
Mina menangis sedih, dia tidak pandai dalam membujuk Lynn hanya Yasmin yang bisa menggerakkan Lynn kalau gadis ini mulai keras kepala.
"Ayo, kita masuk." Lynn menarik tangan Mina ikut masuk kedalam.
Mina ditarik hanya bisa pasrah saja, dia tidak akan bisa menang melawan Lynn. Lynn yang sudah masuk kedalam perusahan, kakinya mendadak berhenti membuat Mina yang berada dibelakang menabrak punggungnya.
"Min, kita harus kemana sekarang?" Lynn celinggukkan kesana kesini, bingung kemana harus pergi ketempat wawancara.
"Akh.. Mending kita pulang." Ringis Mina, menarik tangan Lynn mau keluar tapi tangan yang ditarik Mina sama sekali tidak bergerak.
"Ayolah... Eve ayo pulang, kita wawancara- nya bareng Yasmin ajah." Rengek Mina, Lynn menutup bibir Mina dengan tangannya menghela napas berat.
"Iya... Kita pulang." Jawab Lynn dengan muka masam, Mina tersenyum ceria.
"Apa kalian mau menyerakan berkas wawancara menjadi karyawan disini?" Tanya seorang pria yang berdiri membelakangi Lynn dan Hana.
Lynn dan Hana membalikkan badan mereka melihat siapa pemilik suara itu.
"Iya." Jawab Lynn penuh semangat menatap pria itu, Mina melambaikan tangannya membentuk huruf X dibelakang Lynn, bibir Mina terus berkata tidak.
Pria itu tertawa kecil melihat tingkah Mina, Lynn menaikan salah satu alisnya bingung, melirik kebelakang melihat Mina, Mina pura-pura tidak tau apa pun menatap ke tempat lain.
"Kalau begitu ikuti aku." Kata Pria itu membawa Lynn dan Mina ke ruang tunggu dimana sudah ada banyak orang duduk menunggu disana.
"Tuan Pieter Alvano, diharap memasuki ruangan rapat." Panggilan melalui speaker. Pria itu menatap speaker itu jengkel padahal tujuannya masih belum tercapai.
"Sepertinya aku harus pergi dulu." Kata Pria itu, melambaikan tangannya pada Lynn.
__ADS_1
Lynn dan Mina saling melamparkan pandangan satu sama lain. Mereka mengira kalau pria yang membawa mereka kemari adalah karyawan tetap disini.
Ting...
Pesan masuk, Mina mengeluarkan ponselnya. Mata melirik ke arah Lynn yang duduk disampingnya meremas jarinya karena gugup.
"Apa semuanya berjalan lancar?"~Yasmin♡.
"Yah... Aku rasa kamu harus wawancara sendiri, Yas T_T."~Mina.
"Apa itu pesan dari Yasmin?" Tanya Lynn mau mengintip apa yang mereka bicarakan tapi kini giliran Lynn yang dipanggil.
"Aku pergi dulu, doakan aku." Lynn melambaikan tangannya berjalan pergi.
"Hampir saja." Gumam Mina menghela napas, mematikan ponselnya.
Srak.. Srak..
Suara lembaran kertas yang dibolak-balikan, seorang wanita yang duduk dihadapan Lynn memperhatikan berkas Lynn, disela-sela dia mombalik kertas mata wanita itu melirik Lynn lalu kembali ke kertas lagi.
"Ehem.. Baiklah Nona, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan" Dehem wanita itu, Lynn yang mendengarnya makin gugup dan tegang.
"Disini tertulis anda bekerja disebuah kafe, apa menyebabkan anda mau bekerja disini sementara anda sudah punya pekerjaan?" Wanita itu tersenyum mengejek.
"Tentu saja itu masalah material, kalau aku bekerja diperusahan gajinya lebih besar dari pada di kafe dan kalau aku bekerja di berbagau tempat aku bisa mendapatkan pengalaman yang menarik" Jawab Lynn tersenyum, wanita itu menagngguk puas mulai mengajukan pertanyaan lainnya dan Lynn menjawab apa adanya.
"Baiklah kalau begitu, anda bisa menunggu pemberitahuan sekitar 2 atau 3 hari lagi, sampai jumpa." Kata Wanita itu, tersenyum sangat puas.
__ADS_1
"Terima kasih dan sampai juga lagi Nona Kety." Lynn membungkuk lalu berjalan keluar, wanita itu mengidipkan matanya linglung, tawa tipis menghiasi bibirnya.
Mina yang melihat Lynn keluar berlari dengan cepat menghampiri Lynn, tangan nya memutar tubuh Lynn memeriksa apa ada yang terluka.
"Mina, apa yang kau lakukan?" Lynn menghentikan tangan Mina.
"Kenapa kamu lama sekali keluarnya, aku saja sudah selesai. Kamu masuk dulu kok aku yang keluar dulu." Jelas Mina, mengerucutkan bibirnya.
"Ternyata kalian masih disini." Kata Pria tadi menghampiri Lynn dan Mina.
"Perkenalkan namaku Pieter Alvano, siapa nama kalian berdua." Kata Pieter tersenyum tampan memamerkan pesonanya.
"Aku Lynn dan ini Mina sahabatku." Lynn memperkenalkan Mina yang mencoba kabur.
"Eve, ayo pergi Yasmin bilang dia akan mentraktir kita makan sushi." Mina membawa Lynn pergi, matanya melotot pada Pieter.
"Sampai jumpa Lynn." Pieter melambaikan tangan pada Lynn mengabaikan tatapan Mina.
Sementara itu ditempat Alfred
Krisan menghembus napas berat memperhatikan dokumen mengunung dimejanya, mengambil tabloid miliknya, kakinya melangkah dengan berat menuju ruangan Alfred.
"Alfred, aku akan memberitahu jadwal hari ini. Rapat tentang proyek Taman mawar, Kamu akan mampir ketempat proyek, akan ada rapat saat jam makan siang, dan makan malam dengan ketua dari perusahan NT." Jelas Krisan membacakan jadwal Alfred.
Alfred menganggukkan kepalanya paham, matanya sibuk membaca dokumen yang tidak di kerjakan kemarin, Krisan berdehem pelan menyadarkan Alfred. Alfred hanya melirik Krisan sebentar dan kembali fokus pada pekerjaan.
"Pekerjaan akhir-akhir ini sangat banyak. Aku rasa kita perlu satu orang lagi sebagai-"
__ADS_1
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, asalkan itu tidak menganggu jadwalku." Kata Alfred memotong perkatan Krisan, Krisna berhore ria senang, dengan cepat meninggalkan ruangan Alfred.