Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 65


__ADS_3

Lynn menjerit kaget, jam dinding sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan tinggal setengah jam lagi dirinya harus masuk kantor.


"Astaga!" Lynn melompat turun dari kasurnya, berlari menuju lemari dan mengambil bajunya.


Dia melupakan pertanyaan yang belum sempat dirinya cari tau jawabannya, selesai mandi Lynn berdiri didepan kaca menyisir rambutnya.


Ceklek


"Selamat pagi kucing pemalas." Sapa Yasmin dengan senyuman lebar.


"Eeh... Kamu gak mau sarapan dulu? Iniaku buatin roti isi loh?" Tanya Yasmin memperhatikan Lynn yang sibuk menguncir rambutnya.


Lynn mengambil roti dari tangan Yasmin, mengigitnya satu suap.


"Makasih, aku berangkat dulu." Lynn mengigit roti dimulutnya sementara tangannya sibuk memasang sepatu.


Selesai memasang sepatu Lynn memegang rotinya, keluar dari rumah langsung berlari menuju halte bus. didepan halte sudah ada bus yang menunggu, para penumpang juga sudah bernaikkan.


"Tunggu aku belum naik!" Seru Lynn, berlari sambil mengatur napasnya.


Para penumpang bus sudah naik semua, Lynn ingin sekali menangis melihat bus yang mulai berjalan sementara dirinya belum naik.

__ADS_1


"Haa... Haa.. Tunggu!" Lynn menarik napas dalam-dalam.


Arga duduk didekat jendela bus, dia mengira akan bertemu dengan Lynn di bus tapi orang di tunggu-tunggunya dari awal tidak juga muncul.


Arga menyandarkan kepalanya pada kaca, matanya menangkap bayangan Lynn yang tengah berlari mengejar bus. Wajah Arga berubah secapat angin yang tadinya masam kini berubah menjadi ceria.


"Pak! Berhenti pak!" Teriak Arga, membuat semua orang terkejut dan spontan mengalihkan pandangan mereka kearahnya.


Pak supir melirik Arga dan menghentikan busnya, Lynn yang pasrah, melihat Bus berhenti seketika wajahnya kembali ceria, Lynn berlari menaiki bus.


Lynn membeku melihat Arga yang duduk dibangku tengah melambaikan tangan pada dirinya.


"Apa aku turun ajah yah?" Gumam Lynn pelan.


Lynn duduk dengan nyaman dikursi depan sambil melahap roti yang dipegangnya dari tadi, Lynn menikmati pemandangan diluar jendela. pohon-pohon seperti berlari menjauh, dan bangunan-bangunan yang tinggi seperti bergerak menjauh.


Bus berhenti dihalte selanjutnya, Lynn turun dari bus mengeluarkan ponselnya untuk melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 7.55 dan tinggal 5 menit lagi dirinya bakal telat.


"Aah..!" Seorang wanita tidak sengaja menabrak bahu Lynn.


Ponsel Lynn terjatuh ke bawah, wanita itu langsung memucat, mengucapkan permintaan maaf dan berlari pergi.

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja." Kata wanita yang menabrak bahu Lynn.


"Tidak masalah." Kata Lynn menurunkan tubuhnya.


Lynn mengulurkan tangannya hendak mengambil ponselnya, tangan Lynn terhenti saat ada bayangan orang yang menimpa dirinya dan sepatu hitam berhak tinggi didepannya.


Lynn baru mau mengangkat kepalanya melihat siapa pemilik bayangan itu tapi suara pecahan membuat kepalanya reflek54 s turun melihat ke bawah.


Krak


Ponsel Lynn retak karena tinjakan sepatu hak tinggi, bukannya menyingkirkan sepatunya, pemilik sepatu malah menambah kekuatan pada tinjakkannya, ponsel Lynn retak sepenuhnya.


"Oh... Astaga! Maafkan aku! Aku tidak sengaja." Suara tidak tulus dan merendahkan memasuki pendengaran Lynn.


Wanita itu baru memundarkan kakinya, Lynn mengambil ponsel itu dan berdiri menatap wanita itu.


"Hihi..." Lydia terkikik senang.


"Owh bagaimana ini? Aku sangat menyesal!." Kata Lydia dengan senyuman puas diwajahnya.


Lynn menghela napas dia tidak tau apa tujuan Lydia melakukan ini padanya, Lynn tidak mengubrishnya berjalan melewati Lydia.

__ADS_1


"Jangan pedulikan dia, kamu bisa dapat masalah besar nantinya." Kata Lynn dalam hati memperingati dirinya sendiri.


"Yah... Untuk apa aku menyesal Lagian ponsel itu sudah rusak jadi sepantasnya ditinjak dan di buwang, layaknya seperti pemiliknya." Kata Lydia sinis.


__ADS_2