Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 68


__ADS_3

Lynn memejamkan matanya sangat erat tapi rasa sakit tidak juga kunjung menghampiri, apalagi suara tabrakan sudah terjadi.


"Apa yang terjadi? Kenapa tidak sakit? Apa aku sudah disurga?" Tanya Lynn dalam hatinya.


Lynn membuka matanya memperhatikan sekelilingnya, dimana semua orang berkumpul mengerumuni dirinya.


"Astaga! Apa yang baru saja terjadi?"


"Seorang anak kecil berlari turun kejalanan.


"Ckck... Kemana sih orang tuanya? Benar-benar tidak bertanggung jawab."


Bisikan setiap orang-orang, anak kecil yang ada didalam pelukkan Lynn bergetar hebat.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Lynn melepaskan pelukkannya dari anak kecil itu.


Wajah anak kecil itu memucat, tangannya mencengkram ujung baju Lynn dengan sangat kuat, mata anak itu sudah berkaca-kaca tetapi air mata tidak mengalir dari mata bulatnya.


"Eve! Kamu tidak apa-apa?" Arga meraih pundak Lynn, tangannya menangkup wajah Lynn mulai memeriksa apakah ada luka diwajah Lynn atau tidak.


"Aku baik saja." Jawab Lynn menjauhkan tangan Arga dari wajahnya.


Lynn mencoba mengendong anak laki-laki, Tetapi gerakkan Arga lebih cepat dari pada dirinya. Arga sudah mengendong anak kecil itu, Arga juga mengulurkan salah satu tangannya kearah Lynn.

__ADS_1


Lynn mau tidak mau harus memegang tangan itu karena kakinya terasa lemas, Arga menurunkan anak kecil itu begitu mereka ada diseberang jalan.


Lynn berjongkok, menyesuaikan tinggi badannya dengan anak kecil yang ada dihadapnya, anak kecil itu berusaha menahan tangisnya sambil merema ujung bajunya.


"Tuhan!! Putraku, Boy!! Apa yang terjadi?" Seorang wanita berlimuran air mata berlari memeluk anak laki-laki itu.


Mendapat pelukkan dari ibu-nya anak itu langsung menangis terisak-isak, Lynn mengambil napas tersenyum tipis pada anak kecil itu.


Sekarang tatapan mata Lynn tertuju pada mobil yang seharusnya menabrak dirinya kini menabrak tiang lampu, banyak sekali orang mulai berkumpul mengelinggi mobil itu.


"Eve, kamu mau kemana?" Tanya Arga melihat Lynn berjalan mendekati kerumunan orang-orang.


"Permisi." Ucap Lynn, berjalan melewati setiap orang.


Tubuh Lynn mendadak jadi kaku, bibirnya bergetar pelan dan matanya terbuka lebar tidak percaya dengan penglihataannya.


Arga yang berdiri dibelakang Lynn ikut kaget, pasalnya dirinya baru hanya beberapa kali bertemu dengan Papa Lynn bahkan saat itu dirinya masih sekolah, Arga tidak terlalu ingat bagaimana bentuk dan rupa wajah Ayah Lynn.


"Panggilkan ambulans, cepat!!" Teriak Lynn panik.


"Ambulans akan segera datang, jadi tunggu lima menit lagi Nona." Jawab seorang pria berkaca mata.


"Suruh dia cepat!! Waktu itu berharga!" Teriak Lynn, dirinya takut dan juga khawatir dengan kondisi Ayahnya.

__ADS_1


"Arga tolong bantu aku mengeluarkan Ayahku dari mobil." Kata Lynn dengan mata merah.


Arga menganggukkan kepalanya, membuka pintu mobil, Arga menopang tubuh Ayah Lynn, di wajah Ayah Lynn terdapat luka, luka berdarah itu berada didahinya.


"Pa-papa!!" Panggil Lynn menepuk pipi Ayahnya pelan.


Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir pucat Ayah Lynn, sekarang Lynn tau apa alasan kenapa mobil itu menghindari dan malah memilih menabrak tempat lain.


"Argh... Kapan mobil ambulansnya tiba?" Geram Lynn.


Lynn celingukkan kekiri dan kekanan mencari mobil atau transportasi lain yang bisa membantunya membawa Ayahnya kerumah sakit.


Ngiu... Ngiu...


Suara sirene mobil ambulans tiba, petugas berturunan dari mobil, berlari kebelakang mobil ambulans dan mengeluarkan tandu dari ambulans.


"Tolong menyingkir, petugas mau lewat." Kata petugas.


Petugas itu membentangkan tandu dan mengangkat tubuh Ayah Lynn kedalam mobil ambulans.


Lynn mengekori petugas dibelakang, sebuah tangan meraih tangan Lynn menghentikan Lynn untuk naik


"Apa?" Tanya Lynn menatap Arga galak.

__ADS_1


"Aku ikut denganmu." Kata Arga meminta persetujuan Lynn.


   


__ADS_2