
Lynn mengecilkan matanya karena sinar matahari sangat menusuk, Lynn meringis kesakitan saat dia baru duduk. Memegang kepalanya yang sakit dan berdenyut, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.
Lynn hanya ingat dia meminum satu teguk, selebihnya lagi dia tidak ingat sama sekali, Yasmin membuka pintu kamar Lynn sambil membawa segelas air masuk.
"Ini minum, air madu bantu hilangin mabuk." Lynn meraih nya dan menenguknya sampai habis.
"Ugh.. Aku akan pernah menyentuh alkohol lagi, udah kapok." Cicit Lynn menaruh gelas disamping yang terdapat meja. Yasmin menggelengkan kepalanya prihatin.
"Yas, Semalam aku gak melakukan hal aneh kan?" Lynn memasang wajah cemas, jika ada berarti dirinya benar-benar harus jauh dari alkohol.
"Engak kok." Jawab Yasmin, Lynn mengelus dadanya bernapas tenang, "Tapi..." Perkataan Yasmin membuat Lynn menjadi tegang.
"Eve, kamu bakal berhenti bekerja di kafe Kakakku?" Tanya Yasmin penasaran, Lynn mengedipkan matanya.
"Haaa.. Kukira apa." Lynn menghela napas panjang.
"Sebenarnya sih gini Yas, Aku pikir kalau aku diterima perusahan maka aku bakal berhenti tapi kalau engak, Yah.. Aku bakal lanjut kerja disana." Tambah Lynn.
"Ok... Eve, kamu pergi mandi sana bau alkohol." Goda Yasmin, Lynn mencium bajunya. Menatap Yasmin yang tertawa melihat Lynn, Lynn yang sadar sudah dikerjai, turun dari kasur dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.
"Eve, mandinya jangan lama-lama. Nanti setelah kamu selesai mandi kita bakal ke kafe Kak Leo makan disana, aku tunggu diluar yah.."
"Iya."
Mendengar jawaban Lynn, Yasmin menjauh dari pintu kamar mandi dan keluar dari kamar Lynn. Mina bangkit dari tempat duduknya menghampiri Yasmin yang keluar dari kamar Lynn.
"Gimana? Apa kata Eve?" Tanya Mina, Yasmin mengangkat tangan kiri menyentuh wajahnya berpikir sejenak.
__ADS_1
Mina mengerutkan keningnya, menunggu Yasmin menjawab pertanyaannya. Yasmin menaruh gelas yang ada ditangan ke meja dan duduk di kursi.
"Aku penasaran, siapa sih yang bakal menikah dengan Eve kita? Kamu gak Min?" Tanya Yasmin balik, Mina mendengus kesal, Yasmin bukannya menjawab malah balik bertanya.
"Mana aku tau, kita harus tanya Eve baru bisa dapat jawaban."
"Tanya apa?"
"Kyaa..." Teriak Yasmin dan Mina.
Lynn yang keluar dari kamarnya mengejutkan Mina dan Yasmin. Mina mengambil napas dalam-dalam memperbaiki detak jantungnya yang masih berdegup kencang.
"Kalian kenapa sih?" Lynn menaikan salah satu alisnya bingung melihat tingkah Yasmin dan Mina yang aneh.
"Gak.. Gak.. Kita pergi sekarang, kasian Kakak Leo pasti nunggu lama." Elak Mina, memperbaiki kacamatanya dan berjalan keluar.
Mina akan berjalan seperti robot kalau dirinya gugup maupun berbohong akan sesuatu, tentu saja Lynn dan Yasmin sangat sadar akan itu. Mereka sudah mengenal satu sama lain dari kelebihan dan kekurangan masing-masing.
'Imutnya, Apa kamu gugup karena kita akan bertemu Kakak Leo?' Ucap Lynn dalam hatinya.
*****
Kring
Suara bel pintu yang menandakan adanya pengunjung.
"Maaf, kafe kami hari ini tidak buka." Kata seorang pria, pria itu membalikkan badannya menghadap ke arah pintu.
__ADS_1
Pria yang memiliki tinggi badan sekitar 185 cm, dengan pakaian kemeja putih berpadu dengan celana hitam, senyuman menghiasi wajahnya memperlihatkan lesung pipi di pipi kanannya.
"Eve, ternyata itu kau kukira itu pelanggan yang berkunjung." Kata Pria itu yang tidak lain adalah pemilik kafe ini sekaligus Kakak kandung Yasmin, Leo Swift.
"Wah... Kak Leo jahat banget, adiknya ada disini tapi dia menyapa Eve kita lebih dulu." Yasmin menggelengkan kepalanya, Mina yang ada disamping terkekeh pelan.
"Apa kamu cemburu?" Leo keluar dari tempat kasir mendekati mereka bertiga yang sudah mengambil tempat duduk. Leo duduk disamping Mina berhadapan dengan Yasmin dan Lynn.
"Untuk apa aku cemburu?" Yasmin melipat tangannya melihat ke tempat lain.
"Baiklah... Tapi siapa yang membuat kamu menangis sampai matamu kembang begitu?" Selidik Leo, sebelum Yasmin memberikan jawaban sudah ada nama yang terpikirkan oleh Leo.
"Apa itu si An-"
"Kakak kita akan makan masakan apa hari ini?" Yasmin dengan cepat mengalihkan pembicaraan. Suasana yang tiba-tiba menjadi dingin kembali normal.
"Ah... Bentar aku ambilkan dulu." Leo bangkit dari tempat duduknya, Yasmin bernapas lega.
"Biar aku bantu." Mina berjalan mengikuti Leo.
"Eve, Semalam kamu bilang akan menikah, dengan siapa? dan kapan?" Yasmin menatap Lynn dengan tatapan berbinar.
"Acara bakal dilakukan besok." Jawab Lynn pelan.
"Gila, cepat banget. Kemarin kamu mencocokkan pakaian dan besoknya menikah." Kata Yasmin heboh sendiri.
*P**rang*...
__ADS_1
Suara gelas yang pecah, Lynn dan Yasmin dengan cepat melihat ke arah suara. Mina menjatuhkan gelas yang berisi jus, menutup mulutnya yang terbuka lebar-lebar. Leo menatap Lynn, melongo tidak percaya dengan pendengarannya.