Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 20


__ADS_3

"Bentar-bentar." Leo menaruh nampan yang dibawanya di atas meja, berdecak pinggang dan salah satu tangannya mengusap wajahnya.


Mencoba memperbaiki ekspresinya, Leo mengangkat kepalanya melakukan kontak mata dengan Lynn.


"Eve, ini bukan candaan kan?" Leo tersenyum terluka, Yasmin yang duduk disamping Lynn menyingkir dengan cepat.


Yasmin membantu Mina membereskan serpihan kaca, memasang telinganya dengan baik untuk mendapatkan informasi.


Lynn menggelengkan kepalanya pelan, Leo mengigit bibirnya. Menyisir rambutnya kebelakang, berusaha untuk tenang.


"Apa Dalvan tau ini?"


Lynn tidak menjawab, hanya menundukkan kepalanya bingung bagaimana harus memberikan menjawab, Leo mengambil napas dalam berjalan pergi, mengertakkan giginya kesal.


"Haa..." Leo menghembuskan napas panjang, menaruh dengan keras gelas yang ada ditangannya hingga menimbulkan suara yang nyaring.


Davlan adalah Kakak kandung Lynn, dia adalah Kakak kembar yang pertama sedangkan Kakak kembarnya yang satunya bernama Davan. Leo sangat mengenal Davlan, karena mereka dulu adalah teman sekaligus sahabat sebelum Davlan pergi keluar negeri bersama teman Mamanya.


"Eve, kamu gak dipaksakan?" Tanya Leo dengan salah satu alis matanya yang naik keatas.


"Enggak kok, Aku itu bukan anak kecil lagi tau Kak Leo. Aku udah bisa mengambil keputusan sendiri, udah jangan dibahas lagi, makanannya kan jadi dingin."


Leo menghela napas, berjalan menghampiri Lynn, mengelus kepala Lynn. Leo menyayangi Lynn tapi rasa sayangnya tidak sama dengan bagaimana dirinya menyayangi Yasmin.


"Iya... Iya... Adikku ini sudah tumbuh dewasa. Ingat kalau ada apa-apa cerita, Kakak akan selalu ada untuk membantu."

__ADS_1


"Iya." Lynn tersenyum cerah, Yasmin berdehem menyadarkan mereka, kalau disini masih ada orang.


"Ah... Kalian lanjut makan, Kakak masih ada urusan diluar." Kata Leo, buru-buru berjalan keluar. Pintu bel berbunyi menandakan kalau Leo sudah pergi.


Yasmin yang duduk disamping Lynn menatap Lynn dengan tatapan selidik, Lynn yang mau makan sup tidak tenang karena tatapan itu.


"Besok kamu menikah. Kamu gak ngajak kami?" Pertanyaan Yasmin membuat Lynn menyemburkan sup yang dimakannya.


"Huk.. Huk... "


Yasmin memasang wajah polos seakan kalau tadi dirinya sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Lynn mengelap bibirnya, Mina yang baru kembali dari membuang serpihan kaca, duduk dibangku kosong.


"Besok kalian harus datang, menemani aku. Pokok Mina sama Yasmin harus ada disamping aku sampai acaranya selesai."


*****


"Aku sangat kenyang." Gumam Mina, menyentuh perutnya.


"Makanya kalau makan itu pelan-pelan jangan kayak orang kelaparan, udah makan banyak tapi gak gemuk-gemuk." Cibir Yasmin, Mina yang tidak terima membalas Yasmin.


"Dari pada kamu yang bilangnya diet tapi malah makan-makan manis." Mina mengulurkan lidahnya.


Lynn tertawa melihat Yasmin dan Mina yang selalu saja bertengkar tidak peduli dimana pun atau di situasi apa pun.


"Kalian ini, selalu aja bertengkar. A-"

__ADS_1


Lynn menatap dua orang yang berjalan ke arahnya dengan tangan yang melingkari tangan yang satunya. Yasmin dan Mina yang menjawab Lynn, mengerutkan kening bingung. Ikut mengalihkan pandangan mereka ke tempat dimana Lynn melihat.


Mina yang tidak percaya dengan penglihatannya, menggosok matanya tidak yakin.


"Wah... Apa ini? Apa ini pertunjukan?" Yasmin tertawa sinis, menatap orang yang ada di depannya sinis.


"Lynn, lama gak ketemu. Lihat siapa yang ada disampingku." Cici berkata dengan suara yang manis, tangan nya melingkari tangan pria yang ada disampingnya.


Pria itu menepis tangan Cici kasar, meraih tangan Lynn. Mina yang mau memukul tangan pria itu dihentikan Yasmin, Mina melotot meminta penjelasan pada Yasmin tapi Yasmin hanya menggelengkan kepalanya meminta Mina untuk tenang.


"Kalau gitu, aku pergi dulu." Cici tersenyum mengejek, menabrak Lynn dengan sengaja lalu berjalan pergi.


"Dasar wanita sinting!." Teriak Yasmin mengacungkan jari tengahnya pada Cici yang sudah berjalan jauh.


"Eve, kurasa kita perlu bicara." Kata Pria itu, Mina memasang wajah jijik.


"Gak, gak ada yang perlu kalian bicarakan. Pergi sana." Usir Mina tidak suka, Yasmin menutup mulut Mina dengan tangannya sebelum sumpah serapah keluar dari mulut Mina.


"Eve, Aku dan Mina akan pergi ke toko kue yang ada didepan, kami akan mengawasi dari sana. Ok?" Yasmin mengangkat jarinya membentuk ok.


Yasmin membawa Mina pergi, melihat sahabatnya yang masih memberikan ruang untuk dirinya senyuman terbit dibibirnya. Pria itu mengepalkan tangannya, Lynn melepaskan pegangan pria itu.


"Apa yang mau kamu katakan, Arga?" ekspresi pria itu terluka bercampur sedih mendengar Lynn dulu hangat dan tersenyum kini berkata dengan nada dingin dan datar padanya.


"Eve, apa begini caramu menyapaku, setelah apa yang kamu lakukan?" Arga tersenyum kecewa, jantung Lynn berdetak sangat kencang.

__ADS_1


__ADS_2