
Kiara dan Rangga masuk ke dalam dan terkejut melihat Rangga begitu hancur.
"ngga...." ucap mereka kompak dengan nada lembut.
"akhirnya Lo berdua Dateng " ucap Rangga dengan sorot mata tak suka.
"apa maksud Lo ngga ??" tanya Kiara lembut.
"Lo berdua tau kan siapa Kikan sebenarnya dari awal. Tapi kenapa Lo nggak kasi tau gue " ucap Rangga dengan suara lantang.
deg.......
Darwin dan Rangga seperti tetampar dengan ucapan Rangga. mereka tak menyangka justru Rangga akan berpikiran aneh dnegan apa yang mereka lakukan.
"kita nggak sejahat yang Lo pikirin ngga " ucap Darwin lembut.
"terus gimana ??? Lo berdua biarin gue nikah sama Kikan bahkan sampai saat ini Lo berdua baru buka mulut " timpal Rangga.
"ngga ,,,kita berdua sayang sama Lo " ucap Kiara dengan air mata menetes.
"tapi kenapa Lo berdua biarin gue nikahin Kikan ?????" tanya Rangga dengan air mata mengalir.
"Lo berdua tau, gue mikirin anakanak gue . gimana keadaan mereka sekarang "ucap Rangga memukul dirinya sendiri.
Kiara dan Darwin berlari menghampiri Rangga dan berusaha menghentikan saudaranya itu menyakiti dirinya sendiri.
"stop ngga stop. Lo jangan nyakitin diri Lo kayak gini " ucap Darwin iba melihat adiknya itu.
"gue nggak tau harus gimana , gue takut Titania kenapa-kenapa " ucap Rangga menyandarkan tubuhnya lemas
Kiara kemudian memeluk erat saudaranya itu untuk memberikan ketenangan.
"gue minta maaf sama Lo. Lo tenang dulu ya , kita cari solusinya bareng-bareng " ucap Kiara meyakinkan.
"Lo minum dulu " tawar darwin memberikan segelas air kepada adiknya itu.
Rangga pun lama kelamaan mulai tenang , ia sadar bahwa kedua saudaranya pasti mempunyai alasan yang kuat
Setelah itu , Kiara dan Darwin mulai menceritakan apa yang mereka ketahui.
__ADS_1
"jadi dulu waktu Lo kenalin kiran ke kita berdua , gue langsung cari tau siapa Kiran sebenernya. saat gue tau Kikan adalah adik dari Riko eyton ,orang yang pernah kita gagalkan penyeludupan senjata berbahayanya gue terkejut dan langsung kasi tau Darwin. waktu itu kita bimbang banget , tapi akhirnya kita mutusin untuk nggak kasi tau Lo karena kita tau Lo cinta banget sama Kiran , dan kita ngerasa Lo nggak akan percaya sama omongan kita " ucap kiara panjang lebar.
"Dan gue juga sempet mikir kalo udah cari tau dulu sebelum Lo mantap nikahin Kiran. Setahun pernikahan Lo kita berdua ngerasa kalo kitab udah jatuh cinta sama Lo , buktinya dengan hadirnya Titania. sejak saat itu kita yakin kalo Kikan udah merubah rencananya masuk kedalam hidup Lo " lanjut Darwin.
Rangga terdiam , memang ini semua salahnya. ia begitu cepat percaya dan gegabah menikahi Kikan waktu itu. Namun tiba-tiba terlintas dipikiran Rangga mengenai putrinya Titania.
"gue takut kalo Titania bukan anak gue . bisa aja Kiran cuma bohongin gue dengan bilang kalo tita anak gue. gue nggak sanggup ngebayanginnya win , Kik " ucap Rangga kembali menangis.
Ia tak sanggup membayangkan bahwa bayi kecil yang ia besarkan ternyata bukanlah darah dagingnya.
"masalah itu Lo nggak usah khawatir , Tepat saat Titan lahir , gue langsung ambil rambutnya dan gue cocokkan dengan rambut Lo. Dan Titan terbukti anak Lo , dan itu juga yang buat gue makin yakin Kiran udah merubah tujuannya masuk ke hidup lo " ucap Kiara jujur.
Darwin dan Rangga terkejut , karena mereka sama sekali tidak pernah terpikir untuk melakukan tes DNA Rangga dan Titania.
Rangga kemudian memeluk haru adiknya itu , ia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa bantuan dari adik secerdas Kiara.
"gimana ceritanya Lo tau kiran sebenernya. ??" tanya Kiara to the point.
"sebenarnya....." ucap Rangga terhenti.
"tunggu dulu, gue mau nonaktifkan semua perekam diruangan ini. gue nggak mau orang-orang bakalan syok denger cerita Lo " ucap Kiara mengubah sistem didalam ruangan kerja Rangga.
Rangga POV
Suatu malam aku terbangun kira-kira pukul 12 malem , waktu itu aku terkejut karena Kiran tak ada di sampingku. Aku pun mencarinya dikamar mandi namun tak ada , akhirnya aku memutuskan untuk ke dapur mengambil segelas air minum.
namun saat aku akan menuju dapur aku mendengar suara yang tak lain adalah suara istriku. Akupun berinisiatif untuk menghampirinya , namun langkahku terhenti saat aku mendengar ia sedang menelpon dengan seseorang.
"iya kak , tunggu sebentar lagi , aku tidak punya alasan untuk meninggalkannya " ucap Kiran yang membuatku memutuskan untuk menyadap percakapannya dengan orang ditelpon
"Aku juga harus mengelabui kedua saudaranya itu . Kau tahu , mereka jauh lebih berbahaya dari yang kau bayangkan " ucapnya lagi.
namun aku sama sekali tidak bisa mendengar ucapan dari orang diseberang telpon
"aku masih belum bisa menemukan cara untuk menyakitinya " ucap Kiran
'siapa yang dimaksud ??' batin ku.
"Tapi bagaimana dengan Titania ??? aku tak mungkin tidak membawanya " ucap Kiran lagi.
__ADS_1
"oke , aku akan segera menyelesaikannya " ucap Kiran langsung menutup telponnya.
Setelah itu , Kiran pun kembali ke kamar dan aku langsung menuju dapur dan duduk sebentar memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
'apa yang dimaksud Kiran ??? siapa yang harus ia kelabui ? siapa yang harus ia tinggalkan ???' batin ku penuh tanda tanya.
aku terus memikirkan hal itu hingga aku tak bisa memejamkan mataku lagi.
'ya Allah ,,, apa mungkin Kiran akan meninggalkanku ??? itu sebabnya ia bertanya bagaimana dengan Titania ' batin ku lagi khawatir.
setelah itu hari demi hari aku lewati dnegan kecurigaan kepadanya , namun justru setelah malam itu semua berjalan seperti biasanya . Namun tetap saja sejak saat itu aku selalu merasa tidak tenang ketika berada jauh dari Titania.
Hingga suatu hari ketika aku pulang kerja , lagi-lagi aku mendengar Kiran sedang menelpon seseorang , yang ia panggil kakak.
"aku saat ini sedang mengandung kak " ucap Kiran dengan nada takut.
"aku tidak mungkin menggugurkan bayiku " ucap Kiran lagi.
"kakak tenang saja , aku akan segera meninggalkannya karena sekarang mereka sudah jarang bertemu. yaa walaupun tetap berkomunikasi , tapi tetap saja tidak akan terlalu dekat " ucap Kiran lagi.
Aku sudah tak tahan lagi, akhirnya aku memutuskan untuk melabraknya.
"Sayang...." ucapku lembut.
Dia terlihat terkejut dan langsung salah tingkah. sejak itu aku yakin bahwa ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku
"kau berbicara dengan siapa ??" tanya ku ramah.
"ohhh ini temanku , maafin aku ya aku sampai tidak sadar kau pulang. ya sudah sekarang ganti bajumu dan kita makan siang bersama " ucap Kiran mengalihkan pembicaraan.
"tadi kalau tidak salah aku mendengar kau ingin meninggalkan sesuatu ??" ucapku polos.
"apa ??? aku tidak merasa mengatakan hal itu " ucapnya berbohong.
lalu setelah itu aku menghentikan pembicaraan ku dan pergi mengganti pakaian ku dan menemui Titania.
tetapi dalam hati , aku berfikir keras mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Didalam kamar Titania.....
__ADS_1