Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 52


__ADS_3

"Aku akan mandi dulu." Lynn bangkit dari duduknya, berjalan lesu dan kepala menunduk melewati Alfred begitu saja.


Alfred memperhatikan Lynn yang berjalan tanpa memperhatikan kedepan dengan kepala menunduk menatapi kebawah.


"Awas k-"


Brak..


Kepala Lynn menghantuk dinding sebelum perkataan Alfred terselesaikan, Lynn yang sudah malu kini tambah malu melirik Alfred tajam dan masuk kedalam kamar mandi.


Pftt...


Alfred yang sudah mengerti arti lirikkan mata Lynn yang berarti 'Jangan tertawa malah membuat dirinya tertawa secara spontan karena peringatan Lynn.


Lynn keluar dari kamar mandi dengan menggosok dahinya yang berdenyut sakit karena hantukkan yang tidak ringan.


"Kau sudah selesai mandi?" Alfred menatap Lynn dari pantulan cermin sambil membetulkan dasi yang dipakainya.


"Entahlah aku pun tidak tau." Lynn menggembungkan pipinya, mencoba mengabaikan Alfred.


"Map yang ada diatas meja itu untukmu."

__ADS_1


Lynn melirik Alfred lalu menuju ke arah map yang dikatakan Alfred. Lynn yang tertarik berjalan mendekati map coklat, Alfred memperhatikan Lynn dari pantulan bayangan.


"Apa isi map nya? Apa ini uang?" Tanya Lynn dengan mata binar.


" Buka sendiri, maka kamu akan tau apa isinya." Alfred memasang jam tangannya tanpa sadar akan tatapan Lynn penasaran.


Lynn membuka map, ada selembar kertas putih yang muncul, Lynn menariknya sampai keluar karena kertas itu hanya terlihat sedikit, menatap Alfred, Lynn merasa tidak nyaman di dalam lubuk hatinya.


"Aku sudah selesai tanda tangan, kamu bisa mengungatnya ketika waktu kontrak kita sudah habis." Kata Alfred dingin tanpa menatap Lynn.


Lynn terdiam, menarik kertas itu sepenuhnya keluar dari map, tiba-tiba jantung Lynn terasa seperti berhenti berdetak.


"Oh... Selamat Ulang tahun untukmu dan anggap saja itu hadiah ulang tahunnya." Alfred berjalan melewati Lynn langsung keluar dari kamar.


"Aku kira kita udah akrab." Lynn mengusap matanya.


Plak


Lynn menampar kedua pipinya sendiri menyadarkan dirinya sendiri, Lynn mengepalkan tangannya dan menepis rasa ngilu yang datang dari pipinya akibat pukulannya sendiri.


"Semangat Evelynn, Jangan berharap terlalu banyak." Lynn menyemangati dirinya sendiri, mengunakan tangannya membentuk senyuman dibibirnya.

__ADS_1


"Kan begini lebih baik." Kata Lynn menatap pantulan kaca yang ada didepannya, memantulkan bayangan dirinya yang tersenyum.


Lynn bangun dari tempat duduknya, berjalan menuju tasnya dan memasukkan map itu kedalam tas dan menarik retsleting tas, hembusan nafas keluar dari hidung mancung Lynn.


Lynn berjalan keluar dari kamar dengan perasaan lega seolah kejadian yang berapa menit tidak terjadi sama sekali, kaki Lynn menuruni anak tangga satu persatu dan berhenti di anak tangga yang paling ujung.


"Mama Hana mana?"


Lynn tidak melihat Hana dimeja makan hanya ada Alfred seorang duduk sendirian di meja makan, Lynn berjalan mendekat lalu menarik kursinya dan duduk manis.


Alfred tidak mengubrish Lynn, dirinya fokus dengan makanannya yang ada didepan, Lynn yang di cuekin memanyunkan bibirnya.


"Apa sih susahnya buat ngejawab Mama lagi dikamarnya, di dapur atau apa kek? Ini malah dicuekin sekarang kacang udah mahal." Oceh Lynn sambil memindahkan nasi goreng ke piringnya.


"Apa?" Galak Lynn menatap Alfred yang menatap dirinya tanpa suara.


"Kok bisa sih aku kerja sama orang ini? Mau makan aja gak tenang." Lynn menyendok nasi goreng kedalam mulutnya dan terus berbicara.


Lynn mencoba mengabaikan tatapan Alfred yang menusuk dari sampingnya, Lynn mengangkat sendoknya mau melahap nasinya, membuka mulutnya lebar.


Helaan nafas keluar dari bibir Lynn, Lynn menaruh sendoknya kembali ke tempatnya, mengambil kopi yang diatasnya diberi cream. Lynn meminumnya lalu melirik Alfred, matanya menyipit menatap Alfred.

__ADS_1


"Kamu mau bicara a-?"


Tangan Alfred terulur menyentuh pipi Lynn, membersihkan cream yang menempel dipipi Lynn menggunakan jari jempolnya. Lynn tersentak kaget, mata bulat Lynn bersitatap dengan mata gelap Alfred.


__ADS_2