
Lynn menghela nafas panjang, dia bisa merasakan tatapan Alfred dari jauh.
"Lily, apa kamu tidak mengenalnya? Padahal Alfred menatapmu seperti itu!" Bisik Keanu menatap Lynn.
"Apa saya boleh tidak menjawab." Lynn Tersenyum tipis tapi matanya tidak melihat kearah Keanu.
"Tapi aku menginginkan jawaban." Keanu tersenyum tampan mengangkat gelas birnya.
Keanu mengangkat gelas dan mengacungkannya kearah Lynn, dimana gelas itu membiaskan bayangan Lynn.
"Haish... Hidup ini sangat sulit." Keluh Keanu, meminum minuman yang sudah dicampurkan.
Lynn tertawa pelan menanggapi perkataan Keanu, Alfred yang memantau dari jauh tidak tau apa yang mereka berdua bicarakan.
"Lily, manajer menyuruhmu membawakan minuman ke ruangan 007." Kata Rika sambil membawa nampan yang berisi macam-macam wine dan sampanye mahal.
"Baiklah." Lynn menerima nampan itu dan berjalan menelusuri koridor.
Koridor dipenuhi bermacam-macam orang yang sibuk dengan pasangan mereka, ada yang merokok, berciuman, minum sambil berjalan sempoyongan.
__ADS_1
Lynn berjalan lurus tanpa mengubrish mereka, langkah kaki Lynn berhenti didepan pintu yang bertuliskan 007, Lynn mengulurkan tangannya dan mengetuk beberapa kali.
Tok... tok...
"Masuk."
Lynn memutar knop pintu dan melangkah masuk kedalam ruangan, didalam ruangan masih terdapat satu pintu besar dan lebih mewah dari pada pintu awal.
Didepan pintu terdapat dua bodyguard besar menghalangi dan menjaga pintu agar tidak ada penyusup yang menyelinap masuk.
Dimasing-masing telinga bodyguard terdapat Earpiece terpasang dengan sempurna. Lynn tersenyum tipis menunjukkan kartu akses masuk ruangan yang hanya di miliki oleh pegawai bar.
Melihat kartu akses Lynn, bodyguard itu membukakan pintu untuk Lynn. Ruangan membentang luas nan mewah dan cahaya terang menerangi setiap sudut ruangan memasuki penglihatan Lynn.
Lynn berhenti didepan bar dan menaruh nampannya diatas meja, menghampiri manager yang menyuruhnya membawa nampan berisi wine dan sampanye.
"Oh... Lily apa kamu sudah membawa pesanannku?" Tanya pak manager itu melirik ke meja dan tersenyum puas.
"Kerja bagus, sekarang kamu bisa kembali ketempatmu." Puji pak manager itu.
__ADS_1
"Pak, saya boleh berkeliling sebentar dulu?"
"Sekarang kamu juga ikut-ikutan memanggil bapak yah? Padahal umurku baru 25 tahun, dasar sepupu jahat." Pak manager itu menyentil kening Lynn.
Lynn terkekeh lucu, pak manager menghela nafas panjang, namanya adalah Santo sepupu Lynn.
"Haish... Dasar keras kepala. Terserah kamu saja, tapi ingat tidak boleh membuat keributan." Tegas Santo, Lynn mengangkat tangannya membentuk Ok dan tersenyum manis pada Santo.
Santo berjalan pergi menggelengkan kepala, dia sudah tidak bisa menghadapi sikap Lynn yang keras kepala tapi berkat Lynn juga bar miliknya berkembang sejauh ini.
Setiap sudut ruangan sudah Lynn perhatikan dengan baik, kali ini Lynn bertekad kuat untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak lagi.
"Ketemu." Gumam Lynn girang berjalan mendekati seorang pria yang sedang bermain Bakarat.
🍒🍒🍒
"Selamat malam sister Rika, hati-hati dijalan." Lynn melambaikan tangannya pada Rika, Rika melambaikan tangannya pada Lynn sambil tersenyum memamerkan gigi putihnya.
Mereka berdua berbelok pada arah yang berlawanan, Lynn bersenandung senang sekarang informasi yang dibutuhkan sudah terkumpul dan sekarang Lynn tinggal menunggu waktu yang tepat.
__ADS_1
Lynn terlalu senang sampai-sampai tidak sadar kalau ada seseorang mengikut dibelakang. Orang itu menggapai tangan Lynn dan menariknya.
"Eeh..."