
Dak Dak Dak...
Lynn berlari menuruni anak tangga, melambaikan tangannya diatas udara.
"Krisan! Kami disini, disebelah sini!" Teriak Lynn, terus melambaikan tangannya diudara.
Alfred bersandar pada tembok, memasukkan tangannya kedalam saku celana. Didalam mata gelap Alfred ada sebuah bayangan, dia terpaku pada satu titik.
Angin sepoi-sepoi menerbangkan dedaunan, suara daun saling bergesekkan, semua itu tidak memasuki penglihatan Alfred. Waktu seperti berhenti bergerak, di matanya hanya ada Lynn yang melompat-lompat dan melambaikan tangan.
Jantung Alfred berdegup kencang disaat Lynn menoleh kebelakang menatap ke arahnya, Alfred mengalihkan pandangannya. Menaruh tangannya didadanya, Alfred bisa mendengar detak jantungnya.
Perasaan aneh ini membuat Alfred merasakan ketidaknyamanan, padahal dia tidak pernah mengalami hal seperti ini. Selama ini dia selalu bisa menjaga jantungnya tetap stabil dimana pun dia berada.
"Apa yang terjadi padaku? Apa aku mengidap penyakit kronis?" Gumam Alfred penuh keheranan, selama ini dia tidak pernah seperti ini.
"Tuan Alfred? Apa kamu sakit?" Tanya Lynn menepuk pundak Alfred.
Alfred menatap Lynn dengan tatapan intens, Lynn yang tidak mengerti apa yang terjadi pada Alfred memiringkan kepalanya. Lynn menyentuh kening Alfred dan keningnya di tangannya yang satunya.
"Tidak demam." Gumam Lynn mengamati wajah Alfred.
Alfred diam tidak membantah, tatapan matanya tertuju pada Lynn.
__ADS_1
"Kenapa kamu menahan napas?" Tanya Lynn penuh kebingungan.
"Haah? Aku tidak me-" Alfred menyentuh wajahnya, dirinya dipenuhi akan kebingungan.
"Aku tidak tau cara bernapas!" Gumam Alfred pelan, memalingkan wajahnya.
"Apa?" Tanya Lynn tidak mengerti.
Alfred menatap Lynn mengambil dua langkah kedepan, Alfred menarik kembali tangannya yang terulur.
Wusss Wuss...
Angin kencang menyapu semua yang ada disekitarnya, Alfred melihat keatas, sebuah tangga tali mengantung di udara. Krisan melompat turun dari tangga.
"Tuan Alfred, apa anda tidak apa-apa?" Tanya Krisan berlari mendekati Alfred dan Lynn.
Krisan menatap keduanya, ada suasana aneh diantara mereka. Lynn menoleh ke kiri sedangkan Alfred memegang dagunya, wajahnya terlihat cukup serius.
"Ehem..."
"Ah... Krisan bagaimana kamu bisa tau kami jatuh ke jurang?" Tanya Lynn.
"Aku mendengarnya dari Sinta. Awalnya aku juga tidak percaya..." Krisan bergumam pelan diakhir katanya.
__ADS_1
"Sinta?"
"Iya! Karena itulah aku bisa disini."
Alfred menatap Krisan dan Lynn secara bergantian, di sudut hatinya terasa tidak enak. Alfred entah kenapa, dia tidak suka Lynn berbicara dengan Krisan.
"Bagaimana kalian bisa menemukan sebuah gubuk?" Tanya Krisan memandangi sekeliling.
"Sebenarnya aku me-"
"Ayo pergi dari sini."
Alfred berjalan melewati Krisan dan Lynn, menaiki helikopter. Krisan tidak mengerti apa penyebab suasana hati Alfred berubah menjadi buruk, Krisan menatap punggung Lynn yang berjalan mengekori Alfred.
Lynn menaiki tali tangga, kemudian disusul Krisan, helikopter terbang lebih tinggi meninggalkan gubuk. Lynn menoleh kebawah, berkedip beberapa kali.
Perpohonan tersusun rapi, memiliki bermacam warna hijau tergantung pada jenis pohonnya, laut mengelilingi tepi tanah yang lebih tinggi.
Lynn memutar kepalanya menatap lurus kedepan, Alfred duduk disamping Lynn menyadari sikap dan tingkah Lynn yang aneh.
Wajah Lynn diliputi ketegangan, ujung jari tangan Lynn bergetar pelan. Lynn mengambil hembusan napas lebih cepat dari biasanya, ada keringat dingin dikening Lynn.
"Ada yang aneh," Kata Alfred dalam hatinya, menatap Lynn lekat.
__ADS_1
"Sekertaris Lynn?" Panggil Alfred.
Deg Deg