Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 77


__ADS_3

Lynn merasakan firasat kalau hal buruk bakal menimpa dirinya. Lynn menoleh kebelakang begitu mendengar suara deheman datang dari belakangnya.


"Wow aku tidak tau kalau kamu punya hobi untuk menguping pembicaraan orang lain." Lita mendorong punggung Lynn menjauh dari dinding.


Lynn didorong berdiri didepan pintu yang terbuka lebar, Lynn bisa merasakan tatapan menusuk dan menyengat datang dari depan.


"Lihat siapa yang aku temukan disini?" Kata Lita tersenyum sinis, bersandar pada pintu.


"Astaga!! Aku tidak tau kalau kamu punya hobi untuk menguping pembicaraan orang lain! Dasar tidak tau malu!" Maki Ana.


"Sepertinya kita harus berhati-hati untuk sekarang, aku tidak mau nanti ada seekor tikus menguping!" Kata Sinta sambil tersenyum manis.


"Ha ha ha... Itu benar-benar perumpamaan yang bagus." Tawa Ana, sambil melirik Lynn dengan tatapan sinis.


Mereka berempat terkikik pelan, Lynn menatap mereka satu persatu, mengambil langkah kedepan, secara otomatis tawa dari mereka langsung terhenti.


Melihat Lynn yang berjalan mendekatinya, Ana mendadak jadi kaku. Ana menutup matanya begitu tangan Lynn terangkat.


Suasana yang awalnya heningkini hanya terdengar suara detingan sendok, Ana sama sekali tidak merasakan rasa sakit dipipinya membuka matanya lebar-lebar.


Lynn berdiri disamping Ana memasukkan dua sendok kopi kedalam gelas, dia harus membuatkan kopi yang dipesan Alfred.


Wajah Ana berubah menjadi merah karena malu dan kesal, dia mengira kalau Lynn bakal menamparnya, tapi Lynn hanya mengambil gelas yang ada di rak atas.


"Haa... Apa kau mencoba menakutiku?" Gertak Ana.

__ADS_1


Lynn tidak menjawab, mengangkat gelasnya mau mengambil air panas yang ada pada dispenser, Ana merasa diabaikan mendorong tangan kanan Lynn.


Prank


"Auh..."


Gelas kaca yang dipegang Lynn pecah membentur lantai, akibat dorongan Ana tangan Lynn terkena air panas, Lynn mengoyangkan tangannya sekuat tenaga agar rasa perih itu tidak terlalu menyengat.


Lynn mencuci tangannya dengan air mengalir, melemparkan tatapan galak pada Ana, Ana menciut tidak berani menatap mata Lynn.


"Sa-salahkan dirimu sendiri, tidak hati-hati." Ucap Ana melipat tangannya diatas dada.


Lynn mematikan keran air lalu mengelap tangannya yang basah, Lynn mengambil gelas baru mulai membuat kopi lagi.


"Aku diam bukan berarti, aku lemah." Gumam Lynn pelan.


"Apa?" Teriak Ana tidak terima, mengangkat tangannya ingin mencakar Lynn.


Pina buru-buru berdiri menghalangi Ana, Ana makin Geram memberontak mencoba mengapai Lynn.


"Ana hentikan, jangan buat keributan." Pina menarik tangan Ana meninggalkan ruangan itu.


Ana ditarik keluar secara paksa mau tidak mau mengikuti Pina, Lynn sudah selesai membuat kopinya berjalan keluar, Lynn menghentikan langkah kakinya didepan pintu berbalik dan menatap Sinta dan Lita.


"Oh... Aku titip serpihan kaca itu pada kalian, kan itu perbuatan rekanmu, dan terima kasih." Kata Lynn tersenyum tipis dan berbalik pergi.

__ADS_1


"Sialan." Maki Lita, mulai memungut serpihan kaca.


Sinta mengepalkan tangan dengan erat, menatap kedepan dengan tatapan kesal.


"Sinta, apa kau mau air putih?" Tanya Lita mengulurkan air putih pada Sinta yang membelakangi dirinya.


"Tentu terima-kasih." Ucap Sinta dengan senyuman manis.


...🍒🍒🍒...


Tok... Tok...


Lynn mengetuk pintu beberapa kali lalu mendorong pintu kaca itu, menaruh kopi yang dipesan diatas meja.


"Apa perlu waktu setengah jam untuk membuat kopi? Apa letak ruangannya sangat jauh?" Sindir Alfred menatap Lynn dengan tatapan dingin.


"Maafkan saya, akan saya pastikan hal ini tidak terulang kembali." Lynn membungkuk meminta maaf.


"Lain kali? Apa kamu pikir aku akan membiarkan hal ini terulang kembali!. Pekerjaan yang simpel saja tidak bisa? Apalagi pekerjaan lain?" Alfred tertawa sarkas.


Lynn diam tidak membantah, Alfred mengertakkan giginya kesal, dia mengira kalau Lynn bakal membantah dirinya sehingga Alfred bisa menggunakannya sebagai alasan untuk memecat Lynn.


"Keluar!"


Lynn memutar tubuhnya berjalan dengan cepat keluar dari ruangan Alfred.

__ADS_1


__ADS_2