
"Huaaa..." Tangis Yasmin langsung pecah begitu mendapat tepukan halus dari Lynn dipunggungya.
Mina yang melihat Yasmin menangis kencang menaruh air gelasnya duduk disamping Yasmin membantu Lynn menenangkan Yasmin.
Yasmin menangis selama setengah jam, kini mata Yasmin bengkak seperti ukuran telur ayam.
"Udah tenang? Ini minum air putihnya biar tambah tenang." Ujar Mina memberikan air putih yang dibawanya.
"Yas, kamu kenapa?" Lynn menghapus air mata yang ada di pipi Yasmin.
"Iya... Kamu emang kenapa? Cerita sama kita, kalau kamu gak bilang kita gak bakal tau. Tapi itu tergantung kamu mau cerita apa engak." Mina ikut nimbrung, menggenggam tangan Yasmin.
"Hiks.. Aku- hiks... Aku sama Andi putus." Yasmin mencoba menahan tangisnya sekuat mungkin.
Lynn bangun mengambil tisu untuk Yasmin, memberikan satu kotak tisu pada Yasmin.
"Kok bisa sih kalian putus? Kan tadi kalian baik-baik aja bahkan sempat kencan lagi." Mina menutup bibirnya, dirinya keceplosan mengatakan apa yang terlintas dibenak nya.
"Kita emang kencan, tapi bisa-bisanya dia ngejelikin aku pas lagi di toilet dan dia juga ngaku didepan teman-temannya, kalau dia pacaran sama aku itu cuma buat dekat sama Lynn aja. B****s*k, benar tuh cowok, sialan padahal aku udah tulus banget. Kurang apa coba?" Yasmin mengacak rambutnya frustasi.
"Terus kamu nangis buat apa?" Ledek Mina, mengangkat kedua alisnya.
__ADS_1
"Wah.. tega banget nih si Mina. Kamu belum pernah pacaran jadi gak tau bagaimana rasa sakit apa lagi kita udah tulus banget sama cowok itu." Sindiran Yasmin tepat mengenai sasaran, Mina terdiam seribu kata tidak bisa menjawab.
"Eh.. Andi sahabatan kan sama Arga?" Ungkap Mina, Lynn yang berada didapur menjatuhkan sendok yang ada ditangannya.
Yasmin berdehem, menyenggol bahu Mina kesal. Suasana menjadi aneh karena perkataan Mina, Yasmin memegang wajahnya. Sahabatnya ini sangat tidak peka, malah menyinggung hal ini didepan Lynn.
"Ah.. Rasanya aku ingin minum alkohol." Keluh Yasmin membaring tubuhnya disofa.
"Tenang saja Yas, kita disini punya ahlinya." Mina dan Yasmin menatap Lynn yang pura-pura tidak mendengarkan mereka.
"Eve, ayo buatkan kami." Rengek Yasmin, Lynn menghela napas berat.
"Astaga, kalian ini." Lynn memukul keningnya, mengambil 1 lusin botol bir hitam yang terletak disana, menaruhnya di meja.
"G-gak perlu deh, kita bisa minum ini kok." Gagap Mina, membuka kaleng bir dan meminumnya.
Lynn memperhatikan Mina dan Yasmin yang meminumnya seperti meminum air putih, Yasmin yang melihat Lynn tidak minum membukakan satu kaleng dan menyodorkannya pada Lynn, bangkit sebentar ke kamar mandi.
"Tidak aku tidak mau minum, sebagai yang termuda disini aku akan menjaga kalian." Kata Lynn, mendorong minuman itu menjauh.
Lynn masih berumur 19 tahun hanya tinggal beberapa hari lagi dia akan ulang tahun, sementara itu Mina berumur 20 tahun dan Yasmin adalah yang tertua dengan umur 21 tahun.
__ADS_1
"Apasih yang kamu takutkan ini dirumah kok, gak bakal ada preman." Oceh Mina yang sudah habis menenguk satu kaleng, siap-siap membuka lagi.
Yasmin mengaruk kepalanya, sementara itu Mina menatap Lynn bingung. Kini mereka berdua tidak tau bagaimana harus menghentikan Lynn yang sudah dalam keadaan mabuk dan masih minum.
Mina menyesal membujuk Lynn untuk mencicipi sedikit, saat Lynn pertama kali mencoba dan bilang enak, Mina mau membiarkan Lynn menghabiskan satu kaleng tapi satu kaleng belum sampai hanya beberapa teguk Lynn sudah mabuk.
"Ini salahmu Min, seharusnya kamu menghentikannya bukan membiarkannya menghabiskan 6 kaleng begini." Yasmin menggelengkan kepalanya, dia baru keluar dari kamar mandi.
Dan sekarang Lynn sudah sangat mabuk mulai mengoceh tidak jelas bahkan tertawa aneh dan membuat berbagai macam ekspresi yang belum pernah Mina dan Yasmin lihat selama ini.
"A-Arga kamu kok bisa-bisanya menghilang kamu menghilang selama 1 tahun Hik.. " Lynn menutup bibirnya, dia mengalami cegukan.
"Kamu tau gak Yas, Min. Aku itu udah capek ba-banget nunggu Arga. Setiap aku kirim email dia gak balas aku telepon nomornya gak aktif. Apa sih salah aku?" Lirih Lynn menundukkan kepalanya, meneguk minumannya.
"Haa.. A-ku udah nyerah sama A-rga, kami udah putus jadi jangan ba-has dia lagi. Sekarang aku bakal fokus mencari Kakakku." Ujar Lynn menaruh kaleng dengan keras, membuat Mina dan Yasmin kaget.
"Dasar pria si*lan, Dikira aku mau kali nikah sama dia." Teriak Lynn kesal, tubuhnya terjatuh ke lantai dan tertidur pulas.
"Aku kapok, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menjauhkan Lynn dari alkohol." Tekad Mina membantu Yasmin membawa Lynn ke kamar tidur Lynn.
"Min, tadi yang disebut Eve, benar? yang soal menikah?" Tanya Yasmin penasaran, Mina hanya bisa mengangguk memberikan Yasmin jawaban.
__ADS_1