Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 35


__ADS_3

"Maaf, aku minta maaf. Hahaha..." Pria itu membiarkan tawa itu lolos dari bibirnya, pria itu menghapus benda kristal yang menempel dimatanya.


"Apa kamu lupa denganku Nona pelamar kerja, Ini aku Pieter Alvano, kita bertemu di perusahaan A&K." Jelas pria itu, Lynn mencoba mengingat ucapan pria itu.


Bibir Lynn terbuka, dia ingat pria aneh yang datang membantunya dan Mina, tapi penampilan pria itu dengan sekarang sangat berbeda hingga sulit bagi Lynn untuk membedakannya.


"Terima kasih atas bantuan Anda Tuan Pieter, berkat anda saya dan sahabat saya bisa melakukan interview dengan lancar." Ucap Lynn tulus dari dalam hatinya.


"Tidak masalah, kamu juga sudah membantu ku tadi." Pieter tersenyum menebarkan pesonanya.


"Hahaha..." Lynn tertawa canggung, memperhatikan pakaian Pieter, walaupun sekarang Pieter hanya memakai pakaian santai itu sama sekali tidak menyembunyikan pesonanya.


"Apa kamu diterima di perusahaan itu, wajahmu berseri-seri penuh kebahagian." Pieter terus memperhatikan wajah Lynn.


"Iya, aku sempat pikir kalau aku gak bakal diterima. Mau tidak mau aku harus mencari pekerjaan ditempat lain." Lynn mengatakan semua isi hatinya tanpa sadar.


Lynn menutup bibirnya, wajahnya merona malu. Pieter tertawa pelan, mereka berdua terus mengobrol sampai perhentian bus dihalte berikutnya.


Bus berhenti, para penumpang mulai berturunan dan bus, Lynn turun dari bus, membalikkan badannya mau berpamitan pergi tapi Pieter tengah berdiri dibelakangnya, sibuk memperhatikan sekelilingnya.


"Eve."


Lynn mengalihkan tatapannya kearah suara teriakan yang datang, Lynn tersenyum lebar melambaikan tangannya tinggi pada Mina dan Yasmin yang berdiri diseberang jalan.


Rambu lalu lintas berubah warna dari hijau menjadi merah, Lynn berlari melewati zebracross mengabaikan Pieter yang memperhatikannya dari belakang.


"Yasmin, Mina." Lynn memeluk Mina dan Yasmin penuh antusias, mereka bertiga tersenyum lebar saling melemparkan pelukan pada Lynn.

__ADS_1


"Astaga, Eve apa yang terjadi padamu kita hanya tidak bertemu beberapa jam tapi kamu sudah begitu merindukan kami." Goda Yasmin mencoel pipi Lynn geram.


"Apa sih." Lynn mengerucutkan bibirnya, Yasmin mencubit hidung Lynn yang mancung membuat sang empunya meringis kesakitan.


"Kamu datang dengan siapa?" Tanya Mina, melirik kejalanan sudah kembali bergerak dengan mobil yang mulai melaju dijalan raya.


"Aku datang dengan Tu-" Lynn tersenyum menunjuk kearah jalanan, tapi mobil yang bergerak menutupi pemandangan Mina.


"Siapa?" Mina memiring kepalanya mencoba mencari tau, Yasmin juga ikut melihat.


"Itu... Loh kok gak ada?" Lynn berkerut bingung, tidak ada siapapun yang berdiri disana.


"Apanya?" Yasmin memeluk Lynn yang tinggi badannya lebih rendah dari dirinya dari belakang menaruh kepalanya di bahu Lynn.


"Gak... Kayaknya aku salah lihat." Lynn tertawa kikuk, menunduk,


"Kita pindah kelokasi dulu sebelum aku kasih tau." Lynn menaruh jari telunjuknya dibibir cerinya masih mau merahasiakannya.


"Ayo katakanlah, aku akan mati penasaran sebelum kita tiba di tempatnya." Gerutu Yasmin, mengikuti Lynn dan Mina yang sudah berjalan meninggalkannya.


Mereka berdua masuk kedalam kafe, didalam kafe tidak terlalu ramai hanya ada beberapa orang sibuk dengan pekerjaan mereka.


Lynn duduk menghadap Mina dan Yasmin, bibir Yasmin terus bergerak menggerutu padahal dirinya sudah menggerutu sepanjang jalan, Mina yang duduk disampingnya merasakan rasa lelah berkali lipat menghampirinya.


"Kita sudah di tempatnya jadi katakanlah." Bujuk Yasmin, Mina mengambil buku pesanan mulai memesan makanan.


"Sebenarny-"

__ADS_1


"Apa? Apa ada seseorang yang mengganggumu?"


Yasmin memotong perkataan Lynn, mata Yasmin dipenuhi dengan rasa semangat yang luar biasa.


"Ah... Aku tau, ini pasti ada kaitannya dengan suamimu, benarkan?" Ungkap Yasmin, Mina menggelengkan kepalanya pusing penyakit Yasmin mulai kumat lagi.


"Tenang du-"


"Ah... Apa kamu mau bilang kalau kamu sudah menemukan Kakak Devan?" Yasmin memotong perkataan Lynn lagi.


Mina sudah sangat kesal menyumbat mulut Yasmin dengan permen yang baru dibuka, menatap Yasmin tajam.


"Apa kamu tidak bisa membiarkan Lynn berbicara? Dari tadi kamu terus memotongnya, Apa bibirmu tidak kering?" Mina tersenyum kejam, Yasmin menurunkan buku menu.


"Yah... Aku sedikit haus." Yasmin mengaruk pipinya, tersenyum lebar.


"Aku mau bi-"


"Kamu akan bercerai dengan Alfred." Kata Yasmin heboh, dia bahkan mengebrek meja dan menimbulkan suara keras membuat para pengunjung memperhatikan mereka.


"Yasmin, kamu Ini..." Mina tersenyum dan menatap Yasmin horor, Yasmin melihat ketempat lain pura-pura tidak sadar akan tatapan itu.


Lynn terkikik lucu melihat Mina dan Yasmin yang kadang seperti kucing dan tikus bahkan kadang seperti seorang bos dan karyawan.


"Sebenarnya aku diterima di perusahaan A&K." Lynn tersenyum meriah, bibir Yasmin menaikan kedua alis mata meminta kelanjutan perkataan Lynn karena mulutnya kini disumbat dengan sapu tangan Mina.


"Aku bakal traktir kalian, makan apa pun yang kalian suka sebelum aku masuk kerja." Ungkap Lynn, menangkup wajahnya menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2