
"Iya... Iya.. Mama tau. Mama gak akan ganggu." Kata Hana mengedipkan mata kirinya pada Lynn dan berjalan pergi.
"Apa artinya itu?" Tanya Lynn dalam hati menatap Hana dengan tatapan melongo.
Lynn mengedipkan matanya, sekarang dia hanya berduan dengan Alfred di ruang kamar Alfred yang sangat luas dan nan mewah.
"Bagaimana aku bisa ada disini? Bukannya tadi kami masih ada di lantai bawah?" Lynn melontarkan banyak pertanyaan yang tidak bisa dirinya jawab sendiri.
"Haa..." Alfred menghela nafas, menyibak rambutnya keatas, melepaskan jas hitamnya, melemparkannya ke sembarang arah.
"Apa?" Kata Alfred galak, Lynn melambaikan tangannya, dia menggelengkan kepalanya sekuat tenaga.
"Berbalik." Titah Alfred, Lynn memutarkan tubuhnya membelakangi Alfred tanpa mengucapkan apa pun.
"Galak benar.." Gerutu Lynn mengerucutkan bibirnya.
"Apa kamu bilang?"
Lynn kaget karena suara Alfred dekat sekali dengan dirinya, secara spontan Lynn membalikkan badannya.
"Aku tidak bilang apa-" Perkataan Lynn terhenti kini mata bukan tertuju pada mata Alfred tetapi pada kotak-kotak yang ada.
Lynn terdiam sebentar seolah-olah otaknya mencoba mencerna apa yang terjadi. Wajah Lynn berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus, Lynn menggunakan kedua tangannya menutup matanya.
"Kyaa... Aku tidak melihat apa pun." Teriak Lynn menundukkan kepalanya.
Sela jari tangan Lynn terbuka, Lynn mengintip keluar dari balik-balik sela.
"Apa yang kau lihat?"
Lynn yang ketahuan, kembali menutup rapat jarinya, menggelengkan kepalanya sekuat tenaga.
"A-aku tidak melihat a-apa pun hanya ada k-kegelapan, Iya kegelapan." Lynn tergagap-gagap, melepaskan tangannya dari wajahnya.
__ADS_1
Tetap mata Lynn masih terpejam rapat, Lynn mengarahkan wajahnya melihat kearah lain tetapi matanya sedikit mengintip.
"Ehem.." Dehem Alfred membuat mata Lynn tertutup rapat lagi.
"A-aku akan mandi dulu." Lynn mau kabur.
Lynn tidak hati-hati malah tersandung kaki sendiri, tangannya tidak sengaja menarik handuk yang melilit ditubuh Alfred.
Brak...
Suara tubuh Lynn yang terjatuh ke lantai, Lynn mengeluh kesakitan, tangan menggenggam erat handuk yang ditariknya tadi.
"Ah..." Lynn yang tersadar akan handuk yang ada ditangan, matanya langsung melebar tidak percaya.
Lynn langsung bangun dan berdiri kepala tertunduk sama sekali tidak berani melihat kebelakang.
"M-maaf." Cicit Lynn pelan, menaruh handuknya di lantai dan berjalan pergi pura-pura tidak tau.
Tubuh Lynn langsung membeku tidak berani bergerak.
"Kamar mandinya ada disana bukan ke arah sana." Kata Alfred menunjuk kearah kanan yang berlawan sisi dengan Lynn.
"Oh... I-iya." Lynn berbalik menutupi sebelah wajahnya menggunakan tangan, berjalan cepat ke kamar mandi, menutup pintu kamar mandi.
Alfred memungut handuk yang ditaruh Lynn di lantai, Alfred tanpa sadar tersenyum tipis memandangi handuk yang ada di tangannya.
Lynn sama sekali tidak tau kalau Alfred memakai celana pendek di balik handuk, sekarang dirinya mengalami kejadian memalukan yang tidak akan pernah dirinya lupakan seumur hidupnya.
"Bagaimana aku bisa menghadapinya!!" Teriak Lynn dalam hatinya.
Lynn keluar dari kamar mandi masih dengan rona merah di wajahnya, Lynn mengangkat kepalanya secara perlahan-lahan.
Alfred tengah duduk dikasur dengan laptop dan kacamata yang membingkai wajahnya. Lynn berjalan berjinjit menuju sofa panjang yang terdapat selimut dan bantalnya.
__ADS_1
Semakin dekat dirinya dengan sofa Lynn makin mempercepat langkahnya, Alfred yang melihat tindakan Lynn mengerut.
"Apa yang kau lakukan? Tanya Alfred, menutup laptopn, Lynn berbalik tersenyum ramah pada Alfred.
"Aku hanya membersihkan debu yang ada." Alasan Lynn, tangan menepuk-nepuk selimut.
Alfred sama sekali tidak menanggapinya, dia hanya menatap Lynn, Lynn yang ditatap jadi
salah tingkah.
"Ha ha ha... Karena sudah malam aku akan tidur dulu. Selamat Malam!" Lynn menyembunyikan tubuh didalam selimut dan tidur membelakangi Alfred.
Alfred tertawa tanpa sadar, Lynn mengeluarkan kepalanya dari selimut setelah mendengar suara tawa.
"Apa anda sedang tertawa?" Tanya Lynn, hanya memperlihatkan setengah dari wajahnya tertutup selimut.
"Bukannya kamu bilang mau tidur?"
Perkataan Alfred langsung menusuk Lynn, Lynn tersenyum bentar lalu berbalik pura-pura tidak tau.
Lynn tertidur nyenyak tetapi ada sesuatu yang menimpa dirinya dan itu sangat berat, Lynn membuka kelopak matanya yang berat dan didepannya terpampang wajah Alfred yang tertidur pulas.
_
_
*Note:
-Kalau tulisannya diberi cetak miring itu berarti kata-kata yang dikatakan dalam hati, seperti : "Aku lapar.." .
-Tulisan Bercetak tebal dan miring itu berarti suara kejadian atau kecelakaan, seperti : Brak.
- Kalau tulisannya hanya setengah yang bercetak miring itu artinya hanya sebuah keluhana atau *******, seperti : "Ah... Aku capek.".
__ADS_1