Aku Menikahi Tuan Es?!

Aku Menikahi Tuan Es?!
Chapter 49


__ADS_3

"Gak aku, aku gak mau ikut. Buat apa coba kesana? Mending pulang ke rumah, tidur." Sarkah Lynn, memonyongkan bibirnya.


"Pak supir, nanti berhenti di persimpangan jalan yang disana yah..." Kata Lynn menunjuk ke tempat persimpangan.


"Baiklah, Nona." Jawab pak supir itu.


Lynn tersenyum senang, tiba-tiba entah datang dari mana udara dingin. Lynn mengosok bahunya, menatap ke jendela yang tertutup rapat.


"Kenapa ini? Punggungku dingin banget." Gumam Pak supir itu pelan.


"Pak, itu Ac nya gak nya-"


"Pak Tono, siapa yang membayar anda gaji selama ini?" Alfred memotong perkataan Lynn.


"Tuan Alfred." Jawab Pak Tono masih tidak sadar, Lynn menatap Alfred bingung.


"Jadi, bapak harus mendengarkan ucapan saya atau dia?" Tanya Alfred lagi menunjuk antara dirinya dan Lynn secara bergantian.


"Ya... Tuan Alfred." Jawab Pak Tono santai, melirik Alfred dari kaca depan, Pak Tono dengan cepat mengalihkan tatapannnya kedepan setelah bertemu tatapan Alfred yang tajam.


Lynn membuka mulutnya setelah paham kemana arah pembicaraan mereka.


Lynn menatap Alfred, seakan-akan ada label yang mengantung memberitaukan posisi Lynn, kalau dirinya hanya seorang Karyawan dan orang yang ada di hadapannya ini adalah Bos besar yang harus dihormati.


"Lah... Gak bisa gitulah! Buat apa coba aku ikut Tuan Alfred ke vila?" Bantah Lynn.

__ADS_1


"Apa aku harus berbicara dua kali?" Salah satu Alis Alfred naik keatas, Lynn mengerutkan keningnya bingung.


Lynn tidak bisa menterjemahkan apa arti dari ekspresi wajah Alfred, Alfred berdecak kesal.


"Ck... Pas tadi di kantor." Kata Alfred cuek, memilih memperhatikan tabloid.


"Apa?" Tanya Lynn mencoba mengingat ucapan Alfred di kantor. Bibir Lynn membentuk huruf o begitu dia teringat apa yang dikatakan Alfred.


"Tapi aku gak punya baju ganti." Gumam Lynn berpikir sejanak.


"Pak... Pak... Berhenti." Lynn memukul bangku, mobil mendadak mengerem sehingga membuat tubuh Alfred terdorong ke depan dan kepalanya terantuk bangku.


Lynn keluar dari mobil berlari dengan cepat, Alfred mengangkat kepalanya melirik pak Tono tajam, memijat keningnya.


"Astaga kenapa aku harus berurusan dengan gadis ini?" Keluh Alfred kesal, melipat tangannya menatap ke jalan di mana Lynn berlari tadi.


Alfred melirik Pak Tono, Pak Tono yang paham segera keluar dari mobil dan menunggu diluar.


Alfred memperhatikan jam tangannya, lalu melirik keluar jendela. Dia duduk bersandar pada kursi menutup matanya dengan tangan kanannya.


"Ini sudah 10 menit."


Clak...


Telinga Alfred bisa menangkap ada seseorang yang membuka dan menutup pintu mobil, Alfred mengangkat tangannya memperhatikan siapa orang yang duduk disamping.

__ADS_1


"Hei... siapa kamu kenapa masuk kedalam mobil orang lain." Bentak Alfred, Lynn yang duduk disamping tersentak kaget.


"Ini aku." Jawab Lynn, mengusap pipinya yang terkena mentega putih.


Alfred menatap Lynn dari bawah sampai atas, dia berdehem mengalihkan tatapannnya. Alfred menutup bibirnya dan melihat keluar jendela yang memantulkan bayangan Lynn.


Lynn sibuk membersihkan rambutnya yang berubah menjadi putih dan di taburi dengan kertas berwarna warni.


"Awas aja kalian berdua, akan aku balas" Gumam Lynn dalam hatinya, tertawa jahat.


Alfred menggelengkan kepalanya bingung melihat perubahan sikap Lynn. Mobil Alfred berhenti didepan pintu gerbang, pintu gerbang otomatis perlahan-lahan terbuka sendiri dan mobil bergerak masuk kedalam.


Alfred keluar dari mobil, berjalan pergi masuk kedalam rumah Lynn mengikuti Alfred dibelakang sambil memperhatikan pemandangan Vila.


"Apa memang sebagus ini?" Gumam Lynn, memperhatikan sekeliling, waktu itu Lynn memang sudah pernah datang kesini tapi dia tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya waktu itu.


"Astaga... Kenapa kalian pulang larut malam begini?"


Lynn sibuk memperhatikan pemandangan kaget karena Hana memegang tangan Lynn. Lynn tersenyum canggung tubuhnya mendadak jadi kaku.


"Lynn, sayang apa yang terjadi dengan rambutmu?" Tanya Hana bingung, Lynn menyentuh rambutnya yang berantakan.


"Aha... Ini t-"


"Ma... Ini udah malam biarin Lynn mandi dulu, ngobrolnya kan bisa nanti." Alfred merangkul Lynn mesra.

__ADS_1


"Iyakan?" Alfred menatap Lynn, karena perbedaan tinggi badan yang sangat jauh Lynn harus menatap Alfred dengan cara mendongak kan kepalanya.


__ADS_2