Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 36


__ADS_3

"Apa?" Teriak Yasmin heboh, mendorong tangan Mina dari mukanya sejauh mungkin.


"Aku juga diterima." Lynn tersenyum senang, menggenggam tangan Mina ikut bahagia, Mereka bertiga tertawa senang.


"Sekarang kamu tidak akan menjadi pengangguran lagi kan, Mina?" Ledek Yasmin, tertawa mengejek.


Menyenggol bahu Mina, Mina tersenyum malu. Menyenggol balik bahu Yasmin, melotokan matanya tajam tidak terima.


"Aku bukannya pengangguran tapi aku masih belum menemukan pekerjaan yang sesuai dengan potensiku." Bantah Mina, melipat tangannya diatas kesal dan membuang mukanya ke arah lain.


"Yee... Bilang aja kamu nya malas, kamu pikir aku baru mengenalmu? Kita sudah bersama sejak kecil jadi tipuanmu tidak akan berhasil." Yasmin mencolek pipi Mina gemas, menyangga wajahnya menggunakan tangan kanannya.


"Jangan menyentuh pipiku, nanti timbul jerawat." Mina menepis tangan Yasmin, Yasmin yang usil makin mengganggu Mina.


Lynn menggelengkan kepala bingung dengan Yasmin dan Mina yang bertengkar, pelayan datang menghampiri mereka, Lynn memesan makanan mengabaikan Mina dan Yasmin berseteru seperti kucing dan tikus.


Pada akhir Yasmin memenangkan pertengkaran, Mina terkulai capek diatas meja. Pelayan mengantarkan makanan yang dipesan Lynn.


"Loh... Kok udah dipesan aja? Katanya traktir, seharus aku yang pilih dong." Ungkap Yasmin, menatap bermacam-macam sayur dan daging untuk hotpot.


"Karena kalian bertengkar jadi aku pesan dulu aja,." Lynn terkekeh pelan memutar bola matanya melihat ketempat lain.

__ADS_1


"Ini semua salah kamu, aku jadi gak bisa pesan makanan favoritku." Yasmin menggerutu kesal, seperti ledakan gunung berapi menyemburkan lahar.


Mina tersenyum senang, setidaknya kini dia mendapatkan kemenangannya.


"Kalau gitu kita ganti aja, akan aku panggilkan pelayan." Lynn bangkit dari tempat duduknya tapi segera dihentikan Yasmin.


"Aku hanya bercanda Eve, kita tidak boleh membuang makanan." Yasmin memasang senyuman paling manis di wajahnya.


"Baiklah kalau begitu." Kata Lynn tersenyum tipis kembali duduk dikursi, Yasmin juga ikut duduk bernafas lega.


"Eve, kamu diterima dibagian apa? Kalau aku dibagian departemen manajemen." Mina mengangkat botol air dan menenguk air hingga sisa setengah botol.


"Tentu saja dari pesan yang masuk." Jelas Mina, "Apa kamu tidak dikasih tau?" Tambah Mina, wajahnya berubah menjadi pucat.


"Tidak... aku mendapatkannya." Lynn mengeluarkan ponsel dari tasnya, menunjukkan pesan yang masuk pada Mina.


"In sangat aneh." Kening Mina berkerut bingung, Yasmin mengintip dari samping dengan mulut yang kembung penuh makanan.


Mina mengambil ponsel Lynn, membandingkan pesan yang dia dapat dengan punya Lynn. Kebanyakan kata-kata mereka sama tapi di bagian mana itu tidak di tulis dengan jelas.


"Kalian berdua sangat tega, melupakan diriku ini." Keluh Yasmin memasukkan daging yang sudah matang sempurna kedalam mulutnya.

__ADS_1


Mina mengambil sawi yang belum dimasak, menyumbatnya kedalam mulut Yasmin.


"Sudahlah Min jangan diurus, kita makan aja dulu." Lynn mengambil kembali ponselnya dan menyimpannya kedalam tasnya.


"Betul itu, kalau makan yah fokus makan, kalau kerja yah fokus kerja." Pesan Yasmin, mengambil sawi dan membalas perbuataan Mina padanya.


"Teman-teman bisa kalian menghargai makanan?" Lynn tersenyum seram, Yasmin dan Mina meletakkan kembali sawi yang ada ditangan mereka, paham akan senyuman Lynn.


Mereka bertiga mulai makan dengan tenang tanpa ada yang berdebat, Mina dan Yasmin saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain.


"Ah... Rasanya perutku bakal meledak saking banyaknya yang aku makan." Yasmin menyandarkan tubuhnya pada kursi.


Lynn dan Mina menertawakan Yasmin yang kekenyanggan tidak tau harus berbuat apa. Yasmin mengangkat tubuhnya, menatap Mina dengan tatapan penuh minat.


"Mina~ karena kamu sudah dapat pekerjaan bagaimana kalau kamu traktir kita pergi minum." Panggil Yasmin dengan suara menggoda, bulu kuduk Mina berdiri merinding mendengar panggilan Yasmin.


"Yah... Kalian berdua bisa pergi." Lynn bangun dari tempat duduknya mendekati kasir, Yasmin dan Mina keluar dari toko menatap Lynn dengan tatapan bingung.


"Apa alasan? Apa suamimu melarang? Engakkan? Kalau melarang pun jangan didengar."


Lynn mengedipkan kedua matanya, sedangkan Mina menutupi wajahnya menggunakan tangannya bingung dengan Yasmin.

__ADS_1


__ADS_2