
"Gak kok Ma.. Alfred baik kok sama Lynn, Malah baik banget lagi." Lynn menggenggam balik tangan Hana.
"Syukurlah." Hana tersenyum lega, melirik ke kiri dan ke kanan mencoba memastikan sesuatu.
Merasa tidak ada orang Hana mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan kado, menyodorkan kedua barang itu pada Lynn, Lynn yang masih tidak paham menatap Hana dengan penuh tanda tanya.
"Ini hadiah dari Mama khusus buat kamu, tunggu pulangnya saja baru buka." Kata Hana tersenyum misterius menyentuh kotak kado itu.
"Dan amplop ini jaga hati-hati -" Hana berbisik pelan ditelinga Lynn, mata Lynn melebar tidak percaya menatap Hana.
"Mama ini terlalu berlebihan." Tolak Lynn menaruh amplop coklat itu diatas meja.
"Tidak sayangku. Mama akan sedih loh kalau kamu tolak." Hana memasang wajah sedihnya, mengambil amplop dan mendorongnya ketangan Lynn.
"B-baiklah akan aku jaga." Gagap Lynn, menelan salivanya kasar.
"Apa yang kalian bicarakan tanpa diriku." Wendy bersandar pada sofa memperhatikan Hana dan Lynn, nada bicaranya seperti biasa hangat dan ramah.
Suara tawa Robert yang nyaring mendekati mereka bertiga, spontan Lynn langsung melihat kebelakang.
"Hahaha... Kamu benar-benar putra kebanggaan Papa." Robert menepuk pundak Alfred.
"Kalau begitu aku mau pulang dulu Pa.." Alfred berjalan menghampiri Lynn dan Hana.
"Lynn ayo pulang." Alfred menatap Lynn dari atas, Lynn mengedipkan matanya berkali-kali mencoba mengumpulkan kembali pendengaran.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak menginap saja, Mamakan masih mau mengobrol dengan menantu Mama." Gerutu Hana, Robert memeluk pinggang Hana mesra.
"Kita tidak boleh mengganggu pasangan yang baru menikah, sayang." Bujuk Robert, senyuman menghiasi wajah Robert yang sudah mulai berkeriput.
Hana yang paham maksud Robert tersenyum cerah, entah kenapa Lynn merasakan firasat buruk kalau Alfred pasti sudah mengatakan hal aneh kepada Robert.
"Kalau begitu kita pulang dulu Mama, Papa." Pamit Lynn, melirik Alfred dengan tatapan curiga.
"Iya, hati-hati dijalan. Aduh Mama jadi gak sabar mau gen-" Hana menutup mulutnya dengan cepat, tertawa pelan melambaikan tangannya pada Lynn.
Lynn dan Alfred masuk kedalam mobil, mobil bergerak meninggalkan halaman rumah. Hana dan Robert terus tersenyum-senyum membuat Wendy yang melihatnya menatap keduanya bingung bercampur dengan heran.
"Hentikan mobilnya." Teriak Lynn, Alfred langsung menginjak pegal rem.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Alfred bingung, Lynn menatap wajah Alfred.
"Mau pulang." Jawab Lynn singkat, kembali berjalan.
"Terserah." Kata Alfred, mobilnya langsung melaju dalam kecepatan tinggi meninggalkan Lynn.
Lynn menatap mobil Alfred yang menjauh sampai menyatu dalam kerumunan mobil. Bus berwarna biru datang berhenti dihalte bus, Lynn yang tidak mau ketinggalan bus berlari dengan cepat dan menyelip masuk kedalam bus.
Lynn mengambil nafas, duduk dibangku depan, mengirimkan pesan singkat di grup, menyangga wajah menatap keluar jendela.
"Hei anak muda bisa kah kamu cepat, tempelkan kartu bus mu, masih ada penumpang yang lain yang mau naik." Kata supir bus itu.
__ADS_1
"Maaf pak tapi saya tidak bawa kartu bus, apa saya boleh bayar pakai uang tunai." Kata Pria itu mengeluarkan uang besar berwarna merah dari saku celana.
"Tidak ada yang begituan." Tolak pak supir, penumpang yang berdiri dibelakang pria itu mulai berbisik-bisik tidak suka.
"Sebentar pak." Kata Pria itu, berjalan mendekati kursi Lynn, Lynn yang sadar kalau ada yang menghampiri mengangkat wajahnya.
"Aah... Ternyata benar Nona pelamar kerja." Kata Pria itu tersenyum tampan, Lynn melongo, menghalangi cahaya yang menusuk mata, entah datang dari mana.
"Apa aku boleh pinjam kartu busmu." Lynn memberikan kartu bus seolah itu bukan masalah besar.
Bip...
Lynn baru sadar begitu kartu bus miliknya mengeluarkan suara, Lynn berteriak dalam hati kecilnya tapi wajahnya datar seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ini kartu busnya, dan ini uangnya." Kata Pria itu, Lynn mengambil kartunya tanpa uang dan memasukkan kedalam tasnya.
Kening Lynn berkerut bingung, pria yang meminjam kartunya duduk disampingnya, memperhatikan Lynn sambil memasang wajah penuh senyuman.
"Kenapa anda duduk disini?" Tanya Lynn, pria itu terus menatap Lynn dan tersenyum.
"Karena kamu belum mengambil uangnya." Lynn mengambil uang itu dan mengembalikannya lagi.
"Sudahkan? Jadi pergilah." Usir Lynn dingin, melihat keluar jendela.
"Pftt..." Pria itu mencoba menahan tawa, tapi suara tawanya bocor begitu saja, Lynn menatapnya kesal padahal tidak ada yang lucu disini.
__ADS_1