
"Tentu," Jawab Alfred tanpa berpikir dua kali.
Lynn tersenyum menangapi ucapan Alfred, dia ingin segera pergi dari sisinya sebelum perasaan ini bertambah besar dan malah menghancurkan dirinya sendiri.
Lynn menyadari perasaannya di saat dirinya tergantung, bertahan di akar pohon. Orang terakhir yang berada dipikirannya adalah Alfred, Lynn merasa menyesal tidak mengungkapkan perasaannya.
Kebahagian dan kekecewaan mengaduk perasaan Lynn secara bersamaan. Bahagia melihat Alfred rela melemparkan tubuhnya turun untuk menyelamatkan dirinya, kecewa karena itu hanyalah sebatas tanggung jawab Alfred.
Lynn cukup sadar diri kalau, di sudut hati Alfred sudah terisi akan orang lain, Lynn memilih menyerah saja, padahal itu bukanlah tipe dirinya.
"Aku juga akan berhenti bekerja." Gumam Lynn pelan sambil menundukkan kepalanya.
Tik... Tik... Tik...
Rintikan hujan membasahi tanah, Lynn tidak bergeming dari tempat duduknya. Menatap butiran bening yang jatuh meninggalkan jejak lubang di tanah, menyiratkan keadaan hatinya saat ini.
"Masuklah, hujan akan membasahi bajumu." Alfred menyentuh bahu Lynn.
Lynn menoleh keatas, mengerucutkan bibirnya.
"Aku cuma mau menikmati hujan, lagian ini hanyalah rintik." Bantah Lynn mengulurkan tangannya membiarkan air mengalir di antara sela-sela jarinya.
Blarrr...
Lynn terperanjat, bangun dari duduk manis bersembunyi dibelakang punggung Alfred.
Lynn mencengkram ujung baju Alfred dengan erat, senyuman yang sangat tipis terbit dibibir Alfred.
"Apa kamu takut pada guntur?" Goda Alfred.
Lynn mundur lama langkah dari Alfred sambil melototkan matanya pada Alfred.
__ADS_1
"Kata siapa? Aku tidak takut!" Bantah Lynn, mengelengkan kepalanya.
"Oh, begitu ... lalu kenapa kamu bersembunyi dibelakangku?"
Alfred menaikan salah satu alis matanya. Lynn terdiam, mengigit bibir bawahnya memikirkan alasan yang masuk akal.
"Aku tidak bersembunyi, aku ha-"
Brarrrr...
"Kyaaa!" Teriak Lynn melompat kedalam pelukkan Alfred.
Lynn menutup matanya rapat-rapat, Alfred membeku ditempat, tidak bisa merespon tindakan Lynn.
Lynn membuka matanya, mendengar suara detak jantung Alfred berdegup ditelinganya, Lynn melepaskan tangannya, mengambil langkah mundur.
Lynn memaksakan menarik garis dibibirnya, mengaruk lehernya. Lynn tidak berani menatap mata Alfred memilih menundukkan kepalanya.
Alfred bengong, menggunakan tangan kanannya bersandar pada tembok. Alfred menyentuh dadanya merasakan debaran jantung yang tidak perlu.
"Kenapa jantungku berdetak kencang begini? Apa aku mengidap penyakit kronis?" Tanya Alfred tapi tidak ada jawaban untuk pertanyaannya.
Alfred melirik kedalam, menutup bibirnya dengan tangan kanannya berpikir keras apa penyebabnya dan sudah berapa lama jantungnya berubah seperti itu.
"Apa yang salah dengan diriku?" Gumam Alfred pelan.
Alfred mengelengkan kepalanya tidak mau berpikir dan mencari tahu lagi, memilih masuk saja kedalam.
Lynn tengah menyalakan lilin dan sebuah pelita yang ditemukannya di atas meja, Alfred menutup pintu seketika ruangan diterangi cahaya lilin dan pelita.
"Darimana kamu mendapatkan barang seperti itu?" Tanya Alfred penasaran duduk dikursi kayu.
__ADS_1
"Aku menemukannya pelita ini dimeja sana dan lilin didalam di laci." Jelas Lynn sembari menunjuk kearah meja yang terletak dipojok.
"Aku rasa gubuk ini, belum lama ditinggalkan. Perlengkapannya sangat lengkap didalam sini, aku rasa ini mungkin gubuk yang biasanya digunakan para pemburu." Lynn mengangkat korek api yang ada ditangannya menunjukkan perlengkapan yang dikatakannya pada Alfred.
"Yah, jadi kita tidak ***-"
Brarrr...
Lynn berjongkok menutupi telinganya, dari kecil dia sangat tidak suka guntur, Lynn cuma suka hujan.
Alfred berjongkok, mengelus kepala Lynn. Lynn membuka matanya menatap kedalam mata gelap Alfred, Lynn tidak bisa melihat apa yang ada berada didalamnya itu gelap dan sangat gelap.
"Ayo istirahat," Ujar Lynn berdiri dan membawa pelita ditangan kanannya menuju kursi panjang didekat jendela.
Alfred menarik tangannya, duduk dikursi panjang menatapi Lynn yang memunggungi dirinya.
Brarrrr...
Guntur tidak berhenti menyambar, Lynn mengedipkan matanya berkali-kali. Menatapi Alfred yang menutupi wajahnya menggunakan tangannya.
Lynn bangun membawa pelita dan menaruhnya diatas meja, berjongkok memandangi wajah Alfred.
"Apa yang kau lakukan?"
"Eem, apa aku boleh tidur disini? Aku tidak bisa tidur karena takut guntur." Kata Lynn dengan nada pelan.
Alfred menyingkirkan tangannya dari wajahnya, menatapi Lynn.
"Tidurlah aku akan menjagamu." Alfred menanguk setuju.
Lynn tersenyum cerah, menaruh kepalanya diatas meja rendah, menggunakan tangan kanannya sebagai bantal, menutup matanya mencoba tidur.
__ADS_1