
Alfred mencium pipi Lynn, tinggal beberapa senti lagi bibir Alfred dapat mengenai bibir Lynn. Lynn melihat ketempat, mencoba menyembunyikan rona merah yang ada diwajahnya.
"Hu..hu.. Aku tidak menyangka akan menyaksikan Eve kita menikah, padahal dia lebih mudah dari pada kita."
Yasmin menangis, Mina mengeluarkan sapu tangannya memberikannya pada Yasmin agar mengelap wajahnya penuh dengan air mata.
"Eve, kamu pasti lelah, jadi jangan persoalkan Yasmin yang mengoceh tidak jelas."
Lynn tertawa menanggapi perkataan Mina, melihat kearah Alfred yang mengobrol dengan tamu yang mengerumuni dirinya. Lynn sangat bersyukur karena para tamu terlihat tidak ada yang tertarik berbicara dengan dirinya.
"Robert..." Panggil seorang pria yang sudah berumur, berjabatan dan mengucapkan selamat pada Robert.
"Astaga Ray, aku kira kamu gak datang..." Robert celinggukkan mencari seseorang disamping Rayhan
"Ngomong-ngomong dimana putrimu?" Tanya Robert dengan senyuman lebar diwajahnya.
Rayhan memasang wajah masam, Alfred yang menyadari kedatangan Rayhan berjalan keluar dari rombongan orang yang mengelilinginya dan menghampiri Robert dan Ray.
"Paman Ray, bagaimana kabarmu?" Sapa Alfred dengan senyuman khasnya, mengulurkan tangannya.
"Oh.. Tentu saja aku baik, selamat atas pernikahanmu Alfred." Rayhan menatap tangan Alfred, menjabat tangan Alfred dan tersenyum.
__ADS_1
Robert yang melihat dua sisi yang biasanya saling berlawanan kini menjadi akur, mengambil nafas dalam-dalam.
"Dimana pengantin wanitanya, apa kamu tidak takut pengantin wanitanya dibawa pergi?" Rayhan tertawa jahat, mengeratkan jabatannya.
"Paman tenang saja, istriku akan selalu aman jika bersama diriku, akan aku pastikan orang yang membawanya pergi masuk kedalam neraka." Balas Alfred tidak mau kalah.
Robert bisa merasakan kalau kedua mata yang saling bertatapan itu mengeluarkan sengatan listrik. Entah kenapa dirinya selalu terjebak dengan situasi seperti ini setiap kali dia bersama Rayhan maupun Alfred.
"Hahaha... Ray, aku akan mempertemukan dirimu dengan pengantin wanita." Robert tertawa kikuk mencoba meredakan situasi ini.
"Ah... Iya, bagaimana aku bisa lupa. Paman Ray-kan belum bertemu dengan istriku." Alfred tertawa mengejek.
Robert menatap Alfred tajam, dia yang sudah bersusah payah meredahkan situasi, ingin sekali dia memukul kepala Alfred.
Alfred menyadari ekspresi Rayhan, ikut melihat ketempat dimana Rayhan melihat. Kening Alfred berkerut tidak paham, tidak ada yang aneh disana hanya ada Lynn dan sahabatnya lalu apa yang menyebabkan perubahan ekspresi Ray.
"Robert Kernes." Robert dan Alfred kaget, ini pertama kalinya Alfred mendengar Rayhan memanggil nama lengkap ayahnya.
"Apa kamu sedang bercanda denganku?" Wajah Rayhan penuh kerutan, nada bicaranya juga berubah menjadi dingin tidak seperti tadi ramah dan hangat.
"Apa yang kau bicarakan Ray?" Tanya Robert tidak paham. Alfred belum pernah melihat Rayhan semarah ini sebelumnya, dia memang sering menganggu Rayhan dan membuatnya marah.
__ADS_1
Rayhan berjalan mendekati dimana Lynn duduk, Alfred dan Robert juga mengikuti dibelakang, mereka berdua saling melemparkan tatapan.
"Astaga." Yasmin menguncang tangan Lynn.
"Itu.."
Lynn melihat mengikuti arah jari Yasmin, senyuman yang ada di wajah Lynn langsung hilang.
"Papa..." Cicit Lynn pelan, menatap Rayhan yang kini berdiri di hadapannya, Rayhan melipat tangannya menatap Lynn dari atas hingga kebawah.
"Evelynn Cornelius, apa yang kamu lakukan disini?" Panggil Rayhan marah, Lynn menundukkan kepalanya.
Mengigit bibir bawahnya dengan kuat, dia tidak berpikir akan bertemu dengan ayahnya disini, dan apa yang harus dia katakan pada ayahnya.
"Tidak.. Tidak, batalkan pernikahan ini sekarang juga." Kata Rayhan nada bicaranya naik satu tingkat, Alfred tiba-tiba menyadari sesuatu yang penting.
"Lynn, ayo kita pergi dari sini, papa akan dengarkan penjelasannya nanti." Rayhan mengulurkan tangannya pada Lynn, Lynn mengangkat kepalanya mau meraih tangan Rayhan tapi tangan Lynn lebih dulu digapai oleh Alfred.
"Paman tidak bisa membatalkannya karena kami sudah resmi menikah.Oh...Tidak seharusnya aku tidak memanggil paman tetapi ayah mertua." Kata Alfred tersenyum.
Rayhan ingin sekali memukul tangan Alfred yang menggenggam tangan Lynn, Rayhan berdecak kesal, tangannya sudah terkepal erat.
__ADS_1
"Bisakah kau jauhkan tang-"
"Astaga, aku tidak tau kalau Rayhan ada disini." Sapa Hana memotong perkataan Rayhan.