Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 8


__ADS_3

"Kontrak ini sangat merugikan, masa aku harus bayar 10 kali lipat dan juga bekerja seumur hidup? Gila apa?." Lynn menunjuk kata-kata  tertera di atas kertas, raut wajah Lynn terlihat kesal.


"Tentu saja. Anda menawarka, bukan hal aneh jika mendapatkan lebih banyak keuntungan itu adalah saya." Alfred mengerutkan keningnya bingung.


"Kalau begitu aku akan menambahkan satu baris, ' Jika pihak pertama mengaku jatuh cinta kepada pihak kedua maka surat perjanjian ini tidak sah dan pihak pertama harus membayar kompensasi sebesar 12 kali lipat'." Lynn menulis di bagian kosong dan menandatangani tanpa mempertimbangkan ulang lagi.


"Pftt.. "


Lynn mengangkat kepalanya melongo melihat wajah kaku dan dingin Alfred tenggelam dalam tawa kecilnya, Lynn mencubit pipinya agar tidak masuk kedalam jebakan pesona iblis.


"Dia terlihat tampan saat tersenyum." Puji Lynn dalam hatinya.


"Apa kamu tidak terlalu percaya diri? Aku tidak akan jatuh cinta padamu Nona muda dan lagi pula kamu tidak sesuai dengan tipe ideal ku." Kata Alfred penuh sindiran menatap Lynn dari atas sampai bawah.


Lynn  tersinggung mengepalkan tangannya menarik kembali kata pujiannya untuk Alfred, berdiri dari tempat duduknya, menunjuk Alfred.


"Ka-kamu juga bukan tipeku, kamu terletak sangat-sangat jauh dari tipe idaman ku, huft." Keluh Lynn, memalingkan wajahnya tidak suka.


Lynn melangkah keluar dari Vila, Lynn sama sekali tidak menengok kebelakang, pandangannya hanya tertuju kedepan.


"Aku tidak akan mau datang ketempat terkutuk ini lagi." Celoteh Lynn menatap bangunan Vila itu.

__ADS_1


"Dasar gadis aneh." Gumam Alfred pelan, membongkar map yang dibawa Krisan untuknya.


"Ehemm.."


Alfred menurunkan dokumen yang menghalangi pandangan di depannya. Salah satu alis mata Alfred terangkat, memperhatikan Lynn yang berdiri di depannya. Lynn menggosok lehernya yang memerah, dia sangat malu saat ini.


"Berikan koper-ku dan antar aku ke halte bus. Bagaimana aku bisa aku pergi sementara koperku masih didalam mobilmu dan Vila ini terletak ditempat terpencil." Cicit Lynn dengan pelan, matanya tidak berani menatap mata hitam Alfred.


Alfred menatap Lynn dingin, Lynn menundukkan kepalanya. Gejala panas mulai naik keatas hingga ke wajah Lynn membuat wajahnya memerah.


"Krisan, antarkan." Titah Alfred melemparkan kunci mobilnya,mengabaikan Lynn kembali membaca dokumen.


"Silahkan ikuti saya." Krisan membungkuk hormat memberikan jalan pada Lynn, Lynn mengikuti Krisan melirik kebelakang. Menjulurkan lidahnya pada Alfred dan pergi.


Sementara itu Lynn..


Mobil yang ditumpangi Lynn berhenti tidak jauh dari halte bus, Lynn  bisa melihat kalau ada bus berwarna kuning bergerak mendekati halte.


"Terima kasih Tuan." Kata Lynn melambaikan tangannya sambil berlari menarik kopernya menuju halte bus.


Bus berhenti didepan halte, Lynn menaiki bus dan mengambil tempat duduk kosong. Mencoba memperbaiki pernampilannya. Lynn bernapas lega, melirik keluar jendela, melambaikan tangannya pada Krisan.

__ADS_1


Krisan memperhatikan Lynn dari dalam mobil tanpa membalas lambaian tangan Lynn, bus bergerak pergi. Krisan memutar setir mobilnyapergi dari sana.


***


Tap.. Tap...


"Apa kamu sudah mengantarnya Krisan?" Alfred tidak mengalihkan tatapan matanya, masih terfokus pada dokumen ditangannya.


"Sudah, apa kamu sudah selesai membacanya?" Tanya balik Krisan, Alfred menaruh dokumen itu.


Memijat keningnya, melirik Krisan meminta penjelasan  rinci mengapa dia tidak bisa mengumpulkan informasi dengan tepat padahal Krisan adalah tangan kanannya sangat kompeten dari pada yang lainnya.


"Aku sudah mencoba mengumpulkan semuanya tapi tetap saja aneh dan janggal, jadi aku terpaksa memakai koneksi 'itu' dan semua data menjadi berantakan  seolah ada  penghalang. Jadi ini data dari semuanya dan aku mencocokkannya sau persatu. Aku merangkumnya di lembar satunya dalam map hitam " Jelas Krisan, Alfred menaruh dokumen dan mengambil dokumen map hitam.


"Ini pertama kalinya aku melihat sesuatu yang seperti ini! Menarik sekali. Evelynn Cornelius atau Lynn Kiranita?" Gumam Alfred, tertawa tidak percaya tulisan kata-kata dokumen dan beberapa foto diatas meja, bersandar pada sofa dan menutup matanya rapat-rapat.


Krisan tidak mengerti perkataan Alfred mencoba mencernanya, tapi walaupun sudah dia coba berkali-kali tetap saja dia tidak paham apa menariknya dari dokumen-dokuem itu, Krisan tidak mau memahaminya lagi, memilih tidak peduli pada urusan Alfred.


***


Sekarang Lynn tengah berdiri didepan apartement baru yang dia sewa, Lynn mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan dan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Yah... Walaupun bukan berada di lingkungan elit, ini lebih baik dari pada tinggal di jalanan." Gumam Lynn pelan, berjalan menaiki tangga, berhenti tepat di depan pintu apartement.


Jangan lupa tinggalin jejak kalian, seperti tekan tombol jempol atau hatinya, bisa juga tinggalin komentar kalian dikolom komentar.


__ADS_2