
Lynn melirik Alfred yang duduk disampingnya, menatap jalanan, fokus menyetir. Lynn menatap penuh rasa penasaran, Alfred yang merasa risih, melirik Lynn.
Lynn yang ketahuan, memutar tatapan matanya ketempat lain pura-pura tidak melirik Alfred, matanya mengintip Alfred pelan-pelan lalu kembali ke posisi awal saat matanya bertabrakan dengan mata gelap Alfred.
Mina yang duduk dikursi belakang, mengamati pergerakan Lynn melalui bayangan Lynn terpantul dikaca depan mobil, menyunging senyuman tipis, menyenggol bahu Yasmin.
Yasmin menatap Mina mengangkat salah satu alisnya bertanya apa, Mina mengerucutkan bibirnya menunjuk kearah depan mencoba memberikan kode pada Yasmin.
"Ha?" Yasmin mengerutkan keningnya bingung, Mina menghela nafas berat menyandarkan tubuhnya.
Yasmin melirik keluar jendela mobil, mengabaikan Mina yang menatapnya geram.
"Yas... Aku rasa dari tadi kita jadi obat nyamuk, iya gak sih?" Mina menatap Yasmin tetapi tatapan matanya melirik kearah Lynn dan Alfred.
Yasmin baru paham ungkapan Mina bertepuk tangan, membuat Lynn, Alfred dan Mina kaget.
"Iya... Kok dari tadi aku gak nyadar. Tumben kamu peka Min, biasanya lambat kayak siput." Goda Yasmin menertawakan Mina, menyenggol bahu Mina.
"Ha ha ha... Gak lucu." Mina pura-pura tertawa menjawab dengan wajah datar.
"Yasmin, Mina." Panggil Lynn pelan, menaruh jari telunjuknya dibibirnya.
"Tu-"
__ADS_1
"Ehem..." Alfred berdehem menghentikan Lynn menyelesaikan kalimatnya, matanya melirik Lynn tajam.
Lynn menutup mulutnya, bibirnya bergerak naik turun minta maaf tanpa bersuara.
"K-Kakak Alfred... Maaf, teman-temanku pada gak waras, hari ini mereka salah makan obat." Cicit Lynn pelan, matanya melotot pada pantulan kaca yang memperlihatkan bayangan Yasmin dan Mina.
"Wah... Eve, kamu tega banget sama kita berdua, masa dibilang gak waras sih..." Yasmin mulai melakukan aksi dramanya, memeluk Mina manja.
"Yas, ingat umur." Tegur Mina menjauhkan tangan Yasmin dan duduk lebih jauh menjaga jarak dari Yasmin.
"Mina, kamu gak asik." Yasmin memalingkan wajahnya ke samping, ngambek.
"Pftt..."
"Kakak Alfred, kamu harus sering-sering tersenyum, Wajahmu terlihat lebih tampan dan tidak galak saat tersenyum."
Lynn menutup bibirnya, dia tidak sengaja mengungkap kata-kata yang terlintas dibenaknya. Lynn mengambil gerakan pelan melihat Alfred, senyuman yang ada dibibirnya sudah sirna entah kemana hanya ada wajah datar dan dingin.
"Suami Eve, bisakah kamu menurunkan aku dan Mina disana. Kami masih ada urusan yang harus dikerjakan." Kata Yasmin menunjuk kearah rambu lalu lintas yang bertanda jalan simpang empat.
Lynn melongo menatap Yasmin yang tersenyum tidak berdosa, Lynn ingin sekali memastikan apa ekspresi yang ditampilkan diwajah Alfred tapi dirinya tidak memiliki keberanian seperti itu.
"Baiklah." Jawab Alfred singkat, Lynn merasakan ada sesuatu yang menggelitik hati kecilnya, merapatkan kedua jarinya.
__ADS_1
Mobil Alfred berhenti, Yasmin dan Mina bergegas turun dari mobil berdiri didepan jendela kaca Lynn yang terbuka.
"Eve, kami pergi dulu. Tuan Alfred tolong jaga sahabat saya." Mina tersenyum pada Alfred.
Yasmin yang berdiri dibelakang Mina menghalangi Mina dan menangkup pipi Lynn. Lynn yang tidak tau apa-apa menatap Yasmin bingung.
"Eve, ingat kalau ada yang menganggumu beritahukan kepada kakakmu ini." Yasmin menepuk dadanya pelan, Lynn terkekeh menangguk.
"bye-bye, Aku padamu Eve." Teriak Yasmin melambaikan tangan diudara begitu mobil Alfred bergerak menjauh memasuki kerumunan mobil yang berlalu lalang.
"Udah, turunin napa tangan nya." Geram Mina menarik tangan Yasmin yang masih melambaik-lamba.
"Malu tau banyak orang yang ngeliatain, nanti dikira gila dibawa kerumah sakit jiwa." Mina mengigil takut membayangkannya, sementara Yasmin tertawa lebar seolah itu bukan masalah besar.
"Sudahlah aku mau pulang, Dah..." Mina berjalan berbelok ke kanan meninggalkan Yasmin sendirian.
"Dasar undang kek kerumahnya, ke kafe ini malah ditinggali." Gerutu Yasmin, menendang batu kerikil yang ada di hadapannya.
"Aauu..."
Batu kerikil itu malah tidak sengaja mengenai orang yang berjalan, Yasmin dengan cepat memutar badannya berjalan santai seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan apa pun.
"Astaga, aku lupa mengirimkan naskah." Yasmin berlari menjauh, orang itu menatap punggung Yasmin yang semakin perlahan-lahan menjauh dari pandangan matanya.
__ADS_1
Krisan memungut batu itu, dan tersenyum memasukkan batu yang mengenai punggung tangannya kedalam saku celana dan kembali melanjutkan jalan kakinya.