Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 51


__ADS_3

Lynn mengedipkan kedua matanya, mencoba memahami situasi yang ada didepannya. Alfred tertidur lelap wajah Alfred sangat dekat dengan wajahnya Lynn.


"Ky..." Lynn menutup bibirnya menggunakan kedua tangannya agar jeritannya tidak lolos dari bibir merahnya.


"Kenapa orang ini bisa ada dihadapanku." Gumam Lynn dalam hatinya, melepaskan tangannya dari bibirnya. Lynn yang sadar akan sesuatu memeriksa kelengkapan bajunya.


Merasa bajunya yang lengkap tanpa nafas lega segera keluar dari bibir Lynn, Lynn melototkan matanya tajam pada Alfred.


Lynn mengangkat tangan Alfred yang melingkari tubuhnya dan mendorongnya ke samping.


"Dia tidak bangunkan?" Tanya Lynn memperhatikan Alfred dengan satu mata tertutup dan satunya terbuka lebar mengamati wajah Alfred.


Lynn berbaring menyamping, matanya menelusuri dari bibir merah gelap, hidung mancung bahkan bulu mata yang panjang dan lentik, rambut hitam mengkilap menutupi dahi memahat wajah Alfred nan tampan.


"Seharusnya kamu terlahir sebagai wanita." Gerutu Lynn, mencoba menyentuh rambut Alfred.


"Benar-benar lembut." Cicit Lynn, memegang rambut Alfred, disaat yang bersamaan mata Alfred terbuka secara perlahan.


Lynn menarik tangannya secepat kilat dan mengulingkan tubuhnya kesamping agar tidak terlalu dekat dengan Alfred.


"Eh!"

__ADS_1


Lynn berguling terlalu tepi akibatnya tubuhnya tidak seimbang dan malah jatuh kebawa lantai.


Bruk


Alfred terperanjat kaget, Lynn mendesah kesakitan menyentuh pantatnya yang mendarat lebih dulu ke lantai.


"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini?" Alfred mengusap rambutnya keatas menatapLynn tajam.


"A-aku hanya melakukan senam pagi." Alasan Lynn, mulai melakukan sit up.


"Aku tidak peduli." Alfred bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi.


Mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup, Lynn mengangkat kepala memperhatikan pintu kamar mandi itu dengan mata sipit.


"Memalukan." Keluh Lynn, menaruh kepalanya diatas lututnya.


"Kenapa aku bisa tidur di kasur? Semalam aku ingat aku berbaring disofa, gak mungkin kali Tuan es itu memindahkan aku ke atas kasur?"


Lynn mengerutkan keningnya, mencoba mengingat.


"Akh.." Jerit Lynn pelan, dia ingat sekarang. Apa yang menyebabkan dirinya bisa ada disana.

__ADS_1


Tengah Malam


Lynn terbangun dari tidurnya, duduk bersandar disofa. Mengosok kedua matanya dan berjalan ke kamar mandi karena kebelet pipis.


Lynn dalam keadaan kantuk tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi, dia mengerutu kesal dan keluar dari kamar langsung menuju sofa tempatnya tidur tadi.


Lynn yang baru berbaring hendak menutup matanya rapat-rapat. Lynn berbaring menyamping, telentang, semua sisi sudah dirinya coba agar nyaman.


Lynn tidak menemukan posisi yang nyaman, duduk bersandar, matanya sudah tertutup dengan kepala yang terayun-ayun.


"Eem... Dingin." Lynn mengigil, mengosok kedua tangan, mata mulai terbuka lagi.


"Itu ada kasur kenapa aku malah tidur sini?" Racau Lynn tidak jelas, berjalan sempoyongan menuju kasur dan berbaring terlentang tanpa menyadari Alfred yang berbaring disana.


Lynn berbaring menyamping ke kiri, meringkuk kedalam selimut, disaat yang bersamaan Alfred berbalik dan menghadap kearah kanan.


Lynn yang merasakan ke hangat, bergerak mendekati Alfred. Lynn menyisipkan kepalanya di dada Alfred mencoba mencari kehangatan sebanyak mungkin, tangan Alfred terulur begitu saja memeluk Lynn seperti bantal guling.


sekarang...


"Astaga Eve, kebiasaan apa ini?" Lynn menjambak rambutnya bimbang antara malu bercampur dengan perasaan aneh yang mengelitik dadanya.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah gila?" Suara Alfred datang dari belakang menghentikan Lynn menarik rambutnya.


"Hiks... Ini memalukan." Lynn mengerucutkan bibirnya, Alfred menatap Lynn penuh tanda tanya tidak paham.


__ADS_2