Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 67


__ADS_3

Kertas berjatuhan dari tangan Lynn, Lynn mengedipkan matanya beberapa kali.


"Terlalu dekat." *Ungkap Lynn dalam hatinya.


Tubuh Alfred terlalu dekat dengan wajah Lynn, Lynn mengangkat kepalanya keatas menatap Alfred dengan tatapan tajam.


"A-Ada Apa?" Lynn tergagap-gagap, matanya bisa menangkap ketampanan yang terukir diwajah Alfred.


Alfred membuka bibirnya lalu tekatup kembali, kata-kata yang ingin dia ucapkan tidak bisa terucap, lidahnya terasa keluh dan dia merasa kata-kata itu juga tidak sesuai dengan dirinya.


"Lupakan." Kata Alfred memutar tubuhnya berjalan kemejanya.


Duduk dikursinya, Alfred menggunakan kedua tangannya terlipat menyangga wajahnya, ekspresi wajah Alfred berubah serius.


Lynn memainkan jari tangannya bingung, berjongkok memungut kertas yang dijatuhkan.


"Apa kamu sudah bekerja sangat lama disana?"


Lynn mengangkat kepalanya menatap Alfred, tatapan mata Alfred sangat serius, fokus menuju kedepan.


"Ya?" Tanya Lynn tidak paham.


Lynn kebingungan, dia tidak tau siapa yang Alfred ajak bicara. Didepan Alfred hanya ada komputer, pulpen dan berkas, Lynn memperhatikan sekitarnya*.


"Apa ada orang lain selain kami berdua didalam ruangan ini? Makhluk transparan?" *Gumam Lynn pelan, seketika bulu kuduknya berdiri.


"Apa yang anda tanyakan tadi Tuan Alfred?"


Alfred melirik Lynn sebentar, tangan Alfred mengetuk meja beberapa kali. Saat pada ketukan ke-10 jari Alfred berhenti mengetuk, Matanya langsung beralih kearah Lynn.


Lynn yang tidak tau apa-apa tersenyum canggung, memutar matanya ke arah yang lain.


"Sudahlah... Lupakan perkataanku barusan." Kata Alfred datar.


"Keluar dari ruangan ini dan buang barang yang tidak berguna itu." Tambah Alfred menggunakan dagunya menunjukkan kardus yang dibelakang Lynn.

__ADS_1


"Baiklah." Lynn meletakkan kertas-kertas yang di pungutnya kedalam kardus.


Lynn mengangkat kardus itu dan berjalan keluar dari ruangan Alfred, Lynn menaruh kardus itu dibawah meja*.


"Aku bakal buang nanti ajah." Gumam Lynn, menegerjakan laporan kertas yang ada diatas meja.


Drett... Drett...


*Bunyi panggilan masuk dari ponsel Lynn, diatas layar ponsel tidak tertera siapa peneleponnya hanya ada pemberitahuan orang asing.


Lynn mengabaikan panggilan itu, memilih mengerjakan pekerjaannya yang tau-nya menumpuk, tidak tau kapan surutnya*.


Drett... Drett...


*Ponsel Lynn kembali berbunyi, Lynn otomatis meliriknya dan masih dengan orang yang sama, Lynn mengabaikan teleponan itu sebanyak tiga kali.


Setelah pengabaian, ponsel Lynn tidak berbunyi lagi, Lynn akhirnya mendapatkan kembali ketenangannya*.


Ting... Ting... Ada pesan


Ada notifikasi wha****p masuk, Lynn mendesah pelan. Bunyi ponselnya sangat mengganggu ketenangan dirinya dalam bekerja. Lynn meraih ponselnya, tangannya dengan lincah bergerak diatas ponsel.


...✉✉✉...


[ Test! Eve ini aku Arga.]


[Aku sudah menelepon-mu berkali-kali tapi kamu gak angkat... Mungkin kamu lagi sibuk?]


[Kalau kamu gak sibuk, nanti kita ketemuan yuk!! Saat kamu jam makan siang. Ada yang mau aku katakan dan jelasin soal masalah kita berdua.]


...✉✉✉...


Lynn berpikir sebentar, dia sedang merenung kembali perkataan Arga. Dirinya tidak bisa terus kabur dari masalah hubungan mereka, dia harus menghadapi kenyataan dan berbicara dengan Arga pada waktunya.


"Yah... Aku tidak bisa terus menghindari Arga, aku harus menghadapinya. Hidupku tidak akan tenang." Gumam Lynn pelan, membalas chat Arga.

__ADS_1


...✉✉✉...


^^^[Oke, dimana?]^^^


[Sungguh?]


[Ayo bertemu di kafe yang sering kita kunjungi dulu.. Kafe OneeDay😊]


^^^[Oke.]^^^


[Aku akan menunggumu... Hehe.]


...✉✉✉...


Lynn baru membalas satu chat dan Arga langsung membalas chatnya, Lynn mengambil napas lalu menepikan ponsel mulai merapikan berkas lagi.


Drett...


Lynn baru mau mulai, dan sekarang datang panggilan lagi, Lynn mengangkat kepalanya bangkit dari kursinya berjalan kedalam ruangan Alfred.


"Bawakan aku segelas kopi tanpa gula." Titah Alfred tanpa menatap lawan bicaranya.


"Baik." Jawab Lynn, mendorong pintu kaca dan berjalan keruangan istirahat, mulai membuatkan Alfred kopi dan mengantarkannya ke ruangan Alfred.


... 🍒🍒🍒...


Lynn berdiri ditepi jalanan memperhatikan mobil yang berlalu-lalang, ada yang melaju dengan cepat dan ada yang bergerak lambat.


Lynn mengeluarkan ponselnya untuk melihat jam, dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai-sampai dirinya telat lima menit.


Lampu lalu lintas berubah menjadi warna merah, Lynn memasukkan ponselnya kedalam tasnya. Orang-orang buru-buru menyeberang jalanan, takut lampu berubah menjadi hijau.


Lynn baru mau mengambil langkah, tetapi sebuah bola mengelinding melewati dirinya turun kebawah jalanan. Tiba-tiba seorang ada laki-laki berlari turun kejalanan mengejar bolanya, dikejauhan ada sebuah mobil melaju menuju anak laki-laki itu.


Lynn melihat anak itu dan mobil secara bergantian, kakinya bergerak lebih cepat dari pada otaknya. Lynn berlari bergerak ke arah anak kecil, dia langsung memeluk tubuh anak kecil itu erat-erat.

__ADS_1


"Eve!!." Teriak Arga dari jauh.


Brak..


__ADS_2