
Lynn duduk dikursinya, menaruh kepalanya diatas meja, helaan napas panjang mengalir keluar dari bibir Lynn.
"Haa..."
Lynn menutup kelopak matanya, otaknya tengah berputar keras memikirkan apa yang akan terjadi hari esok pada dirinya.
"Akh..." Jerit Lynn mengangkat kepalanya.
Lynn menyentuh pipinya, merasakan rasa dingin yang menyebar disekitar pipinya, Krisan tersenyum tipis memberikan sebotol air mineral dingin pada Lynn.
Lynn menatap botol air yang diberikan Krisan dan tatapan mata itu naik menuju Krisan, Krisan memberikan Lynn kode untuk mengambil botol itu.
"Makasih." Cicit Lynn pelan.
Krisan mengangguk, dia duduk diatas meja Lynn menatap Lynn dengan seksama. Lynn yang di tatap tidak tau harus berbuat apa, dirinya merasa canggung dan juga bingung.
"Hem.." Krisan memperhatikan Lynn dari berbagai arah.
Lynn menurunkan pandangannya, mengedipkan matanya beberapa kali. Memutar tutup botol dan menenguk air putih.
"Aakh... Aku baru ingat." Jerit Krisan.
"Uhuk... Uhuk.." Lynn tidak tau dimana kesalahannya, dia hanya mau minum air.
__ADS_1
Lynn mengelap bekas air dari bibir dengan tangannya, menatap Krisan yang sibuk mencari barang di mejanya.
Setelah menemukan barang yang dicarinya, Krisan menghampiri Lynn lagi dan memberikan baju kaos polos baru berwarna merah dengan sedikit putih diujung lengan baju dan pinggiran baju.
"Sekertaris Lynn kamu kan belum pernah mengikuti acara perusahan, jadi aku Berikan baju ini untuk-mu. Besok semua karyawan wanita akan memakai baju merah sedangkan prianya akan memakai baju biru." Jelas Krisan.
Lynn mengambil baju itu, menatap baju kaos itu lekat-lekat.
"Aku rasa baju itu bakal pas ditubuhmu, kamu bisa mencobanya nanti." Tambah Krisan seolah mengerti apa yang dipikirkan Lynn.
"Kalau begitu terima kasih banyak, sekertaris Krisan." Lynn tersenyum cerah.
Krisan terbengong sebentar melihat senyuman Lynn, Krisan memalingkan wajahnya kesamping mengaruk telinganya.
"Sama-sama."
Besoknya
Semua karyawan berkumpul di taman perusahaan, Lynn memperhatikan sekitarnya, banyak sekali wajah-wajah asing yang belum pernah dirinya temui.
Lynn juga belum sempat mengelingi seluruh perusahaan, dia hanya berkeliling di ruangannya. Untuk pertama kalinya Lynn berdiri di taman perusahaan dan disini bahkan tersedia lapangan untuk olahraga.
"Benar-benar luas." Gumam Lynn.
__ADS_1
"Ehem... Ehem.. Disini saya akan memberitaukan sedikit informasi. Pada pagi ini kita akan mengadakan permainan bola vola, sepak bola, dan juga lomba lari berpasangan. Untuk pemenang dari lomba akan mendapatkan tiket liburan ke Hawai, dan tiket kapal pesiar selama 3 hari." Ucap Krisan.
Seketika semua karyawan langsung heboh satu sama lain, Lynn melirik ke kiri dan ke kanan dimana setiap orang berbicara satu sama lain.
"Kemudian akan dilanjutkan besok dengan acara memanjat gunung. Ayo mulai acaranya!" Tambah Krisan.
"Woww..." Seru beberapa orang dan beberapa lainnya bertepuk tangan.
Lynn berdiri mematung, semua orang sudah berpindah posisi sementara dirinya masih ditempat. Dia tidak tau harus berpartisipasi dalam acara apa, sementara yang lain sudah pada sibuk.
"Eve!!" Panggil Mina, melompat-lompat sambil melambaikan tangannya di udara.
"Mina!" Lynn melambaikan tangannya membalas sapaan Mina.
Lynn mengambil langkah besar mau menghampiri Mina, tetapi dirinya tiba-tiba dihadang oleh Ana dan Pina.
Ana menggunakan tangannya menghalau Lynn agar tidak pergi, Lynn menghela napas dan menatap Ana.
"Eve?" Gumam Mina, mengerutkan keningnya bingung.
"Siapa mereka berdua?" Gumam Mina pelan, berjalan mau menghampiri Lynn.
"Eeekh..!" Tiba-tiba ada yang menarik tangan Mina menjauh dari Lynn.
__ADS_1
"Ayo pergi Mina, kita harus memenangkan lombanya! Hawai tunggu aku akan segera datang!!" Seru wanita berambut pendek yang menarik tangan Mina.
"Tunggu Nina, aku masih ada urusan!" Protes Mina, mencoba melepaskan genggaman tangan Nina.