
Lynn berdiri ditengah lapangan voli, menatap sekelilingnya dimana banyak sekali penonton yang sedang menonton pertandingan.
"Kenapa aku bisa disini?" Tanya Lynn linglung, mengingat kembali kejadian lima menit sebelumnya.
Tadi dia mengekori Pina, lalu tiba-tiba muncul beberapa wanita yang menghalangi jalan Lynn.
"Sekertaris Lynn ternyata kamu disini, kami mencarimu dari tadi, pertandingan sebentar lagi mau dimulai!" Oceh wanita yang memakai celana berwarna biru.
Tanpa mendengar jawaban dari Lynn, wanita berambut pendek tiba-tiba mengandeng tangan Lynn dan membawanya menuju lapangan bola voli, disinilah sekarang Lynn berdiri.
"Oke, sekarang semua peserta harus berkumpul dilapangan. Kami memberikan lima menit untuk tim lawan agar segera datang ke lapangan kalau tidak maka akan kami diskualifikasi!" Ujar pembawa acara.
Lynn menatap keatas langit, berharap cuaca berubah menjadi mendung maka acara otomatis akan berhenti.
"Huuuu..." Suara teriakan datang dari para penonton.
Lynn menurunkan pandangannya kearah suara, ada beberapa wanita yang tinggi badannya melebihi tinggi badan Lynn sendiri dan didalam rombongan itu ada Pina dan Sinta.
"Apa kita bisa menang? Mereka pada tinggi!" Bisik wanita yang berdiri tidak jauh dari Lynn.
"Semua peserta ambil posisinya, ketua tim maju ke depan untuk memperebutkan bola." Ucap Wasit.
__ADS_1
Didepan Pina maju kedepan, dan ditim Lynn wanita berambut pendek maju kedepan. Wasit melemparkan bola keatas, Pina dan wanita itu langsung melompat dan merebutkan bola.
Priitt...
Suara peluit memekakkan telinga, bola berada di tangan tim lawan. Pina tersenyum lebar, berlari garis belakang siap-siap melakukan servis bola.
Lynn berdiri ditengah, tidak tau harus melakukan apa. Bunyi peluit dari wasit, Pina melambungkan bola voli keatas dan memukulnya dengan kuat.
"Pukulan pertama terlihat sangat mematikan! akankah tim lawan bisa menangkap bola!" Teriak Pembawa acara.
Bola bergerak kebelakang menuju orang yang berdiri disisi kiri Lynn, wanita itu berlari menangkap bola dan mengembalikkannya kearah lawan.
Pertandingan berlanjut dengan sengit, tidak ada yang mau mengalah. Sekarang tinggal satu poin lagi untuk mengalahkan tim Pina, giliran Sinta yang melakukan servis, Sinta menatap Lynn galak.
"Yah! Dan servis pun dilakukan, siapa yang akan memenangkan pertandingan pada siang ini?" Ujar pembawa acara.
Bola terlempar menjulang tinggi keatas, tim Lynn waspada berlari ke segala arah, bersiap menangkap bola yang dilemparkan Sinta.
"Lynn disebelah kananmu!" Teriak wanita berambut pendek.
Lynn maju kedepan melakukan posisi kuda-kuda bersiap menangkap bola, Lynn mengayunkan tangannya memukul bola tapi bola tidak masuk kedalam lapangan malah terpentar keluar garis.
__ADS_1
Seketika semuanya berubah menjadi keheningan, tidak ada suara dari mana pun, wajah penonton ada yang mulutnya terbuka serta bermacam-macam ekspresi, Lynn menatap bola mengelinding pergi menuju kaki wasit.
Priitt
"Wowww!!"
Begitu suara peluit berbunyi para penonton berseru senang dan kagum, Lynn berdiri ditempatnya tidak pindah. Dia tidak tau harus melakukan apa sementara semua orang tengah bersorak gembira.
Lynn tersentak, dibelakang punggung ada seseorang memeluknya secara mendadak, setelahnya yang satunya melepaskan yang lain juga ikut memeluk Lynn.
"Kyaa.. Ini semua berkat sekertaris Lynn." Histeris wanita yang berambut pendek, namanya adalah Lena.
"Kerja bagus semuanya!" Kata ketua tim voli, tertawa lebar sambil merangkul Lynn. Lynn mengaruk pipinya, tersenyum canggung.
Sinta mengertakkan giginya kesal, mata hitam itu dipenuhi aura kecemburuan dan kebencian. Bola voli mengelinding sampai ke kaki Sinta, Sinta menatap kearah wasit sibuk berbicara ditelepon.
"Jangan salahkan aku, tapi salahkan dirimu sendiri yang gak sadar diri!" Gumam Sinta memungut bola dan melemparkannya sekuat tenaga.
"Eve, kamu keren banget!" Teriak Mina, mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi.
Mendengar panggilan Lynn menoleh kebelakang.
__ADS_1
Buk....