhku." Kata Lynn.
"Bilang aja kalau kamu udah kapok, iyakan?" Goda Yasmin, tertawa mengejek.
"S-siapa bilang?" Bantah Lynn, matanya melihat ketempat lain tidak berani bersitatap dengan Yasmin.
"Kamu mau bohongi siapa?" Yasmin makin menggoda Lynn, Lynn yang ketahuan berbohong wajahnya memerah.
"Wah... Dunia serasa milik berdua." Mina menyandarkan kepalanya ke kursi, Yasmin dan Lynn tertawa mendengar keluhan Mina.
"Astaga Mina sejak kapan kamu mulai berbicara beginian? Kemana anak yang selalu pendiam dan alim ini pergi." Yasmin mencubit Pipi Mina gemas, Mina yang risih menepis tangan Yasmin dan mengeluarkan tatapan tajamnya.
"Sudah aku bilang jangan sentuh wajahku, nanti jerawatan."
__ADS_1
Mina melipat tangan melihat ketempat lain ngambek, Yasmin dan Lynn menertawakan Mina. Senyuman yang menghiasi wajah Lynn langsung pudar begitu melihat seseorang yang berjalan mendekati mereka.
Mina dan Yasmin mengerutkan keningnya bingung, mereka berdua melirik kebelakang penasaran apa yang ada dibalik punggung mereka hingga membuat Lynn terdiam.
"Hiii... Ada kuman gede lagi mendekat." Jerit Yasmin bangkit dari tempat duduknya.
"Wow... Yasmin sikapmu gak berubah sama sekali, suka berbicara terang-terangan." Suara bariton pria, pria itu menatap Lynn dan tersenyum tetapi Lynn mengalihkan tatapannnya melihat ketempat lain.
"Iyalah... Aku gak bakal berubah, Yasmin yah tetap Yasmin, mantan yah bakal tetap menjadi mantan gak bakal berubah. Gitu juga Masala lalu yah masa lalu jangan dibawa ke masa depan nanti suram. " Sindir Yasmin, tersenyum mengejek.
"Kamu b-" Yasmin berhenti berbicara menatap tangannya yang dipegang Lynn dan mengangkat kepalanya melihat Lynn, Lynn menggelengkan kepalanya.
Yasmin mengigit bibirnya kesal. Melototkan matanya tajam pada Arga, seandainya matanya bisa mengeluarkan laser.
__ADS_1
"Kurasa gak ada yang perlu kita bicarakan lagi, bukannya kita sudah membahas semua kesalahpahaman waktu itu, jadi apa yang mau kamu katakan lagi?" Tanya Lynn bangun dari tempat duduk berdiri dihadapan Arga yang lebih tinggi dari dirinya.
"Eve, aku udah baca semua pesan yang kamu kirim." Arga mengusap wajahnya gusar, "A-aku benar-benar gak tau kalau kamu mengirimkan pesan, aku rasa permintaan maaf tidak akan cukup bahkan aku merasa..."
Arga mengeraskan rahangnya tidak suka, Lynn kaget karena dari belakang ada orang yang menutupi telinganya, Lynn mendongak melihat kebelakang ada seorang pria yang tinggi badannya melebih dirinya hingga menimbulkan bayangan yang besar menutupi dirinya.
"Alfred." Cicit Lynn pelan, Alfred memasang wajah datar menatap tajam Arga juga menatap Alfred tajam, matanya tertuju pada tangan Alfred yang menutupi telinga Lynn.
"Jangan mendengarkan jika memang tidak suka, dan kau jauhi istriku." Tegas Alfred menunjuk Alfred, menggenggam tangan Lynn dan berjalan keluar.
Arga mengepalkan tangannya erat-erat, mengertakan giginya geram. Yasmin mendengus kesal berjalan melewati Arga.
"Udah jauh baru nyesal, sudah terlambat tau." Cibir Yasmin, Mina bangkit dari tempat duduknya menghampiri Arga.
__ADS_1
"Aku kecewa sebagai sepupumu, jadi jangan ganggu sahabatku. Hanya ini nasehat yang bisa aku berikan sebagai sepupumu dan juga sahabat Eve." Bisik Mina, lalu berjalan pergi meninggalkan Arga.
Arga melirik keluar jendela dimana memperlihatkan Lynn dan pria yang tadi mengakui sebagai suami Lynn membukakan pintu untuk Lynn. Alfred melihat Arga dan berbalik tidak peduli. Mina dan Yasmin juga ikut masuk kedalam mobil.