
"Arga? Kenapa kamu disini?" tanya Yasmin sinis.
Arga tersenyum manis, mengangkat kotak kue di tangan kanannya menutupi wajahnya.
"Hari ini tanggal 16 April dan itu adalah tanggal ulang tahun Lynn, aku membawakan kue coklat kesukaannya."
"Terima kasih untuk kuenya, tapi kami tidak menerima tamu hari ini." Ujar Yasmin, menatap Arga dingin.
"Tidak masalah, kamu bisa menganggap aku tidak terlihat dan masalahnya selesai bukan?"
Yasmin menaikan ujung bibirnya kesal, Arga tiba-tiba tersenyum lebar melambaikan tangan. Yasmin sudah tau siapa orang yang bisa mengubah perubahan wajah Arga secepat kilat.
"Yas, kenapa kamu lama sekali, siapa ... oh, Arga kamu datang, masuklah."
Arga tersenyum manis, menerobos masuk melewati Yasmin. Yasmin mengepalkan tangannya, tangannya terasa gatal untuk menabok kepala Arga.
"Aku cuma mau merayakan ulang tahun kok,gak ada yang lain." Bisik Arga saat dirinya berjalan melewati Yasmin.
"Selamat ulang tahun Eve." Arga tersenyum menaruh kue yang dibawanya diatas meja.
"Haha ... terimakasih Arga, duduklah dulu. Aku akan membawakan air untukmu."
Lynn tertawa canggung, berjalan masuk kedalam. Bibir Yasmin bergerak naik keatas, rasanya dia ingin memakan Arga hidup.
"Dasar tidak peka," cibir Yasmin.
Ting tong
"Siapa lagi kali ini?" Tanya Yasmin sambil membukaakan pintu.
"Mina! Akhirnya kamu datang juga," tutur Yasmin senang.
Mina menundukkan kepalanya, kedua tangan Mina penuh dengan makanan. Ditangan kanannya terdapat satu kantong penuh minuman beralkohol dan ayam goreng, ditangan kirinya ada satu box mini cupcake.
__ADS_1
"Min, wajah kamu kok cemberut kesal gitu? Terus dimana Kak Leo? Dia gak datang?"
Yasmin membumbui Mina dengan bermacam pertanyaan, sementara Mina melirik kekirinya sambil berbicara.
"Kak Leo gak datang tapi ada orang lain yang datang mengantikannya," Ujar Mina gak tulus.
Menggunakan bibirnya menunjuk kearah dimana dia menatap tadi, Yasmin melihat keluar. Senyuman diwajah Yasmin lenyap lagi, bibirnya menurun tidak senang.
"Sama Min, didalam juga udah ada orang yang gak diundang." Yasmin menunjuk kedalam rumah.
Mina berjinjit melihat kedalam, wajah Mina berubah menjadi masam. Kedua berjalan dengan lesu kedalam rumah, Alfred mengikuti dibelakang sambil memperhatikan setiap sudut rumah Lynn.
"Yas, ini cupcake yang dibuat Kak Leo katanya khusus buat Eve."
Mina menyodorkan mini box kearah Yasmin, dan menaruh sisa belanjaan diatas meja. Kue ulang tahun tertata manis diatas meja, Mina melirik Arga dengan tatapan tajam.
"Loh? Kok Tuan Alfred ada disini?" tanya Lynn bingung.
"Ehem! Aku tadi sekedar lewat dan aku dengar dari Krisan kamu cuti. Aku kira kamu sakit jadi aku datang menjenguk," Alfred mencari alasan.
"Yah dan sekarang kamu sudah melihat kondisi Eve, lalu pergilah dari sini!" Gumam Yasmin, berjalan memutari meja duduk dihadapan Arga.
"Duduklah."
Lynn menaruh air putih yang dibawanya, Mina sibuk membuka box yang dibawanya. Ayam goreng, beberapa minuman kaleng alkohol, Mina tidak sabar melahap ini semua.
"Eve, ini dari kak Leo."
Lynn menerima box mini dari Yasmin, membuka box kecil itu, didalam terdapat cupcake berulis selamat ulang tahun dan sisanya berbentuk panda.
"Wowww... aku selalu kagum akan hasil karya kakakku, Eve jadilah kakak iparku. Biar aku setiap hari bisa makan kue unik dan imut ini." Kata Yasmin, mengambil satu cupcake dari mini box.
"Ehem!" Alfred berdehem, menatap Lynn yang duduk didepannya.
__ADS_1
"Sebentar aku akan mengambil gelas."
Lynn bangun dari tempat duduknya masuk kedalam dapur, dua tatapan mata tidak lepas dari punggung kecil Lynn. Mina menyenggol tangan Yasmin, menggunakan matanya menunjukkan sikap mereka.
Saat Lynn berjalan keluar dari dapur, tatapan keduanya kembali ketempat semula seolah semuanya tidak pernah terjadi.
"Hahaha... Kalau begitu aku saja yang jadi kakak ipar Eve, jadi kita selalu bersama." Mina tertawa lebar sambil membuka sekaleng minuman dan meneguknya satu tegukkan.
Yasmin dan Mina tertawa lebar, mengabaikan kedua pria itu seolah mereka adalah manusia transparan. Lynn yang sudah terbiasa dengan sikap keduanya, tertawa canggung.
Padahal Mina dan Yasmin yang berbicara entah kenapa Lynn yang merasa malu karena ucapan kedua sahabatnya itu.
"Eve, apa kamu sudah membuat permohonan?" Arga menyalakan lilin di kue yang dibawanya.
"Yah buatlah permohonan Eve." Ucap Mina merangkul Lynn.
"Baiklah, akan aku buat."
Lynn menutup matanya, mengucapkan semua doa dan keinginan melalui hatinya. Kelopak mata Lynn terangkat secara perlahan-lahan, di mata Lynn dia terdapat wajah Alfred.
Lynn tersenyum tanpa sadar lalu meniup lilin yang menyala, semua orang bertepuk meriah hanya Alfred yang tidak bertepuk tangan.
"Mari kita mulai pestanya!" Teriak Mina penuh kehebohan.
Mina menuangkan setiap masing-masing gelas kosong berisi alkohol, hanya gelas Lynn yang berisi dengan jus jeruk. Yasmin dan Mina melarangnya minum untuk hari ini karena luka ditangan Lynn.
Baru beberapa menit Yasmin sudah tertidur dalam mabuknya, Mina melakukan mengadakan lomba truth or dare, dimana ujung botol menghadap mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pihak lawan.
Jika mereka tidak mau memilih truth or dar, mereka harus menghabiskan satu gelas alkohol tanpa banyak protes.
putaran pertama, kedua dan ketiga berakhir dengan Mina dan Arga yang menghabiskan minuman. Mina dan Arga sudah cukup mabuk, sampai-sampai Mina mengoceh tidak jelas.
Alfred mengambil botol dan melakukan putaran, dan berbotol itu berhenti didepan...
__ADS_1