Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 29


__ADS_3

Sekarang Lynn berada dikamar hotel, dimana tempat acara pernikahan tadi, kamar hotel ini berada didekat pantai sehingga banyak sekali turis yang datang kemari kalau saja tidak disewa lebih dulu oleh Hana. Lynn duduk di kursi panjang menatap langit yang sudah mulai senja.


Hari ini terasa amat panjang bagi Lynn, dia ingin cepat-cepat menutup matanya dan terbangun dalam alam mimpi bertemu dengan Mamanya.


Lynn bisa mendengar suara Alfred yang tengah mandi dikamar mandi, jika saja dirinya tidak memakai piyama mungkin saat ini dia sudah berlari-lari di tepi pantai menikmati angin laut yang menerpa wajahnya.


Lynn tertawa pelan saat mengingat kejadian dimana dirinya melempar buket bunga, dan buket itu malah jatuh ketangan Yasmin. Yasmin yang mendapatkan bunga itu menatap bunga dengan tatapan kosong lalu melemparnya lagi.


Buket itu malah mengenai kepala Krisan yang sedang duduk dikursi mengemil makanan manis, Yasmin yang merasa bersalah dengan cepat berlari meminta maaf dan disaat yang sama Krisan juga terpesona, Lynn menyadari perubahan itu ekspresi Krisan walau pun itu hanya berlalu sebentar.


Ceklek...


Mendengar suara pintu dibuka, Lynn menghentikan tawanya, membalikan badannya yang memungunggi Alfred jadi menghadap kearah Alfred. Lynn memutar matanya melihat ketempat lain, walau pun Alfred keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi.


"Ini sangat canggung." Lynn bangkit dari tempat duduknya, Alfred memasang baju, tidak mengatakan apa pun dan berjalan keluar seolah Lynn adalah manusia transparan.


Brak...


Lynn mengerjap kaget, masuk kedalam kamar mandi. Membiarkan air hangat merilekskan tubuhnya, merasa sudah cukup Lynn bangkit bathtub, menutupi tubuhnya menggunakan jubah mandi.


Berendam sir hangat sangat membantu Lynn menghilangkan semua rasa lelah dan stres, tubuhnya terasa ringan saat ini. Lynn membuka lemari baju, matanya melebar tidak percaya.

__ADS_1


"Kenapa ada banyak jaring ikan disini?" Lynn mendorong baju itu ke samping, dia tidak menemukan baju lain lagi selain kemeja berwarna putih dan hitam.


"Lebih baik pakai ini." memilih kemeja putih, mengancingkan satu persatu kancing baju.


Kemeja putih itu lebih besar dari ukuran tubuh Lynn, jari tangan Lynn bahkan tidak terlihat dan panjangnya sampai mencapai setengah dari paha Lynn.


"Ini lebih nyaman dari yang aku kira." Lynn membaringkan tubuhnya di atas kasur king size, mengistirahatkan tubuhnya. Mata Lynn langsung tertutup rapat begitu tubuhnya menyentuh kasur.


Di tempat Alfred


Mendengar suara langkah kaki yang mendekat, Krisan melirik kebelakang, Alfred memasukkan tanganya kedalam saku celana.


Alfred bersandar pada dinding, mengeluarkan rokok dari saku celananya, menyalakan rokok mulai menghisap dan menghembuskan asapnya.


Krisan menganggukkan kepalanya, mengeluarkan berkas yang dibawanya, Alfred mematikan rokoknya mulai membaca berkas itu.


"Inilah alasan kenapa waktu itu kita tidak bisa menemukan Lynn." Jelas Krisan menaikan kacamata yang dipakainya.


Alfred membolak-balikkan setiap lembar kertas dan membacanya dengan cermat, Alfred tersenyum dingin, menatap foto Lynn yang tersenyum manis.


"Evelynn Cornelius." Ulang Alfred dibibirnya, Krisan menekuk dahinya, bingung apa harus mengatakannya apa tidak.

__ADS_1


"Alfred, sebenarnya tadi aku mendengar laporan penjaga gerbang yang kau tugaskan, kalau..." Krisan berhenti sebentar memperhatikan ekspresi wajah Alfred, wajah Alfred tetap datar, tetapi tatapan matanya terlihat penasaran dengan kelanjutannya.


"Kata mereka tadi ada seorang pria yang mencoba menerobos masuk kedalam, pria itu tidak memilik undangan sehingga para penjaga gerbang tidak mengizinkannya masuk. Penjaga itu bilang kalau pria itu ingin masuk dengan alasan mengacakaukan dan menghentikan acara pernikahan." Lapor Krisan, Alfred menyipitkan matanya meminta penjelasan lebih.


"Aku juga sudah mencari tau sedikit dan Wendy juga memberitahukan sedikit."


Perkataan Krisan membuat kerutan diwajah Alfred makin dalam.


"Pria itu adalah mantan pacar Lynn, kata Wendy pria baru pulang dari Australia setelah lima tahun lamanya." Tambah Krisan, tubuhnya merinding karena melihat senyuman Alfred yang sarkastik.


"Alfred." Panggil Krisan


"Aku sudah mengambil saru orang sebagai sekertaris tambahan dan dia akan mulai bekerja lusa, surat penerimaannya akan dikirim malam ini." Tambah Krisan, Alfred menatap keatas langit dan membuang rokok yang ada di jarinya.


"Alfred."


"Ckck...Apa lagi? Kenapa kamu jadi bertele-tele begini?" Alfred berdecak kesal, menatap Krisan dengan tatapan tajam.


"Selamat atas pernikahanmu dengan Lynn." Ucap Krisan tulus, Alfred tidak menjawab berbalik mau pergi.


"Ah..." Alfred menghentikan kakinya, menatap kearah Krisan.

__ADS_1


"Krisan, aku rasa kamu tidak terlalu mengenal Lynn kalian baru bertemu beberapa kali." Kata Alfred berbalik pergi meninggalkan Krisan yang bengong.


"Aku harap kamu berhenti memanggil Lynn dengan panggilan namanya." Arti dari perkataan Alfred, Krisan mencubit pipinya pelan, dia meringis kesakitan dan mengusap pipinya pelan.


__ADS_2