
Acara sudah berada di pengujung, banyak tamu yang berpamitan pulang, bersalaman dengan pengantin.
"Selamat atas pernikahannya Tuan Alfred dan Nona Lynn." Ucap para tamu setiap bersalaman dengan Alfred dan Lynn yang berdiri disamping Alfred.
"Terima kasih." Jawab Lynn, tersenyum lembut menanggapi ucapan tamu, sedangkan Alfred yang berdiri disamping Lynn hanya memasang senyuman bisnisnya.
Begitu para tamu sudah pulang semua, Lynn duduk di kursi empuk, mengistirahatkan kakinya yang ngilu karena berdiri terlalu.
"Sekarang para tamu sudah pulang, bisa kau jelaskan sekarang?" Rayhan melipat tangannya, memasang wajah datar.
"Jadi begini, waktu itu istrimu-"
"Aku tidak pernah punya istri, karena istriku sudah tidak ada." Sarkah Rayhan tidak terima dengan perkataan Hana.
"Baiklah Tuan Rayhan, Aila menjodohkan Lynn dengan putraku Alfred. Karena kedua belah pihak setuju, jadi diadakanlah acara pernikahan ini." Jelas Hana tersenyum tetapi matanya sama sekali tidak menyipit.
"Wanita sialan itu, kenapa dia harus menjodohkan putriku sementara putrinya ada." Cibir Rayhan, menarik dasi yang dipakainya.
"Mana aku tau." Jawab Hana mengangkat pundaknya tidak tau.
"Kalau begitu mereka berdua harus cerai sekarang juga, aku akan mengurus suratnya hari ini juga." Tegas Rayhan, melirik Alfred dengan tatapan tajam.
"Kamu gila? Mereka baru menikah beberap jam yang lalu dan harus bercerai sekarang? Kamu mau ini jadi berita? Wow... Ini bakal jadi berita yang sangat heboh dengan judul pernikahan paling cepat berakhir didunia, itu bakal jadi sejarah." Bentak Hana, kali ini dia tidak akan bersikap sopan lagi, berbalik membelakangi Rayhan.
"Kamu..." Rayhan menunjuk Hana, mengertakkan giginya kesal.
__ADS_1
"Udahlah... Kalian berdua tenanglah, jangan jadi anak kec-"
"Kamu yang diam." Bentak Rayhan dan Hana dengan kompak, melototkan mata pada Robert.
Mata Hana dan Rayhan tidak sengaja saling bertemu, mereka berdua langsung melihat ketempat lain, Robert menghela nafas.
"Bagaimana kalau kita membiarkan mereka berdua yang memutuskan." Jelas Robert, tatapan Rayhan dan Hana berubah melihat Lynn dan Alfred secara bergantian.
"Aku akan mempertahankan pernikahan ini." Kata Alfred, Lynn menatap Alfred tidak percaya.
"Bukannya kamu yang paling berharap pernikahan ini tidak terjadi?" Tanya Lynn dalam hatinya, bingung.
"Aku tidak perlu mendengar jawabanmu, yang aku perlukan itu dari putriku." Rayhan berjongkok didepan Lynn, menggenggam tangan Lynn.
"Ayah tidak bisa begitu, jika kami bercerai yang mendapat dampak negatif disini itu Lynn."
"Pa.. Aku gak apa-apa kok, Aku menikah karena ini juga kemauannku." Jawab Lynn mengukir senyuman dibibirnya.
"Benarkah? Apa aku bakal sanggup?" Tanya Lynn dalam hatinya, Lynn mendengar suara Rayhan menghela nafas pelan.
"Aku gak akan pernah setuju." Gumam Rayhan.
"Lynn, Papa akan selalu ada untukmu. Datanglah ke Papa kalau kamu memiliki masalah atau pun mau bercerai dengan pria ini, Papa akan selalu ada untukmu." Mencium kening Lynn, dan tersenyum hangat, mengelus kepala Lynn.
"Iya." Lynn tersenyum lebar, meremas gaunnya.
__ADS_1
"Papa... Kenapa Papa melakukan sesuatu yang belum pernah Papa lakuin?" Semakin banyak pertanyaan menumpuk dihati Lynn, itu membuat dirinya makin sesak.
"Papa pergi dulu." Kata Rayhan berjalan keluar, mata Rayhan menyala tajam begitu dia berjalan melewati Alfred.
"Kalau begitu kalian berdua harus istirahat dulu, kalian pasti lelah." Kata Hana menggandeng tangan Robert dan keluar.
"Hana..." Panggil Robert pelan, Hana menatap Robert dengan tatapan penuh tanya.
Robert berhenti berjalan, menghadap kearah Hana. Memegang pundak Hana, menatap kedalam matanya.
"Kenapa kamu melakukan ini?"
Robert terus memikirkan apa alasannya dari tadi tapi dirinya tetap tidak menemukan apa jawabannya. Yang Robert tau adalah dari dulu Hana sangat membenci Rayhan karena telah merebut sahabatnya yaitu Dinda dari dirinya.
"Yah, aku juga mengajukan pertanyaan yang sama dengan Robert." Rayhan yang bersandar pada pilar menatap Hana.
"Apa aku harus menjawab pertanyaanmu?" Hana menaikan salah satu alisnya tidak paham, Robert menghela nafas lagi dan ini entah sudah keberapa kalinya dirinya menghela nafas selama satu hari ini.
Rayhan tidak menjawab, matanya hanya memperhatikan wajah Hana. Hana menggerutu kesal, dia paling tidak suka kalau ada orang yang menatap dirinya apalagi wajahnya.
"Iya-iya aku jawab." Keluh Hana, menutup wajahnya dengan bersembunyi dibelakang Robert.
"Aku hanya mau memperhatikan Lynn, wajahnya sangat mirip dengan Dinda. Dan aku kecewa padamu yang tidak bisa merawat anak-anak dengan baik, kamu bahkan membawa seorang wanita asing." Pengucapan Hana lebih tinggi dari normalnya.
"Itu namanya egois, aku menikah dengan Aila hanya karena aku pikir Aila pasti bisa memberikan Lynn kasih sayang." Jelas Rayhan.
__ADS_1
"Sudahlah untuk apa kita membahasnya, lagi pula itu berlalu. Aku malas mau berdebat denganmu." Hana mengangkat tangannya meminta Rayhan berhenti berbicara dan berjalan pergi.
Robert menepuk bahu Rayhan memberikan semangat padanya, Rayhan membalas tepukan Robert. Memberikan Robert kode agar segara mengejar Hana yang sudah berjalan jauh tanpa memperdulikan dirinya.