Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 64


__ADS_3

Klak


Mendengar suara, Lynn otomatis membuka matanya. Tidak ada yang terjadi hanya ada sabuk pengaman yang melilit tuhuhnya, Lynn menangkup wajahnya.


"Apa yang baru saja kamu pikirkan!" Teriak Lynn dalam diam, dia tidak tau kalau ujung telinga memerah.


Lynn duduk manis sambil melirik keluar jendela berharap kalau Alfred tidak menyadari pikirannya. Mobil melaju pergi meninggalkan bar tempat Lynn bekerja sementara itu pria tadi berjalan keluar dari persembunyiannya.


"Aku tidak mau mengambil resiko hanya untuk uang ini, nyawaku lebih berharga." Kata pria itu mengeluarkan amplop coklat dari saku celanannya sambil menatap mobil Alfred menjauh ditelan gelapnya malam dan uang itu secara bergantian.


Mobil Alfred berhenti di depan Apartemen Lynn, Alfred melirik kaca spion depannya yang memantulkan bayangan Lynn. Mata Lynn tertutup rapat dan kepalannya bersandar pada pintu mobil.


Alfred melepaskan sabuk pengaman, keluar dari mobil memutari jalanan memperhatikan lokasi disekeliling Apartemen Lynn. Alfred memasukkan tangannya kedalam saku celana sambil menghirup dinginnya udara malam hari.


Memperhatikan langit malam yang bertaburan bintang, Alfred memutar kepalanya melirik mobilnya. mengambil beberapa langkah mendekati mobilnya.


Klek


Alfred membuka pintu mobil duduk di samping Lynn, menggunakan tangan kirinya menyangga wajah tampannya. Bola mata Alfred mengamati setiap sudut wajah Lynn yang tertidur lelap seolah dirinya tidak ada beban sama sekali.

__ADS_1


Poni rambut menyamping menutupi keningnya, hidung mancung, pipi tembem dan bibir merah kecil terkatup semua itu menambah pesona tersendiri dalam wajah Lynn.


Ini pertama kalinya Alfred memperhatikan wajah Lynn begitu teliti dan serius, selama ini dirinya selalu bersikap acuh tak acuh tidak peduli pada siapa pun.


"Emm..." Lynn memutar tubuhnya mencari posisi yang nyaman.


Alfred memperhatikan dari samping setiap perubahan ekspresi wajah Lynn, mata Alfred memperhatikan poni rambut Lynn turun menutupi wajahhya. Tangan Alfred terasa tidak nyaman, dia ingin sekali menyingkirkan poni Lynn.


Alfred mengeluarkan tangannya hendak menyentuh rambut Lynn, tapi suara dering ponsel Lynn membuat dirinya refleks menarik kembali tangannya kembali ke posisi semula.


Drett... Drett...


"Ehem... " Alfred berdehem, mengalihkan wajahnya ketempat lain.


Alfred memegang kening lalu menempelkannya di setir mobilnya, apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Hari ini dirinya banyak sekali melakukan hal-hal diluar rencananya, bahkan itu adalah hal yang tidak mungkin akan dilakukan oleh Alfred Kernes.


Tadi dia menolong Lynn dan sekarang dirinya membiarkan Lynn tertidur nyenyak dimobilnya padahal dia tidak pernah membiarkan Lidy yang notaben pacarnya begitu mereka tiba di lokasi tujuan.


"Ada apa dengan diriku?" Gumam Alfred penuh keheranan.

__ADS_1


Lynn mengangkat kelopak matanya yang terasa berat, Lynn menggosok matanya linglung, nyawanya belum terkumpul sepenuhnya. Lynn menatap Alfred bergumam tidak jelas, Lynn menggosok matanya lagi melihat keluar jendela mobil.


"Ah... Ternyata aku sudah sampai rumah." Seru Lynn memegang tasnya dan membuka pintu mobil, berjalan keluar.


Setelah berjalan 3 langkah, langkah kakinya terhenti, Lynn memutar tubuhnya berjalan mendekati mobil Alfred.


"Terima kasih." Ucap Lynn dan kembali berjalan menuju Apartemen.


"Hais... Apa yang terjadi dengan diriku?" Alfred mengusap wajahnya, padahal Lynn hanya tersenyum tipis tapi kenapa jantungnya malah berdetak begitu cepat?


...🍒🍒🍒...


Pagi Harinya


cahaya matahari menyelinap masuk melalui celah-celah gorden, cahaya itu menyinari tepat diwajah Lynn.


"Eumm..." Lynn menggunakan tangannya menghalau cahaya matahari.


Lynn yang terbangun, duduk bersila di atas kasur, mata bulatnya bersedia beberapa kali.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa ada dikamarku? Siapa yang mengantarkan aku pulang?" Tanya Lynn, melirik kekiri dan kekanan.


"Kyaa..."


__ADS_2