Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 40


__ADS_3

"Kamu tau gak Yas?" Lynn menatap Yasmin dengan wajah penuh keseriusan, tangan Lynn terletak dibahu Yasmin.


"Apa?" Tanya Yasmin matanya berbinar penasaran, melihat mulut Lynn terbuka wajah Yasmin makin tegang.


"Yas, kata Kak Devan kita gak boleh terlalu kepo dengan urusan orang lain." Kata Lynn menepuk bahu Yasmin, prihatin.


Yasmin mengedipkan matanya berkali-kali, mencoba memahami perkataan Lynn. Yasmin mengerutkan bibirnya setelah paham perkataan Lynn.


"Eve, aku tidak sedang bercanda." Keluh Yasmin heboh, melipat tangannya diatas dadanya.


"Aku ini lagi serius tau.. Serius banget." Tegas Yasmin mengacungkan dua jari dari matanya ke mata Lynn.


"Hehe... Iya-iya..." Kekeh Lynn, menyeruput coklat hangatnya.


Lynn menaruh gelasnya diatas meja, matanya menatap ke lantai dan tersenyum sangat tipis. Yasmin belum pernah melihat sosok Lynn yang seperti ini, dirinya cuma tau adalah kalau sahabatnya ini sangat ceria dan pantang putus asa.


Yasmin membuka mulutnya mau mengatakan sesuatu tetapi lidahnya terasa keluh, dia hanya bisa menelan kata-kata itu jauh kedalam hatinya.


"Yas, aku akan jujur. Sebenarnya aku sama Tuan Alfred itu melakukan kontrak per-"


"Apa?!" Teriak Yasmin memotong perkataan Lynn.


"Ini gak bisa dibiarkan ini!." Yasmin bangkit dari tempat duduknya, melatih kekuatan tangannya bersiap perang.


"Yas.." Cicit Lynn menarik tangan Yasmin, dan mendudukkannya dibangku lagi.

__ADS_1


"Kamu itu kebiasaan banget, orang belum selesai cerita juga!." Jelas Lynn, menghela nafas panjang.


Wajah Yasmin menekuk cemberut, membaringkan kepalanya di atas meja.


"Iya... Sekarang kamu jelaskan, dan aku akan dengarkan dengan baik." Yasmin menutup bibirnya rapat-rapat.


"Jadi gini Yas, waktu itu pas hari kedua setelah kami dijodohkan, Tuan Alfred tiba-tiba datang menemuiku. Nah... Disitu aku pikir dari pada nikah beneran lebih baik ngajuin surat kontrak perjanjian."


"Kayak cerita novel aja, pakai surat segala." Yasmin tertawa lebar, menganggukkan kepalanya paham.


Mata Yasmin melebar menatap Lynn, kini dia baru paham maksud perkataan Lynn. Lynn bangkit dari tempat duduknya menuju wastafel mencuci gelasnya sementara Yasmin menatapnya dengan tatapan lebar dan mulut terbuka.


"Beneran Eve?" Yasmin mencoba memastikan pendengarannya.


Lynn tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Yasmin, berbalik dan menatap Yasmin serius.


"Gak kok aku masih sehat, itu cuma berlaku enam bulan, jadi tenang aja." Lynn mengelap tangannya yang basah.


"Aku mau tidur dulu Yas, besok kan hari senin. Aku harus masuk kerja masa di hari pertama kerja udah terlambat." Lynn berjalan kearah kamarnya melewati Yasmin yang menatap dirinya.


Tangan Lynn terulur memutar knop pintu, tubuh Lynn menjadi kaku dan pintu kamar tidak jadi dibuka karena perkataan Yasmin.


"Serius Eve, kamu beneran gak apa-apa? Kamu gak berbohong kan sama dirimu sendiri?"


"Iya... Yasminku cintaku, kamu udah lupa siapa orang yang berdiri didepanmu ini?" Lynn menaikan kedua alisnya.

__ADS_1


Yasmin melakukan kontak mata dengan Lynn dan mereka berdua tertawa saling mengejek.


"Yah... Ayo tidur cintaku, kamu gak boleh terlambat bekerja karena aku tidak mau kelaparan." Yasmin mulai melakukan aksinya, mendorong Lynn masuk kedalam kamar.


Menutupi tubuh Lynn dengan selimut sampai bagian dadanya, mereka berdua tersenyum sebentar, Yasmin bangkit dari dan berjalan keluar.


"Selamat sayangku Eve." Yasmin melemparkan ciuman, dan menutup pintu kamar setelah mendengar suara Lynn yang tertawa, wajah Yasmin yang tersenyum lenyap begitu saja.


"Tenang aja, aku gak biarin hal buruk terjadi." Gumam Yasmin bersandar pada pintu sebentar lalu berjalan kearah kamarnya.


Pagi Harinya


Lynn terbangun dari tidur nya, celinggukkan melihat ke kiri dan ke kanan linglung sebentar, melirik kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 06.25.


"Kya... Gila aku bakal terlambat bekerja." Jerit Lynn heboh sendiri, melompat dari kasusnya.


Lynn menyambar handuk dan berlari secepat kilat menuju kamar mandi, Yasmin yang masih tertidur nyenyak terbangun karena teriakan Lynn.


"Apa-apa? Ada maling? Mana malingnya?" Teriak Yasmin membuka pintu kamar Lynn, tangan kanannya membawa panci sebagai senjata.


Lynn keluar dari kamar mandi membawa penyikat toilet, Yasmin dan Lynn saling bersitatap.


"Mana malingnya?" Tanya Lynn dan Yasmin kompak.


"Astaga."

__ADS_1


Yasmin mengusap wajahnya berbalik kembali kekamar mau melanjutkan tidurnya, sementara Lynn melanjutkan acara mandinya.


__ADS_2