Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 47


__ADS_3

"Hei.. Anak kecil, Mama bilang kalau dia menrindukanmu dan dia ingin bertemu denganmu." Bisik Alfred ditelinga Lynn.


Lynn merasa sangat geli karena nafas Alfred mengenai telinganya, Lynn memegang telinga kanannya memerah.


" Nanti saat jam pulang kerja temui aku di parkiran mobil." Kata Alfred, menatap kedalam bola mata Lynn yang bersinar karena cahaya.


Lynn menganggukkan kepalanya dengan antusias kalau dirinya sangat paham. Alfred melepaskan tangannya berbalik mundur, melihat Alfred yang menjauh Lynn menghembuskan nafas lega.


Brak...


Lynn terkejut, Alfred menaruh kembali tangan seperti posisi semula, menatap Lynn dengan tatapan tajam, Lynn menelan salivanya dengan kasar.


"Ah... Warna matanya seperti batu obsidian." Ungkap Lynn dalam hatinya, selama ini dia mengira itu hitam ternyata itu hitam pekat.


Hidung Lynn mencium wangi parfum yang halus berasal dari tubuh Alfred, Lynn yang sadar akan tindakannya memerah malu.


"Aku tidak su-. Ha... Sudahlah." Kata Alfred mengembuskan nafas dan berbalik.


Lynn menatap Alfred penuh tanda tanya, dia tidak paham apa sebenarnya yang mau dikatakan Alfred.


"Ikuti aku ada yang ingin aku berikan padamu."


Alfred berjalan dan Lynn mengikuti dibelakangnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengikutiku?" Alfred berbalik dan hal itu membuat Lynn menabrak dadanya dan terjatuh duduk di lantai.


"Aaw..." Ringis Lynn menyentuh pantatnya, Alfred menghela nafas mengulurkan tangannya pada Lynn.


Lynn bukannya memegang tangan Alfred tapi dirinya malah tidak sengaja menarik dasi Alfred, hal itu membuat tubuh Alfred menjadi tidak seimbang dan jatuh hampir menimpa tubuh Lynn yang kecil.


"Tuan Alfred, saya membawakan berkas dari per-" Krisan yang hendak masuk terhenti karena posisi tubuh Alfred yang menimpa tubuh Lynn.


Tetapi dalam pandangan Krisan, Alfred tengah memegang dagu Lynn, dan melemparkan tatapan tajam pada dirinya.


"Maaf, saya mengganggu. Lain kali saya akan mengetuk pintu lebih dulu." Krisan langsung menutup pintu itu.


"Tuan Krisan, anda salah paham." Suara Lynn mengecil, mengulurkan tangannya meminta tolong.


Lynn mencoba membantu membersihkannya tetapi tangan Alfred lebih cepat sudah menangkap tangannya dan menghentikan Lynn.


"Jangan sentuh diriku." Alfred berkata dingin nan datar, Lynn menarik tangannya takut dan berlari keluar dari sana.


Alfred mendesah kesal, dia tidak ada niat untuk menakuti Lynn. Alfred mengacak rambutnya yang sudah tersusun rapi menjadi acak-acakan.


"Sialan." Maki Alfred kesal, mengambil dokumen yang dibawa Lynn.


Alfred membukanya satu lembar demi satu lembar, kakinya memutari meja dan duduk dikursinya.

__ADS_1


"Aku tidak tau kalau, dia sangat pandai merapikan dokumen." Puji Alfred menaruh dokume itu ke samping.


Lynn menatap Krisan yang mencoba memperbaiki ekspresi wajahnya yang masih berantakan, Lynn menatapnya tajam, bibirnya mengerucut kesal.


"Sekertaris Lynn nanti malam kita akan mengadakan acara penyambutan kedatanganmu. Yah... Walau pun sedikit terlambat." Krisan menggaruk kepala.


"Saya sangat berterima kasih tapi sepertinya saya tidak bisa ikut." Tolak Lynn.


"Kenapa? Kalau anda tidak ikut untuk siapa kami melakukan perayaan." Bujuk Krisan lagi.


"Em... Saya akan ikut acara tersebut dengan satu syarat." Lynn mengangkat satu jarinya.


"Apa syaratnya? Saya Krisan pasti bisa melakukan." Kata Krisan dengan bangga.


"Apa anda yakin?" Lynn mengerutkan keningnya ragu.


"Sekertaris Lynn, kamu tidak boleh meremahkan saya."


"Baiklah, Kalau begitu. Apa Tuan Krisan bisa membujuk Tuan Alfred." Kata Lynn tersenyum polos.


Tubuh Krisan langsung menjadi kaku, dia tidak berani mempertimbangkan apa resiko akan bakal terjadi nantinya.


#Jangan lupa support Author dengan meninggalkan komentar dan jempolnyađź–’.

__ADS_1


__ADS_2