Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 9


__ADS_3

Jari tangan Lynn memasukan password pintu satu persatu, begitu pintu terbuka, Lynn menarik kopernya kedalam.


"Kok gelap yah?." Gumam Lynn pelan, melangkah penuh hati-hati agar dirinya tidak menabrak dinding.


Tiba-tiba lampu menyala membuat Lynn harus mengkat tangannya menghalangi cahaya terang yang menusuk matanya, mata Lynn menangkap siulet dua gadis.


"Selamat datang, Eve." Sambut mereka berdua dengan kue coklat di tangan mereka.


"Astaga*..* Yasmin\, Mina kalian kok bisa ada disini? Tau dari mana kalian\, kalau aku bakal ke sini?." Tanya Lynn tanpa jeda ke dua sahabat baiknya tersenyum misterius ke Lynn.


"Ada deh, ini rahasia, iyakan Min." Kata gadis yang membawa kue coklat, rambut pirang sebahu, hidung mancung dan mata bulat. Tidak lain adalah Yasmin Ainalisa menyenggol bahu gadis disampingnya.


Gadis di samping Yasmin memakai kacamata bulat, rambut panjang gelombang, hidung mancung dan wajah cubi, nama gadis itu adalah Mina. Yasmin menaikan kedua alis matanya, Mina tersenyum menangguk setuju.


"Tapi, Eve. Aku kira kamu bakal tinggal selamanya sama kedua mak mampir itu. Akhirnya ada juga hari damai untuk Eve kita." Celoteh Yasmin, dianggukkan Mina.


"Sudahlah, jangan bahas lagi. Karena kalian berdua sudah ada disini, ayo sini bantu aku beres-beres." Lynn menaruh kopernya di samping pintu kamar.


"Loh.. Kamu mau kemana Yas?." Tanya Mina melihat Yasmin mengendap-ngendap seperti maling mau kabur.


Yasmin mengaruk kepala, tertawa canggung niatnya mau kabur tapi selalu saja ketahuan dulu.


"Paling-paling juga kabur. Biasa Yasmin-kan selalu anti bersih-bersih." Ledek Lynn dengan senyuman khasnya.


"Mana ada." Bantah Yasmin, tergesa-gesa mengambil lap, mulai mengelap meja. Lynn dan Mina saling melontarkan tatapan dan tertawa melihat sikap Yasmin.


Tidak terasa mereka bertiga menghabiskan beberapa jam untuk membersihkan apartement, Yasmin  kelelahan berbaring terlentang di lantai menatap langit-langit apartement.


"Karena Lynn pindah keapartement, jadi kita bebas buat berkumpul lagi." Kata Yasmin berbaring telengkup menatap Mina.


"Iya, Kalian tinggal datang." Jawab Lynn, Yasmin dan Mina merenung sebentar.

__ADS_1


Pasalnya, dulu apartement ini disewa oleh Kakak Yasmin untuk Yasmin agar Yasmin tidak mengalami kesulitan untuk pergi kuliah karena jarak rumah mereka yang jauh dari tempat Yasmin kuliah.


Yasmin mengunakan apartement ini sebagai markas mereka bertiga untuk kabur dari rasa lelah dan frustasi, saling berbagai cerita dan tertawa bersama, Sekarang apartement ini disewa Lynn.


"Apaan-sih Yas, kamu kok tiba-tiba jadi nostalgia." Ledek Mina, Yasmin membuang mukanya mengabaikan Mina, kembali berbaring terlentang..


"Ini makanlah kue coklat yang kalian bawa. Upah karena sudah membantu." Goda Lynn, Yasmin  berbaring langsung bangun dari tidurannya.


Yasmin menatap Lynn penasaran, tangannya tidak lupa mengambil kue coklat. Mina bangun pergi membawakan air putih dan duduk lagi.


"Eve, aku mau tanya? Tapi kamu janji gak boleh marah atau pun tersinggung yah!." Tegas Yasmin, mengangkat jari kelingkingnya meminta janji, Lynn mengangkat jarinya setuju.


"Kok tiba-tiba sih kamu pergi dari rumah? Padahal dari dulu, kita udah bujuk sampai capek tapi kamu bersikeras gak mau bahkan sampai ngotot lagi." Ungkap Yasmin, memasukkan satu potongan besar kue kedalam mulutnya.


Lynn menundukkan kepalanya, mengosok lehernya bingung bagaimana menceritakannya.


"Kalau sulit gak usah cerita Eve, kita juga gak bakal maksa." Terus terang Mina, menyenggol bahu Yasmin.


"Ohh... Kakak tiri kamu yang cuma tau nyusahin orang itu." Saut Yasmin memotong perkataan Lynn.


"Yas.." Panggil Mina, menyadarkan Yasmin.


"Maaf-maaf, lanjutkan aja aku bakal diam kok." Yasmin menyumbat mulutnya dengan kue coklat.


"Tapi si Cicinya nolak bilang, dia gak mau nikah sama bapak-bapak alias om-om, jadi mau gak mau aku disuruh buat gantiin posisi Cici dan untungn-"


"Argh... Kedua mak lampir itu. Awas ajah kalau ketemu bakal aku kasih bogem." Teriak Yasmin geram, Mina  kesal mencubit tangan Yasmin, Yasmin mengerutut kesakitan.


"Om-om banyak duitnya tapi gendut kayak yang di Tv, kan Eve?" Tanya Mina, Lynn menyentil kening Mina.


Mina meringis kesakitan, Yasmin memegang bahu Mina dan menatap Mina dengan tatapan serius.

__ADS_1


"Bukan cuma itu Mina, mereka juga gak enak dipandang, gak kayak oppa-oppa yang kamu sukai itu." Tegas Yasmin melototkan kedua matanya.


"Iihh.. Yasmin nyebelin banget." Geram Mina, Yasmin dan Lynn tertawa terbahak-bahak melihat respon Mina.


"Udah jangan bahas lagi, kalian mau makan apa?" Tanya Lynn bangkit dari tempat duduknya.


"Apa aja yang penting enak, bukan kayu dan juga batu, oke." Yasmin mengacungkan jarinya membentuk Ok.


"Emang siapa sih yang bakal makan kayu sama batu." Gumam Mina pelan, mengikuti Lynn dibelakang mau membantu sedikit walaupun sebenarnya dia tidak tau cara memasak sama sekali.


Yasmin memperhatika kedua sahabatnya yang sibuk memotong sayur, mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto diam-diam tanpa diketahui siapa pun.


Drett...


Yasmin sibuk melakukan pemotretan rahasia, melirik ponsel Lynn berdering nyaring, Yasmin tiidak suka akan keributan langsung mengangkatnya tanpa memeriksa siapa peneleponnya.


"Kenapa lama sekali angkatnya." Suara bariton pria yang menusuk telinga.


Yasmin menjauhkan ponsel dari telinganya memeriksa siapa menelepon, tidak ada namanya. Yasmin bangkit berlari mendekati Lynn, Lynn sibuk membolak-balikkan telur dadar.


"Eve, ada yang telepon." Jerit Yasmin penuh kehebohan, Lynn mengambil ponsel itu menjauh dari Yasmin, mata Yasmin berkilat menatap Lynn berbinar-binar.


"Hallo, ini siapa yah?." Tanya Lynn kakinya terus melangkah menuju teras.


"Alfred." Jawaban singkat bercampur dengan dingin, Lynn tidak menjawab, bibirnya hanya membentuk huruf o saja.


"Mama ingin kamu datang ke rumah mengikuti acara keluarga. Sekarang turun dari apartement-mu" Kata Alfred.


Lynn mengedipkan kedua matanya bingung, kaki Lynn berhenti di pintu teras, membuka pintu, melangkah keluar dan melihat kebawah.


Sebuah mobil hitam terparkir disana, Krisan yang berdiri diluar menatap keatas teras dan menangnggukkan kepalanya pada Lynn, Lynn terbengong menatap Krisan.

__ADS_1


__ADS_2