Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 88


__ADS_3

"Aku mengakatakan kebenarannya," Kata Alfred.


Lynn mendengus kesal, dia mencoba membantu tapi dirinya malah diremahkan.


"Sejak kapan aku menjadi anak kecil? Aku itu, lebih tinggi dari kebanyakan wanita tau." Ungkap Lynn kesal, bibir Lynn mengerut tanpa disadari.


"Pfftt... kau tau, kebanyakan anak kecil tidak mau mengakuinya dan malah mencari alasannya." Alfred tersenyum lebar.


Lynn menatap Alfred kesal, melepas rangkurannya. Mundur lima langkah dari Alfred, Lynn melototkan matanya.


"Baiklah... anak kecil ini akan pergi sendiri." Lynn berbalik berjalan pergi.


Meninggalkan Alfred dibelakangnya, Alfred tersenyum tipis membiarkan Lynn berjalan pergi. Karena firasatnya berkata kalau Lynn pasti akan datang kembali padanya dan bergantung pada dirinya.


Langkah kaki Lynn berhenti, Lynn menoleh kebelakang. Alfred memperhatikan wajah Lynn, wajah Lynn terlalu mudah dibaca tapi untuk kali ini Alfred tidak bisa membacanya.


"Aku tidak akan kembali, jadi berusahalah sendiri!" Tegas Lynn.


Alfred menatap punggung kecil itu menjauh secara perlahan-lahan, bahkan punggung itu tidak berbalik atau menoleh kearah.

__ADS_1


Sudut hati Alfred terasa kosong, perasaan aneh menyelimuti dirinya. Alfred mencoba mengabaikan perasaan itu, duduk diatas tanah mendongakkan kepalanya melihat keatas.


"Apa yang bisa dilakukan seorang gadis didalam hutan? Dia pikir dia bisa bertahan?" Gumam Alfred tersenyum dingin.


Haaa...


Alfred berbaring terlentang, melipat tangannya menopang kepalanya. Menoleh ke arah dimana Lynn berjalan pergi, tidak jauh dari mata Alfred terdapat bunga liar berwarna putih tumbuh dengan sehat.


"Sudah berapa lama aku tidak merasakan keheningan seperti ini?" Gumam Alfred pelan menutup matanya.


Sinar matahari menyinari tubuh Alfred, Alfred berbaring diam membiarkan kehangatan matahari menghangatinya.


Permen lolipop berada ditangan gemuk seorang anak kecil, mata bulat, hidung mancung dan pipi tembem. Dia mengenakan topi biru dan baju overall, kulit putih membuat dirinya terlihat sangat tampan dan juga imut.


Alfred merasa dunianya begitu indah dan penuh warna, tetapi itu lenyap begitu ibunya yang berjanji akan kembali, meninggalkan sendiri didepan toko roti.


Alfred tidak mengenal pejalan kaki, dia hanya bisa menunggu didepan toko roti. Alfred membungkus permen lolipopnya erat-erat berdoa agar ibunya segera datang, sebuah tepukkan datang dipundaknya.


Senyuman terukir diwajah Alfred, sayangnya senyuman itu tidak bertahan lama. Karena yang menepuk pundaknya bukan ibunya melainkan orang asing, Alfred menatap wanita itu dari atas hingga kebawah.

__ADS_1


Alfred tidak menyukai wanita itu, terang-terangan menipis tangan wanita itu dan berlari pergi. Bersembunyi didalam gang yang gelap, Alfred terus berdoa, memeluk permennya seolah itu ada harapan terakhirnya.


Guk...


Seekor anjing liar berwarna hitam mulai mengeram, air liur mengalir dari mulutnya. Alfred kecil gemetaran ketakutan, permen lolipop yang ada ditangannya terjatuh dan pecah.


Alfred berlutut memungut permen itu, butiran bening mengalir keluar. Alfred mengumpulkan potongan-potongan, anjing liar itu mengeram lagi berjalan kedepan Alfred menerkam Alfred kecil.


Uaakh...


Mata Alfred terbuka lebar, napasnya tersenggal-senggal. Bola mata Alfred menyapu sekelilingnya dan tidak ada apa pun, Alfred mengambil napas dalam-dalam.


Alfred menyentuh ujung matanya, disana terasa basah. Alfred tertawa dingin, dia sudah lama melupakan masa pahit itu lantas kenapa kenangan lama itu berputar lagi.


"Aah..." Seru Alfred mengingat semua yang terjadi, sekarang rasionalitasnya sudah kembali normal.


Alfred mengacak rambutnya, membiarkan poni menutupi keningnya, tatapan mata Alfred berubah dingin. Alfred melirik tumpukan kayu yang dikumpulkan Lynn, Alfred berdiri berjalan menelusuri arah dimana Lynn berada.


KRAK...

__ADS_1


__ADS_2