Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 25


__ADS_3

Pagi Harinya


Lynn yang masih tertidur, dibangunkan lebih awal untuk bersiap-siap. Lynn setengah sadar, disuruh masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Mata Lynn yang tadinya matanya masih tertutup kini terbuka lebar setelah dia keluar dari kamar mandi, Hana yang mengawasi dari sofa tersenyum penuh kebahagian.


Lynn duduk dikursi meja rias, melirik jam dinding yang baru menunjukan pukul 3 subuh.


"Baru jam tiga subuh dan sekarang aku harus..."


Lynn memperhatikan pantulan cermin, gaun pernikahan dan bermacam-macam aksesoris, make up sudah tertata rapi dibelakang punggungnya.


Ada empat orang wanita yang tengah berbicara dengan Hana, dan salah satu dari mereka melirik Lynn. Lynn merasakan lirikan maut, dengan cepat melihat ketempat lain saja.


"Baiklah.. Aku serahkan pada kalian saja." Hana bertepuk tangan, ke empat wanita itu mengangguk paham, mendekati Lynn yang sudah tegang.


"Baiklah Nona kecil kita harus memulai dari menganti pakaianmu, lalu make up, dan rambut." Kata Wanita yang memakai kacamata.


Dua wanita mendekati Lynn dengan senyuman aneh, membantu Lynn memakai gaun pernikahan.


Lynn menghela nafas, dia baru selesai memakai gaun belum lagi yang lain dan sekarang dia sudah kewalahan. Butuh waktu dua jam lebih untuk menyelesaikan makeup dan menata rambutnya secara bersamaan.


Tangan Lynn terulur mencoba menggosok matanya, dia merasa tidak nyaman tapi tangannya lebih dulu dihentikan.


"Jangan disentuh nanti mulai lagi dari awal loh..." Kata Wanita yang baru selesai mengoleskan lipstick pada bibir ceri Lynn.


Tubuh Lynn menjadi kaku, dia susah duduk selama berjam-jam. Hanya karena menyentuh sedikit saja diri harus duduk lagi, Lynn merinding tidak berani membayangkannya.


"Sudah selesai." Kata Wanita yang baru saja selesai memasang mahkota dikepala Lynn.

__ADS_1


"Ini pertama kalinya aku melihat hasil yang seperti ini." Gumam mereka masing-masing kagum dengan hasil karya mereka.


"Wow... Apa benar ini aku?"


Rambut hitam yang terurai bertaburan dengan sesuatu yang berkilau dan mahkota biru laut. Gaun putih yang berhiaskan mutiara dan manik-manik berkilau, memperlihatkan bahu dan tulang selangka Lynn.


Kalung sederhana yang mengantung dileher Lynn, dan telinganya. Lynn yang hendak menyentuh wajahnya langsung berhenti, dia tiba-tiba teringat perkataan wanita tadi.


"Astaga, pengantin wanita kita sangat cantik." Teriak Yasmin heboh, Mina yang berada disamping Yasmin, menutup telinga.


Dia sudah terbiasa dengan kehebohan Yasmin, Lynn mengalihkan wajahnya kearah Yasmin dan Mina. Lynn terkejut, tidak tau bagaimana Yasmin dan Mina bisa disini sementara itu dia hanya memberitahukan lokasi tempat pernikahan.


Plak...


"Sudah aku bilang jangan berlebihan." Kata Mina memukul bahu Yasmin, Yasmin yang dipukul menggerutu kesal, menjauhi Mina.


"Selamat Eve." Ucap Yasmin, memeluk Lynn yang masih penuh dengan keterkejutan.


Lynn membalas pelukan mereka berdua, dia sangat terharu, mencoba menahan air matanya.


"Ehem... Gadis-gadis sekarang kita harus pindah ke lokasi pernikahan." Dehem Hana menyadarkan mereka bertiga.


Yasmin dan Mina melepaskan pelukan mereka, menggandeng tangan Lynn tidak memberikan Hana kesempatan sama sekali.


Hana, Lynn, Yasmin dan Mina menaiki mobil putih. Sementara Alfred, Wendy, Robert dan Bastian pergi lebih awal untuk menyambut tamu yang datang.


Acara pernikahan dilakukan diluar ruangan, tepatnya di tepi pantai yang memperlihatkan laut birunya. Altar yang dihiasi dengan kain sutra putih dan mawar merah, pasir putih yang bertaburan dengan kelopak mawar dan juga balon menjadi tempat dimana akan dilalui pengantin.


Sudah ada banyak tamu yang datang. Kebanyakan tamu yang diundang adalah kolage, klien dan pemilik perusahan ternama yang bekerja sama dengan perusahan Robert.

__ADS_1


Lynn yang menunggu diruang tunggu meremas jarinya gugup, jantungnya terus berdetak tidak karuan. Lynn sangat sadar diri walaupun ini bukan keinginannya tapi ini adalah pernikahan yang akan dilalui semua wanita seumur hidupnya sekali.


"Bisa-bisanya Kamu mempermainkan sebuah pernikahan dengan sesuatu yang disebut kontrak..." Sindir Lynn pada dirinya sendiri.


"Para hadirin sekalian, terima kasih sudah datang ke upacara pernikahan ini. Tanpa berlama-lama lagi kita langsung memulai acaranya. Kita panggil pengantin prianya Tuan Alfred Kernes, putra sulung dari Tuan Robert dan Nyonya Hana."


Alfred berjalan dengan penuh kewibawaan melangkah satu langkah demi langkah menaiki Altar pernikahan.


"Selanjutnya kita panggil pengantin wanitanya, Lynn Kiranita." Panggil pembawa acara, semua tatapan langsung berahli ke arah Lynn yang berdiri disamping Leo. Leo mengantar Lynn sampai ke atas altar.


"Aku harap kamu menjaga adikku dengan baik." Leo memberikan tangan Lynn pada Alfred, Alfred meraih tangan Lynn dan tersenyum.


"Tenang saja, aku pastikan akan menjaga dan merawatnya dengan baik." Jawab Alfred, Leo berbalik turun dari altar.


"Baiklah, karena kedua mempelai kita sudah disini kita langsung mulai saja, upacaranya."


Upacara berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan, Lynn melirik Alfred. Dia tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Alfred melalui veil putih yang dipakainya.


"Kedua pengantin silahkan bertukar cincin."


Bastian membawa cincin, berdiri ditengah Lynn dan Alfred, Alfred tersenyum meraih tangan Lynn dan memasangkan cincin di jari manis Lynn.


Lynn mengambil cincin yang lebih besar, menatap tangan Alfred yang terulur, Lynn mengambil nafas dalam, memasangkan cincin di jari manis Alfred, setelah bertukar cincin Lynn dan Alfred menandatangani surat pernikahan mereka.


"Dengan ini aku nyatakan kalian berdua, sah sebagai sepasang suami istri dimata hukum mau pun agama."


Alfred membuka veil putih yang menghalangi wajah Lynn, menatap Lynn dengan tatapan intensias. Yasmin yang memantau dari bangku tamu menangis segukan, Mina yang duduk disampingnya juga ikut menangis tetapi tidak seperti tangisan Yasmin yang berlebihan.


Alfred memegang dagu Lynn agar wajah Lynn tidak menunduk melihat kebawah, Alfred yang baru pertama kali melihat penampilan Lynn yang berbeda dari biasanya tertegun sebentar.

__ADS_1


Alfred tersenyum, mendekatkan wajah kearah wajah Lynn, wajah Lynn langsung berubah menjadi merah. Lynn menutup matanya rapat-rapat, pikiran nya mendadak menjadi kosong.


Cup...


__ADS_2