
Alfred menghenti mobilnya, jaraknya tidak terlalu jauh dari Lynn duduk dihalte bus menunggu bus yang datang menjemput penumpang.
"Apa?" Tanya Lynn galak, Alfred yang berdiri di depannya tersenyum kesal, menarik tangan Lynn dengan kasar melemparkan koper Lynn kedalam dan memaksa Lynn ikut masuk kedalam mobil.
"Hei... Apa-apaan ini? Apa yang anda lakukan?" Teriak Lynn tidak suka, Alfred tidak mengurusinya langsung menutup pintu mobil dengan keras dan berjalan berputar duduk ditempat setir.
"Hei.. Om, apa sih yang kamu lakukan? Cepat hentikan mobilnya!" Teriak Lynn, mobil mendadak direm membuat kepala Lynn menghantuk sandaran kursi yang ada didepannya.
"Argh... Kok berhenti mendadak sih Om?" Cicit Lynn tidak suka, Alfred berdecak kesal mengalihkan pandangan ke bangku belakang dimana Lynn tengah duduk saat ini.
"Aku gak pernah menikah dengan Tantemu." Alfred menjalankan mobilnya.
"Lalu kenapa paman malah membawaku? Cepat berhenti, aku mau ketempat lain." Lynn mengerucutkan bibirnya kesal, Alfred menghentikan mobilnya karena lampu merah.
Merasa mobil berhenti Lynn cepat cepat turun dari mobil membawa kopernya berlari sekencang mungkint, berharap Alfred tidak mengejarnya.
"Sialan." Alfred yang melihat Lynn turun dari mobil membuka pintu mobil mengejar Lynn yang berlari sekuat tenaga mencoba menjauh dari dirinya
__ADS_1
Lynn menoleh kebelakang berharap kalau di belakangnya tidak ada siapa-siapa, tapi Alfred sudah berhasil menyusulnya hanya tinggal beberapa langkah lagi dirinya akan tertangkap.
"Kyaa... Jangan mendekat!" Teriak Lynn, mempercepat langkah kakinya yang pendek.
Lynn sangat cepat tertangkap oleh Alfred karena kakinya yang pendek tidak sebanding dengan kaki Alfred yang panjang, Alfred yang membawa Lynn seperti mengangkat karung beras di pundaknya yang lebar, tangan kirinya menarik koper Lynn.
"Seseorang tolong aku!! Aku diculik oleh Om-om gila!" Teriak Lynn histeris memberontak turun dari gendongan Alfred, tapi usaha Lynn sama sekali tidak membuahkan hasil karena Alfred malah mencengkan pegangannya.
Ibu-ibu yang sedang kumpul membeli sayuran mendengar teriakan Lynn, mengalihkan mata mereka kearah suara. Melihat Lynn dan Alfred salah satu Ibu-ibu mengoda mereka berdua.
"Astaga Pak, Istrinya kabur dari rumah yah?" Tanya ibu-ibu yang memegang sayur, Alfred hanya tersenyum tipis menangapi perkataan ibu itu.
"Jangan dipedulikan, Bu. Istri saya lagi ngambek makanya jadi begini, nanti bakal baikkan." Jawab Alfred melemparkan koper Lynn ke bangku penumpang, berputar dan mendudukkan Lynn di sebelah dimana dia akan duduk.
Ibu-ibu itu hanya tersenyum-senyum melanjutkan memilih sayuran lagi, Alfred menjalankan mobilnya begitu lampu berubah menjadi hijau menuju tempat yang ingin dia tujuh sementara Lynn duduk diam membatu.
Mobil Alfred berhenti didepan sebuah vila yang besar, Lynn melihat dari jendela mobil hanya bisa meratapi nasibnya yang kurang beruntung hari ini. Niat Lynn kabur dari nenek lampir malah masuk ke lubang harimau. Alfred turun dari mobil membukakan pintu untuk Lynn, wajah Lynn berubah menjadi murung dan muram.
__ADS_1
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda, Nona Lynn Kiranita." Lynn tidak mengurusinya mengalihkan wajahnya ke arah lain.
Alfred menggertakkan giginya kesal, jika saja ini tidak ada kaitannya dengan dirinya sendiri, dia tidak akan sesabar ini menghadapi Lynn. Alfred mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
"Nama Lynn Kiranita, Usia 19 tahun, tanggal lahir 16 Juni, golongan darah O." Mata Lynn membelak tajam tidak percaya, melototkan mata pada Alfred, Alfred hanya membaca apa yang tertera di benda tipis ditangannya itu.
"Kamu menyelidikiku?" Lynn menatap tidak percaya, Alfred tidak menjawab memasukkan ponselnya kedalam saku celananya berjalan pergi.
"Hei.. Om jangan pergi jawab dulu pertanyaanku ini!" Teriak Lynn mau tidak mau mengejar Alfred yang berjalan masuk kedalam Vila.
Alfred berjalan cepat meninggalkan Lynn yang ketinggalan dibelakangnya, Lynn mengoceh sebel bibirnya terus komat-kamit mengucapkan kata-kata menusuk telinga.
"Mama?" Alfred tidak percaya, melihat Hana yang duduk santai menikmati teh hangat, Lynn yang terus mengoceh tidak mendari kalau Alfred berhenti hingga dirinya malah tidak sengaja menabrak tubuh Alfred.
"Issh.. Itu badan apa batu?" Lynn mengosok hidungnya yang sakit, Alfred tersadar begitu mendengar suara Lynn berusaha menyembunyikan Lynn dari pandangan Hana.
"Siapa itu?" Selidik Hana penasaran, Alfred memasang wajah datar tidak tau apa yang dimaksudkan Mamanya. Hana yang penasaran bangkit berjalan menghampiri Alfred, Lynn menjulurkan kepalanya mengintip pensaran
__ADS_1
"Lynn, Mama?!" Kata Lynn dan Hana secara kompak.