Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 48


__ADS_3

"Ahaha... Kalau begitu saya juga tidak bisa memaksakan kehendak." Krisan tertawa canggung, mengalihkan tatapan matanya ketempat lain.


"Benarkah? Anda sudah menyerah begitu saja, atau saya sendiri yang sampaikan."


Wajah Krisan berubah menjadi pucat, mengambil berkas biru yang ada diatas meja.


"Saya lupa untuk mengantarkan berkas ini ke ruangan Tuan Alfred." Krisan mengalihkan topik pembicaraan, kabur dengan cepat.


Lynn menutup mulutnya menahan tawa yang hampir bocor dari bibir merah melihat tingkah Krisan yang sangat kikuk.


"Permisi, Nona saya mencari seseorang yang bernama Lynn." Kata Pak satpam yang membawa buket bunga di tanganya.


"Itu adalah saya, ada apa yah... Pak?" Tanya Lynn.


"Ini ada seseorang yang menitipkannya untuk anda." Pak Satpam itu menyerahkan buket bunga itu pada Lynn.


"Kalau begitu saya permisi dulu."


Setelah menyerahkan buket bunga itu pak satpam itu langsung pergi, Lynn memperhatikan buket bunga yang ada di tangannya, memutarnya ke kiri dan ke kanan memperhatikan rangkaian bunga lilac.


Ada sepucuk surat hitam yang menggantung di tepi bunga, Lynn mengambil surat itu dan membukanya, senyuman terbit di bibir cery Lynn.


"Ha ha ha... Astaga Yasmin, kenapa kamu selalu begini."

__ADS_1


Lynn mendekatkan surat itu di dekat hidungnya, hidungnya bisa mencium wangi parfum bunga lembut yang sering dipakai Yasmin kemana pun dia pergi.


"Wow... Sekertaris Lynn apa kamu mendapat pernyataan cinta?" Goda Krisan.


Lynn terkesiap, buru-buru menyimpan surat itu, dia tidak sadar sama sekali kalau Krisan berdiri di depannya.


"Tidak ini dari sahabatku." Lynn memindahkan bunga itu ke samping agar dia bisa bergerak leluasa.


"Apakah begitu?" Ledek Krisan, duduk disamping Lynn, tertawa menanggapi wajah Lynn yang merona merah.


Jam pulang kerja


Lynn berjalan mengendap-ngendap seperti seorang pencuri diparkiran mobil, mata Lynn melirik sekelilingnya memastikan tidak ada yang mengikutinya atau pun mematai.


"Kamu sangat tepat waktu." Alfred memperhatikan jam tangan nya.


Lynn mundur kebelakang, dia tidak tau kalau Alfred ada disana.


"Seandainya kamu terlambat 1 menit, aku akan langsung memecatmu." Ancam Alfred, Lynn menelan salivanya kasar.


"Pak, ayo jalan." Perintah alfred, mobil bergerak meninggalkan parkiran mobil, sepasang mata tengah mengamati mobil Alfred.


Di dalam mobil

__ADS_1


Lynn duduk disamping Alfred, didalam mobil dipenuhi keheningan. Lynn yang merasa canggung dengan Alfred memilih melihat keluar jendela mobil.


Lynn menyembunyikan wajahnya, saat melihat Arga yang berdiri diseberang jalan entah sedang menunggu siapa, Alfred mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah Lynn.


Lynn mengangkat kepalanya setelah mobil bergerak jauh, Lynn melirik kebelakang memperhatikan Arga yang berjalan mondar mandir.


"Apa yang kau lihat?" Pertanyaan Alfred membuat Lynn terkejut seakan-akan ketahuan berselingkuh.


"Ehem.. A-aku hanya melihat-lihat." Lynn tersenyum.


"Lah... Kenapa aku cari alasan? Kita kan bukan siapa-siapa?" Kata Lynn dalam hatinya cemas.


Alfred berdecak kesal, memperhatikan kaca depan yang memantulkan bayangan yang berada dibelakang, seorang pria yang berdiri disana memperhatikan mobilnya.


"Omong-omong kita bakal kemana?"


"Pulang." Jawab Alfred singkat tanpa memperhatikan lawan bicaranya, matanya memperhatikan tabloid.


"Iya... Maksudku kita bakal kemana? Ini udah malam pasti Yasmin menungguku di rumahnya." Lynn melirik ke langit malam yang dipenuhi bintang-bintang yang berkelip-kelip.


"Vila milikku."


"Oh... Haa?" Lynn menatap Alfred dengan tatapan tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2