Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 89


__ADS_3

Alfred menatap kebawah, dibawah kakinya terdapat ranting pohon. Alfred memungutinya tanpa sadar, lalu memandang kedepan, tidak jauh dari tempat Alfred berdiri ada sepotong ranting yang sama.


"Kamu lumayan pintar." Gumam Alfred tersenyum tampan.


Mengikuti jejak ranting, Alfred berjalan tanpa ragu. Kekosongan dan perasaan aneh itu memudar seiring langkah Alfred mengikuti jejak itu.


Sembari mengikuti ranting pohon yang ditinggalkan Lynn, Alfred juga meninggalkan goresan di pohon setiap dia bertemu ranting Lynn. Alfred menggunakan pisau lipat, dia tidak tau siapa pemilik pisau lipat itu, dia hanya menemukannya tidak jauh dari tumpukan kayu.


Sraakk...


Selesai meninggalkan goresan dipohon, Alfred melirik ke tanah mencari ranting lagi.


"Kenapa tidak ada?" Tanya Alfred heran.


Alfred berdiri diam, jantungnya berdetak tidak karuan. Didepannya terdapat satu arah dan disampingnya ada dua arah, dia tidak bisa sembarangan menebak kemana Lynn pergi.


Deg... Deg...


Alfred menoleh ke kiri dan ke kanan, dia bingung harus melangkah kemana. Sementara langit sudah berubah warna, kecemasan semakin menumpuk kalau sesuatu sudah terjadi menimpa Lynn.


"Tidak... Lynn akan baik-baik saja. Tidak ada yang bisa melukainya selama dia bersamaku!" Ungkap Alfred mengepalkan tinjunya.


"Tapi saat ini dia tidak bersamamu?" Bisikan aneh memenuhi pikirannya.

__ADS_1


Alfred mengelengkan kepalanya, menyangkal bisikan yang mematahkan kepercayaan dirinya. Dia tidak mau larut dalam kenangan lamanya, Alfred meninggalkan tulisan tajam dipohon.


...'Tunggu Aku jika kamu tidak sanggup lagi. Berjalanlah mengikuti petunjuk yang aku tinggalkan' ...


Alfred tidak lupa mengukir namanya dibawah sana, Alfred memandangi tulisannya sebentar lalu berjalan menuju kedepan. Hatinya terus mencemaskan keberadaan Lynn,Alfred mengerutkan keningnya kesal.


Dia tidak tau binatang buas apa yang menghuni hutan belantara ini, Alfred berjalan tanpa menoleh kebelakang.


Didepan Alfred terdapat setitik cahaya, Alfred mendekati cahaya itu. Menyingkirkan dedaunan yang menutupi pemandangan didepannya, langkah kaki Alfred melambat semakin dia menangkis daun didepannya.


Wusss...


Hembusan angin menyapu poni rambut Alfred, tatapan mata tajam Alfred berubah menjadi kekosongan. Didepan ada hamparan jurang, langit berwarna jingga dan awan pink menghiasi pemandangan seolah tidak realistis.


Gema melantumkan teriakan Alfred, Alfred menendang batu di hadapannya. Rasa putus asa, Alfred merasakan ketidakmampuan dalam dirinya.


Alfred berjalan beberapa langkah kedepan, dibawah jurang terdapat laut, arusnya cukup deras untuk mengombang-ambingkan kapal.


Alfred menoleh keatas langit, hutan terlalu luas untuk dirinya jelajahi sendiri. Alfred mengertak kesal, mengeluarkan ponsel dari saku celananya, menelepon ponsel Lynn.


"Arghh... Sial!" Maki Alfred kesal.


Alfred sangat sadar dan tahu kalau didalam hutan sama sekali tidak ada sinyal, jadi percuma dirinya menelepon Lynn, semuanya menjadi sia-sia.

__ADS_1


Alfred menyisir rambutnya keatas, dia adalah seorang pengusaha sukses dan dikenal orang banyak. Tetapi sekarang dirinya berada diantara hutan belantara, semua itu tidak berguna untuk melawan alam jika dirinya sendiri terjebak didalamnya.


"Arghh... Sialan!" Teriak Alfred.


Haaa...


Alfred mengambil napas dalam-dalam, memandangi langit bercak ungu kebiruan. Alfred tersenyum sinis, rasa sesak didadanya bertambah berat.


Srak...


Dedaunan saling bergesek, Alfred menoleh kebelakang dengan tatapan dingin. Seekor musang berjalan keluar dari semak-semak, membawa mangsa dimulutnya.


Musang itu berlari pergi melihat Alfred menatapnya dengan tatapan tajam, Alfred tersenyum dingin melihat ke langit.


Srak... Srak...


"Tadi musang, apa sekarang muncul serigala?" Sarkas Alfred tertawa sinis.


Alfred memutar tubuhnya, tubuh Alfred tiba-tiba menegang, rasa sesak didadanya mengalir deras.


Alfred mengambil langkah lebar memeluk wanita didepannya dengan erat.


"Kemana saja kamu? Aku mencarimu dari tadi?" Tanya Alfred, menyembunyikan wajahnya dipundak Lynn.

__ADS_1


__ADS_2