
Arga dan Alfred saling melemparkan tatapan sengit, mereka berdua berpaling dengan cepat melihat ketempat yang lain.
"Eve, duduklah dengan tenang, aku akan mengobatimu dengan cepat, Ok?" Bujuk Arga.
Arga mengulurkan tangannya membantu Lynn duduk dikursi, mulai membersihkan luka Lynn menggunakan alkohol.
"Aau..." Rintih Lynn, kening Lynn berkerut sakit.
Alfred memperhatikan dari samping, wajah Alfred datar menatap Arga yang meniup kaki Lynn. Alfred melihat keluar jendela, disudut hatinya ada sesuatu yang menganjal dan itu sangat tidak nyaman.
Selesai dengan alkohol, Arga mengoleskan salep lalu menempelkan perban tipis dan plaster di kaki Lynn.
"Sudah~" Arga tersenyum manis pada Lynn.
"Ini untukmu." Arga memberikan sebotol air mineral dan menaruh permen coklat lagi ditangan Lynn.
"Makasih." Cicit Lynn pelan
Arga tersenyum bahagia, ada sedikit rona merah diujung telinganya. Mata hitam Alfred bisa menangkap rona merah hangat yang ada ditelinga Arga.
Krisan berjalan masuk diikuti beberapa petugas dan suster dibelakang Krisan, Krisan berjalan mendekati Alfred dan berbisik pelan ditelinga Alfred.
Lynn menatap Alfred meminta penjelasan lengkap, tetapi pria yang di tatapnya malah melihat ketempat lain, merasa diabaikan Lynn berjalan mendekati Alfred dan menatapnya tajam.
"Aku sudah memesankan ruangan untuk Tuan Rayhan, agar beliau bisa pulih dengan cepat." Kata Krisan, menengahi Lynn dan Alfred.
"Begitukah? Kalau begitu terimakasih." Lynn tersenyum.
Para petugas dan suster sibuk mengurus perpindahan tempat Ayah Lynn, sementara itu Lynn mengamati Alfred dan Krisan berdiri tidak jauh entah sedang membahas apa.
__ADS_1
Wajah Alfred datar seperti biasanya dan wajah Krisan tegang, Lynn bersandar pada dinding. Helaan napas mengalir dari bibir tipisnya, pekerjaannya masih ada di kantor.
Arga ikut menyandar di dinding menatapi Lynn yang melihat ke arah Alfred, Arga mengeratkan kepalan tangan. Dulu tatapan mata yang selalu mengarah kearah dirinya dan senyuman manis yang tertuju pada dirinya hilang.
Arga merasakan itu semua di rebut dari dirinya, tapi Arga masih percaya kalau dirinya masih punya harapan untuk mendapatkan Lynn lagi.
"Eem... Lynn ada yang ingin aku katakan pada-mu."
"Katakan saja." Jawab Lynn menoleh kearah Arga.
"Bisakah kita bicara secara empat mata dan ditempat lain?"
Arga melirik kearah Alfred yang saat itu juga tengah menatap dirinya.
"Baiklah, tidak masalah. Kamu mau bicara dimana?"
"Benarkah?" Senyuman lebar menghiasi wajah Arga.
"Aah... Bagaimana kalau taman yang ada dirumah sakit? Lokasinya juga tidan terlalu jauh dan juga kamu pasti masih mencemaskan paman."
"Boleh, kamu bisa pergi dulu nanti aku akan menyusul."
"Aku akan menunggumu." Arga mengangkat jarinya membentuk huruf ok dan berjalan keluar.
Lynn memejamkan matanya, lalu mengangkat kelopak matanya secara perlahan.
"Astaga." Jerit Lynn secara spontan, wajah Alfred sangat dekat dengan wajahnya hanya menyisakan jarak 5 centi.
"Apa yang kau lakukan?" Protes Lynn, mengerucutkan bibirnya kesal.
__ADS_1
"Tidak ada." Jawab Alfred cuek dan berbalik begitu saja dan berjalan pergi.
Alfred tidak sadar kalau ada senyuman yang sangat tipis terbit dari bibirnya, Krisan melambakkan tangannya pada Lynn lalu berjalan mengikuti Alfred.
"Dasar Tuan es, udah gitu gak jelas lagi." Cicit Lynn berjalan menjauh dinding yang dijadikan tempat sandaran tadi.
...🍒🍒🍒...
Arga berjalan menuju taman sambil membawa dua boto minuman ditangannya, jantungnya terus berdetak tidak karuan dari tadi.
Lalu Arga memutuskan untuk membeli minuman saja untuk menenangkan jantungnya, mengingat Lynn agar langsung membeli dua saja.
Arga bisa melihat kalau Lynn sudah ada ditaman, Lynn tengah duduk manis dikursi panjang taman sambil memandangi keindahan yang ada ditaman.
Hufff
Arga mengambil dan menghela napas panjang untuk menenangkan jantungnya.
"Maaf Eve, apa kamu menunggu lama?"
"Engak kok, baru juga duduk." Jawab Lynn.
Arga duduk disamping Lynn, menyusun kalimat yang akan diucapkan.
"Eve, aku mau m-"
Drett... Drett...
Dering ponsel Arga memotong pembicaraannya sendiri, Arga mengeluarkan ponselnya. Dia tidak menjawab panggilan yang masuk dan langsung meng-silent ponselnya.
__ADS_1
"Eve, aku mau..."